Jumat, 04 Sep 2026 17:51 WIB

Sikapi Isu Penculikan Anak, Wali Kota Eri Terbitkan Surat Edaran Pencegahan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 12 Des 2025 12:30 WIB
Suasana keceriaan anak-anak di salah satu sekolah di Surabaya
Suasana keceriaan anak-anak di salah satu sekolah di Surabaya

selalu.id - Maraknya pemberitaan soal dugaan penculikan anak di berbagai daerah membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.2.4/32621/436.7.8/2025 tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Upaya Pencegahan Penculikan Anak.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

SE ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkot tidak ingin keresahan masyarakat berlarut, sekaligus menegaskan komitmen menjaga predikat Surabaya sebagai Kota Layak Anak (KLA) Paripurna.

Wali Kota Eri menegaskan bahwa isu penculikan anak tidak boleh dianggap enteng, terlebih ketika kabar yang beredar kerap bersumber dari informasi yang belum terverifikasi. Kondisi ini, kata dia, bisa memicu kepanikan publik jika tidak ditangani secara sistematis.

“Informasi harus bersumber dari pihak resmi. Jangan sampai hoaks justru menimbulkan kepanikan,” ujar Eri, Jumat (12/12/2025).

Melalui SE tersebut, Eri meminta seluruh warga, lembaga pendidikan, hingga perangkat pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk memperketat pengawasan lingkungan.

Siskamling juga diminta dioptimalkan kembali, seiring ajakan meningkatkan kewaspadaan terhadap orang asing yang berperilaku mencurigakan.

“Seluruh ketua RW, RT, tokoh agama, tokoh pemuda, Kampung Pancasila, Satgas PKBM Kecamatan, dan Satgas PPA Kelurahan diminta berperan aktif melakukan pemantauan. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera lapor ke pihak berwajib atau 112,” tegasnya.

Lingkungan pendidikan menjadi salah satu titik pengawasan yang diprioritaskan. Wali Kota Eri meminta seluruh sekolah memastikan keamanan murid sejak jam masuk hingga pulang.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Guru piket dan petugas keamanan diminta memantau aktivitas di sekitar sekolah, sementara sistem penjemputan diperketat. Murid hanya boleh pulang dengan orang tua atau pihak yang sudah terdaftar.

“Untuk layanan transportasi online, sekolah wajib memverifikasi bukti pemesanan sebelum murid meninggalkan area sekolah,” tegasnya.

Sekolah juga diminta menjalin komunikasi intensif dengan orang tua untuk mencegah kesalahpahaman penjemputan. Jika anak belum tiba di rumah dalam waktu wajar, orang tua diminta segera melakukan penelusuran awal dan melapor ke pihak sekolah serta pengurus RT/RW.

Eri juga menekankan pentingnya edukasi kepada anak dan orang tua. Anak harus diajari menolak ajakan atau pemberian dari orang asing serta berteriak meminta tolong jika merasa terancam.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Literasi digital orang tua juga jadi poin yang diulang kembali. Pengawasan penggunaan gawai perlu ditingkatkan karena banyak modus manipulasi atau pendekatan yang dimulai dari media sosial.

Peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (TPPK/PPKSP) ikut diperkuat untuk memberikan penyuluhan rutin mengenai potensi ancaman, termasuk melalui dunia digital.

Menutup pernyataannya, Wali Kota Eri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama menjaga keamanan anak-anak Surabaya.

“Melindungi anak-anak Surabaya adalah tanggung jawab kita bersama. Saya meminta seluruh warga, sekolah, dan lingkungan masyarakat untuk bergerak bersama,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.