Minggu, 06 Sep 2026 22:04 WIB

Warga Bantaran Sungai Kalianak Terima SP Ketiga, Pemkot Siap Bongkar Paksa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 07 Mei 2025 12:03 WIB
Warga bantaran sungai kali anak
Warga bantaran sungai kali anak

selalu.id – Proses normalisasi Sungai Kalianak terus dikebut. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas mengambil langkah tegas dengan melayangkan Surat Peringatan (SP) ketiga kepada warga yang belum membongkar bangunan di bantaran sungai, Rabu (7/5/2025).

 

Baca Juga: Ular Piton 3,5 Meter Gegerkan Warga Kalianak Surabaya

Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Surabaya, Irna Pawanti, menyebut SP ini merupakan lanjutan dari SP kedua yang disampaikan pada 14 April lalu. Tujuannya untuk mendorong percepatan pembongkaran bangunan yang menghalangi aliran sungai, demi mengantisipasi banjir di kawasan Krembangan dan Asemrowo.

 

“Hari ini kami menyerahkan SP ketiga sekaligus menertibkan beberapa titik. Untuk wilayah Krembangan dan Asemrowo, seluruh SP sudah disampaikan,” ujar Irna.

 

Tak hanya memberi peringatan, tim gabungan Satpol PP dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) juga membongkar delapan bangunan liar yang berdiri di atas sungai, termasuk rumah, jamban, dan kandang burung (bekupon).

 

“Beberapa warga juga meminta bantuan untuk pembongkaran mandiri. Ada yang minta dibantu hari Kamis dan Minggu,” tambah Irna.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Nilai Banjir Tak Tuntas Jika Hanya Normalisasi Kalianak

Pemkot juga siap membantu pembongkaran manual jika diperlukan. Penertiban ditargetkan selesai dalam tujuh hari ke depan.

 

“Ini bagian dari komitmen kami menyukseskan program normalisasi. Warga telah dilibatkan sejak awal melalui sosialisasi dan tiga tahap peringatan. Alhamdulillah, sejauh ini berjalan lancar dan tanpa penolakan,” jelasnya.

 

Beberapa warga, kata Irna, juga meminta pengukuran ulang atas lahan atau bangunan mereka. Namun, ia menegaskan bahwa garis sempadan sungai tetap 18,6 meter dari bibir sungai.

Baca Juga: Normalisasi Sungai Kalianak Tanpa Polemik, Wali Kota Eri Cahyadi Apresiasi Keikhlasan Warga

 

Sementara itu, Joko, warga Jalan Kalianak Barat, mendukung penuh langkah Pemkot. Ia menyadari rumahnya berdiri di atas lahan terlarang.

 

“Kita dukung supaya tidak banjir lagi. Saya akui memang salah mendirikan rumah di bantaran sungai. Saya akan bongkar sendiri. Kalau sampai Minggu belum saya bongkar, ya risikonya dibego,” ujar Joko.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.