Jumat, 05 Jun 2026 09:04 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tanpa Polemik, Wali Kota Eri Cahyadi Apresiasi Keikhlasan Warga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Des 2025 11:14 WIB

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Sungai Kalianak pada Senin (29/12/2025). 

 

Baca Juga: Kejati Jatim Serahkan Aduan Dugaan Pemborosan APBD Surabaya 2025 ke Inspektorat

Sidak ini untuk memastikan progres normalisasi sungai sepanjang 3 kilometer yang menjadi program strategis penanganan banjir dan rob di Tambak Asri serta Kalianak.

 

Dalam peninjauan tersebut, Eri menegaskan bahwa kunci penyelesaian genangan adalah mengembalikan lebar sungai ke ukuran awal, yakni 18,6 meter. Proses normalisasi berlangsung di dua sisi, kawasan Krembangan dan Asemrowo.

 

Hingga saat ini lebih dari 400 bangunan telah dibongkar pada tahap pertama dan kedua. Angka ini menjadi bagian dari total target sekitar 1.000 bangunan yang harus diselesaikan hingga titik ujung sungai.

 

Menariknya, pembongkaran ribuan bangunan di sepanjang bantaran berlangsung tanpa gejolak. Eri Cahyadi mengapresiasi sikap warga yang secara sukarela membongkar bangunan miliknya demi kepentingan umum.

 

“Saya matur nuwun sangat kepada warga. Ada yang rumahnya baru dibangun habis Rp120 juta, dua lantai, tapi ikhlas dibongkar sendiri karena memahami ini demi kepentingan lebih luas agar tidak banjir lagi. Inilah hebatnya warga Surabaya, semuanya dilakukan dengan rasa kekeluargaan,” ujar Eri.

 

Eri menegaskan bahwa Pemkot Surabaya menghindari pendekatan paksa. Ia memilih dialog dan hati ke hati karena baginya warga Kota Pahlawan adalah keluarga.

Baca Juga: Pertama Kali Digelar Malam, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Wisata dan Okupansi Hotel

 

“Pelebaran ini tidak pernah saya gembar-gemborkan sebelumnya karena saya menjaga perasaan warga. Kalau pakai cara menang-menangan, banjir tidak akan selesai. Tapi dengan keikhlasan, normalisasi bisa jalan,” katanya.

 

Meski warga membongkar rumahnya secara mandiri, Pemkot memberikan pengecualian bagi fasilitas umum seperti tempat ibadah. Musala yang terdampak akan dibangun kembali menjadi bangunan dua lantai agar lebih nyaman digunakan warga.

 

Usai pembongkaran, Pemkot akan melanjutkan pemasangan pelengsengan atau dinding penahan air di sepanjang aliran Sungai Kalianak. Selain untuk optimalisasi drainase, kawasan sekitar juga akan ditata ulang untuk menghilangkan kesan kumuh.

Baca Juga: Dianggap Ganggu Estetika Kota, Fasad Eks Toko Nam Akan Dibongkar Pemkot Surabaya

 

“Setelah pelengsengan selesai, lingkungan ini akan kami tata lagi. Harapannya tidak ada lagi kesan kumuh. Bahkan kami berencana menjadikan beberapa titik sungai sebagai tempat wisata baru,” ungkapnya.

 

Pemkot menargetkan, setelah lebar sungai kembali 18,6 meter, daya tampung air meningkat signifikan sehingga banjir rob di kawasan Kalianak dan sekitarnya dapat teratasi.

 

“Ini bukti kolaborasi. Saya minta kepada seluruh warga Surabaya, ayo dijaga kerukunan ini. Jangan mudah diprovokasi. Membangun Surabaya itu harus pakai hati dan gotong royong,” pungkas Eri.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.