Senin, 02 Feb 2026 01:19 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Tanpa Polemik, Wali Kota Eri Cahyadi Apresiasi Keikhlasan Warga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Des 2025 11:14 WIB

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Sungai Kalianak pada Senin (29/12/2025). 

 

Baca Juga: Wali Kota Eri Datangi Rumah Ibu Ojol Viral, Ajak Ubah Nasib Lewat Padat Karya

Sidak ini untuk memastikan progres normalisasi sungai sepanjang 3 kilometer yang menjadi program strategis penanganan banjir dan rob di Tambak Asri serta Kalianak.

 

Dalam peninjauan tersebut, Eri menegaskan bahwa kunci penyelesaian genangan adalah mengembalikan lebar sungai ke ukuran awal, yakni 18,6 meter. Proses normalisasi berlangsung di dua sisi, kawasan Krembangan dan Asemrowo.

 

Hingga saat ini lebih dari 400 bangunan telah dibongkar pada tahap pertama dan kedua. Angka ini menjadi bagian dari total target sekitar 1.000 bangunan yang harus diselesaikan hingga titik ujung sungai.

 

Menariknya, pembongkaran ribuan bangunan di sepanjang bantaran berlangsung tanpa gejolak. Eri Cahyadi mengapresiasi sikap warga yang secara sukarela membongkar bangunan miliknya demi kepentingan umum.

 

“Saya matur nuwun sangat kepada warga. Ada yang rumahnya baru dibangun habis Rp120 juta, dua lantai, tapi ikhlas dibongkar sendiri karena memahami ini demi kepentingan lebih luas agar tidak banjir lagi. Inilah hebatnya warga Surabaya, semuanya dilakukan dengan rasa kekeluargaan,” ujar Eri.

 

Eri menegaskan bahwa Pemkot Surabaya menghindari pendekatan paksa. Ia memilih dialog dan hati ke hati karena baginya warga Kota Pahlawan adalah keluarga.

Baca Juga: DPRD Surabaya Nilai Banjir Tak Tuntas Jika Hanya Normalisasi Kalianak

 

“Pelebaran ini tidak pernah saya gembar-gemborkan sebelumnya karena saya menjaga perasaan warga. Kalau pakai cara menang-menangan, banjir tidak akan selesai. Tapi dengan keikhlasan, normalisasi bisa jalan,” katanya.

 

Meski warga membongkar rumahnya secara mandiri, Pemkot memberikan pengecualian bagi fasilitas umum seperti tempat ibadah. Musala yang terdampak akan dibangun kembali menjadi bangunan dua lantai agar lebih nyaman digunakan warga.

 

Usai pembongkaran, Pemkot akan melanjutkan pemasangan pelengsengan atau dinding penahan air di sepanjang aliran Sungai Kalianak. Selain untuk optimalisasi drainase, kawasan sekitar juga akan ditata ulang untuk menghilangkan kesan kumuh.

Baca Juga: Kasus Pungli Rp8 Juta di Wira-Wiri Bongkar Celah Pengawasan Lemah Dishub Surabaya

 

“Setelah pelengsengan selesai, lingkungan ini akan kami tata lagi. Harapannya tidak ada lagi kesan kumuh. Bahkan kami berencana menjadikan beberapa titik sungai sebagai tempat wisata baru,” ungkapnya.

 

Pemkot menargetkan, setelah lebar sungai kembali 18,6 meter, daya tampung air meningkat signifikan sehingga banjir rob di kawasan Kalianak dan sekitarnya dapat teratasi.

 

“Ini bukti kolaborasi. Saya minta kepada seluruh warga Surabaya, ayo dijaga kerukunan ini. Jangan mudah diprovokasi. Membangun Surabaya itu harus pakai hati dan gotong royong,” pungkas Eri.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.