Rabu, 30 Sep 2026 04:38 WIB

Eri Cahyadi Enggan jadi Ketua DPC PDIP Surabaya, Plt Yordan Ingatkan Konsekuensinya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Mei 2025 15:12 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M. Batara Goa
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M. Batara Goa

selalu.id – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M. Batara Goa, menanggapi pernyataan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang enggan menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya menggantikan Adi Sutarwijono jika nantinya ditunjuk Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai.

 

Baca Juga: Hindari Penyekapan, Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Perwali Penyaluran ART di Surabaya

Yordan menekankan pentingnya kedisiplinan kader dalam menjalankan keputusan partai. Menurutnya, jika DPP sudah menerbitkan surat keputusan (SK), maka seluruh kader wajib menjalankannya.

 

“Kalau itu sudah menjadi SK DPP, ya kita sebagai kader harus menjalankan. Jadi bukan soal suka atau tidak suka, siap atau tidak siap,” ujar Yordan usai rapat anggota DPRD Fraksi PDIP Surabaya, Senin (5/5/2025).

 

Ia menambahkan, penolakan terhadap SK partai tentu memiliki konsekuensi.

 

“Semua ada konsekuensinya. Penolakan penugasan pasti akan dievaluasi, apakah beralasan atau tidak, dan itu ada mekanismenya di partai,” jelasnya.

 

Baca Juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

Yordan juga menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan DPP, dan seluruh kader diharapkan loyal terhadap setiap keputusan partai.

 

Sebelumnya, Eri Cahyadi menyatakan tidak berminat mengisi posisi Ketua DPC PDIP Surabaya yang kosong usai pencopotan Adi Sutarwijono. Meski namanya santer disebut sebagai kandidat kuat, Eri memilih fokus menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah.

 

“Lebih baik saya jadi Wali Kota Surabaya saja, dan itu sudah abot (berat). Kalau saya rangkap jabatan jadi Ketua DPC, tambah abot. Perjuangan membangun Surabaya bukan soal viral-viralan, tapi bagaimana aku noto dadi apik (membenahi agar menjadi baik). Saya ingin merubah hati masyarakat Surabaya,” kata Eri, Sabtu (3/5/2025).

Baca Juga: Bansos di Surabaya Tak Lihat Desil, Eri Cahyadi: Ada yang Masih Belum Dapat Bantuan

 

Ia mengakui bahwa jabatan Ketua DPC adalah posisi strategis, namun menilai masih banyak kader yang lebih layak untuk mendudukinya. Eri memastikan tetap mendukung partai meski di luar struktur.

 

“Kalau soal DPC, itu urusan bagaimana partai bergerak. Tapi sebagai Wali Kota, saya ingin fokus pada pembangunan. Yang penting kerja sama antara Pemkot dan DPRD tetap harmonis. Urusan DPC, biarlah yang lebih mumpuni,” ujarnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.

Prabowo dan Megawati Janjian Makan Nasi Goreng, Mau Bahas Apa Ya?

Sajian nasi goreng Megawati sendiri punya rekam jejak historis dalam hubungan kedua tokoh nasional ini.

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Dari proyek tersebut, sekitar 5.160 tenaga kerja terlibat, dengan rincian 2.000 tukang dan 3.160 asisten tukang. Juga gerakkan ekonomi warga lainnya.

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.