Rabu, 04 Feb 2026 02:26 WIB

Ketua DPC PDIP Surabaya Dicopot, Gerindra-Golkar Diuntungkan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Mei 2025 12:50 WIB

selalu.id – Pencopotan Adi Sutarwijono dari posisi Ketua DPC PDIP Surabaya memunculkan spekulasi politik, termasuk potensi pergeseran dukungan dari akar rumput PDIP di kota tersebut.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 5 Juta per RW, Arif Fathoni: Investasi SDM untuk Tangkal Hoaks

Pengamat politik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni, menilai dinamika ini bisa dimanfaatkan partai lain seperti Gerindra dan Golkar, terutama jika PDIP tidak segera merespons dengan strategi yang tepat.

 

“Setiap keputusan politik dari DPP pasti berdampak, khususnya di daerah. Pak Adi selama ini menjadi representasi PDIP Surabaya, sehingga penggantinya harus mampu mengelola basis massa dan menjaga komunikasi politik yang solid,” ujar Ken Bimo saat dihubungi, Senin (5/5/2025).

 

Ia menambahkan, alasan formal seperti penurunan suara atau kursi PDIP bisa diterima secara rasional. Namun, jika pencopotan dilakukan tanpa transparansi dan komunikasi dengan pengurus akar rumput, hal itu bisa memicu gejolak internal.

 

“Dampak politik bisa signifikan jika PDIP tidak inklusif dan partisipatif dalam mengambil keputusan. Ini bisa menjadi celah bagi partai lain untuk masuk dan menguatkan pengaruh di Surabaya,” jelasnya.

Baca Juga: Lindungi Predikat Kota Layak Anak, DPRD Surabaya Desak Izin Black Owl Dicabut

 

Ken Bimo juga menyoroti isu bahwa pencopotan Adi berkaitan dengan manuver politik Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melalui pembentukan ‘Kabinet Surabaya Berkah’. Menurutnya, jika benar demikian, langkah tersebut bisa menjadi bumerang bagi PDIP.

 

“Kalau benar Pak Eri mengambil langkah politik yang tidak sejalan dengan Pak Adi, lalu hal itu memicu pencopotan, maka risikonya besar. Kehilangan kepercayaan dari basis akar rumput bisa mengubah peta politik PDIP di Surabaya,” tambahnya.

Baca Juga: Golkar Surabaya Minta Pengamanan Natal Fleksibel, Parkir Gereja Jadi Perhatian

 

Meski demikian, ia menilai PDIP masih memiliki pilar elektoral yang kuat di Surabaya. Namun, kekuatan itu hanya akan bertahan jika partai segera memperbaiki komunikasi politik, baik di tingkat elite maupun simpatisan akar rumput.

 

“Jika tidak segera direspons dengan tepat, partai seperti Gerindra dan Golkar bisa memanfaatkan momentum ini. Mereka punya basis massa di Surabaya dan bisa mengambil peluang dari ketidakharmonisan PDIP,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.