Senin, 20 Jul 2026 12:34 WIB

Ketua DPC PDIP Surabaya Dicopot, Gerindra-Golkar Diuntungkan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Mei 2025 12:50 WIB

selalu.id – Pencopotan Adi Sutarwijono dari posisi Ketua DPC PDIP Surabaya memunculkan spekulasi politik, termasuk potensi pergeseran dukungan dari akar rumput PDIP di kota tersebut.

 

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Pengamat politik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni, menilai dinamika ini bisa dimanfaatkan partai lain seperti Gerindra dan Golkar, terutama jika PDIP tidak segera merespons dengan strategi yang tepat.

 

“Setiap keputusan politik dari DPP pasti berdampak, khususnya di daerah. Pak Adi selama ini menjadi representasi PDIP Surabaya, sehingga penggantinya harus mampu mengelola basis massa dan menjaga komunikasi politik yang solid,” ujar Ken Bimo saat dihubungi, Senin (5/5/2025).

 

Ia menambahkan, alasan formal seperti penurunan suara atau kursi PDIP bisa diterima secara rasional. Namun, jika pencopotan dilakukan tanpa transparansi dan komunikasi dengan pengurus akar rumput, hal itu bisa memicu gejolak internal.

 

“Dampak politik bisa signifikan jika PDIP tidak inklusif dan partisipatif dalam mengambil keputusan. Ini bisa menjadi celah bagi partai lain untuk masuk dan menguatkan pengaruh di Surabaya,” jelasnya.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

 

Ken Bimo juga menyoroti isu bahwa pencopotan Adi berkaitan dengan manuver politik Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melalui pembentukan ‘Kabinet Surabaya Berkah’. Menurutnya, jika benar demikian, langkah tersebut bisa menjadi bumerang bagi PDIP.

 

“Kalau benar Pak Eri mengambil langkah politik yang tidak sejalan dengan Pak Adi, lalu hal itu memicu pencopotan, maka risikonya besar. Kehilangan kepercayaan dari basis akar rumput bisa mengubah peta politik PDIP di Surabaya,” tambahnya.

Baca Juga: Adela Kanasya Adies Bagikan Puluhan Hewan Kurban di Surabaya dan Sidoarjo

 

Meski demikian, ia menilai PDIP masih memiliki pilar elektoral yang kuat di Surabaya. Namun, kekuatan itu hanya akan bertahan jika partai segera memperbaiki komunikasi politik, baik di tingkat elite maupun simpatisan akar rumput.

 

“Jika tidak segera direspons dengan tepat, partai seperti Gerindra dan Golkar bisa memanfaatkan momentum ini. Mereka punya basis massa di Surabaya dan bisa mengambil peluang dari ketidakharmonisan PDIP,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.