Minggu, 19 Jul 2026 14:16 WIB

Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 5 Juta per RW, Arif Fathoni: Investasi SDM untuk Tangkal Hoaks

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 15 Jan 2026 20:38 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni

selalu.id - Program anggaran kepemudaan senilai Rp5 juta di setiap rukun warga (RW) yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dipastikan bukan sekadar dana bagi-bagi. 

DPRD Kota Surabaya memasang target jelas terkait pemuda harus menjadi penangkal hoaks sekaligus motor penggerak UMKM kampung.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menegaskan bahwa anggaran tersebut merupakan investasi sumber daya manusia, bukan bantuan modal usaha perorangan.

“Ini bukan person to person. Basisnya kelompok dan leading sektornya Karang Taruna. Dana ini harus menghasilkan kapasitas, bukan sekadar habis untuk kegiatan,” ujar Arif Fathoni, Kamis (15/1/2026).

Politisi yang akrab disapa Mas Toni ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, teknologi bisa menjadi alat kemajuan, namun juga berpotensi memicu manipulasi informasi jika tidak diimbangi literasi digital.

“AI itu pisau bermata dua. Bisa membantu, tapi juga bisa menghancurkan kebhinekaan kalau disalahgunakan. Karena itu, pemuda harus dibekali literasi digital agar mampu menangkal hoaks,” tegasnya.

Melalui program ini, Karang Taruna di setiap RW didorong bertransformasi menjadi Agent of Truth atau agen kebenaran. Output-nya jelas, yakni hadir di ruang-ruang edukasi warga, seperti forum sinau bareng, untuk mengedukasi masyarakat agar terbiasa melakukan saring sebelum sharing.

“Pemuda harus menjadi pelurus informasi di lingkungannya. Itu bagian dari ketahanan sosial kita,” kata Mas Toni.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Selain literasi digital, dana Rp5 juta per RW juga diarahkan untuk menguatkan ekonomi kampung melalui digital marketing dan digital branding. Namun Mas Toni meluruskan bahwa dana tersebut bukan modal tunai untuk membuka usaha baru.

“Bukan dikasih Rp5 juta lalu disuruh buka warung. Fokusnya pelatihan dan peningkatan skill. Anak muda sekarang tidak bisa lepas dari gadget, maka harus diarahkan ke hal positif, bukan pinjol atau judol,” ujarnya.

Lewat pelatihan tersebut, pemuda diharapkan mampu mendampingi pelaku UMKM lokal agar produknya naik kelas dan mampu bersaing di pasar digital.

“Minimal ada satu pemuda di RW yang bisa membantu UMKM setempat promosi lewat media sosial. Ini simbiosis mutualisme,” imbuhnya.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Untuk memastikan program berjalan efektif, DPRD Surabaya menekankan monitoring ketat dan indikator output yang terukur. Camat sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) diminta melakukan evaluasi berkala, minimal setiap tiga bulan.

“Harus jelas output-nya. Berapa UMKM yang dipromosikan? Bagaimana kualitas kontennya? Apakah ada peningkatan eksposur produk lokal,” tegas Mas Toni.

Ia menambahkan, skema pelaksanaan anggaran sebaiknya disusun bertahap melalui roadmap bulanan, mulai dari penguatan literasi digital, pelatihan pemasaran digital, hingga evaluasi berbasis kebutuhan wilayah.

“Tujuannya bukan menghabiskan anggaran, tapi membangun kapasitas. Anak muda Surabaya harus kita siapkan menjadi agen kebenaran dan motor penggerak ekonomi lokal,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.

Diperas, Kehilangan Kerja dan Foto Syurnya Tersebar: Ibu di Sidoarjo Awalnya Hanya Pinjam Rp200 Ribu

"Dari pembayaran bunga itu saja, total yang sudah dibayarkan Rp1,5 juta. Tapi hutang pokok belum lunas,” aku IR kepada awak media.

Foto Syur Tersebar di Grup WA, Ibu Muda di Sidoarjo Cari Keadilan ke Polda Jatim

Kasus ini bermula saat RI sangat membutuhkan biaya pengobatan darurat untuk anak pertamanya yang mengidap penyakit Autoimun dan ASD.

Pemkab Sidoarjo Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Siapkan 4 Paket Umrah untuk Warga

Kegiatan yang akan dipusatkan di kawasan Alun-Alun Sidoarjo tersebut menjadi ruang berkumpul bagi para pencinta sepak bola di Kota Delta.

520 Peserta Ikut MTQ Sidoarjo 2026, Ajang Cetak Generasi Qurani Berprestasi

Selain trofi dan uang pembinaan di setiap cabang lomba, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga menyiapkan hadiah paket umrah bagi para juara.