Selasa, 10 Feb 2026 13:35 WIB

Lindungi Predikat Kota Layak Anak, DPRD Surabaya Desak Izin Black Owl Dicabut

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 13 Jan 2026 18:29 WIB

selalu.id – Komisi D DPRD Kota Surabaya mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) bertindak tegas terhadap Rumah Hiburan Umum (RHU) yang diduga melanggar aturan dengan menjual minuman beralkohol (mihol) kepada anak di bawah umur. Sanksi terberat berupa pencabutan izin usaha pun mengemuka.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 5 Juta per RW, Arif Fathoni: Investasi SDM untuk Tangkal Hoaks

Desakan itu mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi D DPRD Surabaya, Selasa (13/1/2026), menindaklanjuti aduan dari Optimus Law Firm terkait kasus dugaan tindak pidana yang melibatkan anak di bawah umur di salah satu tempat hiburan malam ternama, Black Owl Surabaya.

 

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr Akmarawita Kadir, menegaskan kasus ini menjadi peringatan keras bagi Pemkot agar tidak abai dalam pengawasan RHU.

 

“Informasi yang kami terima, ada dugaan anak di bawah umur ditawarkan bahkan diberikan mihol. Ini jelas pelanggaran serius dan tidak boleh terjadi di Surabaya,” tegas Akma usai RDP.

 

Politisi Partai Golkar itu mengingatkan bahwa regulasi terkait peredaran mihol sudah sangat tegas. Berdasarkan peraturan perundang-undangan, usia minimal mengonsumsi atau membeli mihol adalah 21 tahun, sementara usia masuk RHU minimal 18 tahun.

 

“Surabaya sudah menyandang status Kota Layak Anak. Jangan sampai masa depan anak-anak kita rusak hanya karena lemahnya pengawasan dan pembiaran pelanggaran,” ujarnya.

 

Komisi D pun meminta DP3APPKB Surabaya turun tangan memberikan pendampingan kepada korban sekaligus memperketat pengawasan di lapangan. Tak hanya itu, DPMPTSP diminta bersikap tegas bila pelanggaran terbukti.

 

“Kalau ada unsur kesengajaan atau kelalaian sistematis, maka pencabutan izin usaha adalah konsekuensi yang harus diambil,” tegas Akma.

Baca Juga: Golkar Surabaya Minta Pengamanan Natal Fleksibel, Parkir Gereja Jadi Perhatian

 

Sementara itu, Penasihat Hukum korban dari Optimus Law Firm, Renald Christopher, membeberkan kronologi kasus yang dinilainya sangat memprihatinkan. Ia menyebut korban yang masih di bawah umur diduga dicekoki mihol di Black Owl hingga kehilangan kesadaran.

 

“Dalam kondisi tidak berdaya, korban dibawa oleh oknum supervisor ke Hotel Base Surabaya. Pelaku check-in atas nama pribadi dan di kamar hotel, korban dipaksa melayani nafsu pelaku,” ungkap Renald.

 

Ironisnya, saat istri pelaku mendatangi kamar hotel, korban justru mengalami kekerasan fisik berupa jambakan dan tamparan.

 

Baca Juga: RDP Dinilai Sepihak, Kuasa Hukum Korban Black Owl Minta DPRD Surabaya Gelar Ulang

“Kami sangat menyayangkan pihak Black Owl tidak hadir dalam RDP. Padahal, lokasi awal kejadian ada di sana. Kami minta Pemkot tidak ragu menutup izinnya jika terbukti melanggar,” tegas Renald.

 

Terkait proses hukum, Renald memastikan pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini menjalani penahanan titipan di Tahti kepolisian, sembari menunggu pelimpahan perkara (P21) ke kejaksaan.

 

Di sisi lain, Manager Legal Black Owl, Egy Ramadhan Z, sebelumnya mengakui adanya insiden tersebut. Namun, ia menyebut kejadian itu sebagai kelalaian oknum individu, bukan kesalahan sistem perusahaan.

 

“Soal pembatasan usia, kami sudah punya SOP ketat di seluruh cabang Black Owl. Ada program filter pengunjung yang berjalan sejak awal,” klaim Egy.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Potret 25 Terdakwa Kasus Pesta Gay Surabaya saat Jalani Sidang Perdana

Dalam kasus ini, total ada 34 terdakwa yang terbagi dalam beberapa berkas perkara. Sebanyak 25 terdakwa yang disidangkan lebih dulu.

Pemkot Surabaya Seleksi Ketat Penerima Bantuan Rutilahu 2026, Berikut yang Jadi Prioritas

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan, pengetatan kriteria dilakukan agar bantuan sosial benar-benar diterima warga yang paling membutuhkan.

Tolak Pergantian Pj Kades, Warga Patemon Jember Geruduk Kantor Camat Pakusari

Aksi tersebut dipicu lantaran mendengar akan adanya rencana pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon yang saat ini dijabat Siti Muslihatin.

Arif Fathoni Nilai Adies Kadir Layak Sebagai Hakim MK

Fathoni menilai Adies Kadir memiliki latar belakang yang kuat di bidang hukum dan tumbuh di lingkungan peradilan.

5.012 Anak Surabaya Lolos Administrasi Beasiswa Penghafal Kitab Suci, Berikut Jadwal Tes dan Lokasinya

Peserta yang lolos akan melanjutkan tahap pemberkasan daring, termasuk pengisian rekening atas nama siswa penerima beasiswa.

Momen Haru Gus Yani Kawal Kepulangan 3 Anak PMI Gresik dari Kuala Lumpur

Bagi ketiga anak tersebut, ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan pertemuan pertama dengan kampung halaman.