Sabtu, 05 Sep 2026 11:22 WIB

SMPN 1 Surabaya Disidak soal Pungutan Wisuda, Begini Temuan DPRD

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 29 Apr 2025 13:26 WIB
Sidak SMP N 1 Surabaya
Sidak SMP N 1 Surabaya

selalu.id - Isu pungutan biaya wisuda kembali mencuat di Surabaya. Salah satu SMP favorit di tengah Kota Surabaya diduga meminta pungutan hingga Rp1,15 juta untuk kegiatan kelulusan siswa kelas IX. Dugaan itu mengarah pada SMP Negeri 1 Surabaya.

 

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Menanggapi laporan masyarakat tersebut, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMPN 1 Surabaya pada Senin (29/4/2025). Dalam klarifikasinya, Ghoni menegaskan tidak ditemukan adanya pungutan resmi dari pihak sekolah.

 

“Ini murni apresiasi dari wali murid. Tidak ada biaya yang dibebankan oleh sekolah kepada siswa,” ujar Ghoni usai sidak.

 

Ia menjelaskan bahwa kegiatan wisuda atau pelepasan siswa tersebut merupakan inisiatif orang tua sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan anak-anak mereka selama tiga tahun menempuh pendidikan.

 

Menurut Ghoni, sidak dilakukan sebagai tindak lanjut dari aduan masyarakat, dan setelah pertemuan dengan kepala sekolah, Dewan Pendidikan Jawa Timur, dan perwakilan komite, tidak ditemukan pelanggaran dalam kegiatan tersebut.

 

“Kegiatan ini tidak memungut biaya dari sekolah. Justru ini contoh gotong royong yang positif jika dikelola dengan transparan dan tidak menimbulkan tekanan,” imbuhnya.

 

Namun demikian, Ghoni mengingatkan agar inisiatif dari wali murid ini tidak sampai menciptakan kesenjangan atau tekanan psikologis bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

 

“Sekolah harus menekankan kepada wali murid agar tidak memaksakan kontribusi. Ini soal menjaga semangat kebersamaan tanpa mengorbankan siapa pun,” tegasnya.

 

Di sisi lain, Ali Yusa dari Dewan Pendidikan Jawa Timur yang turut dalam sidak, menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara sekolah, komite, dan wali murid agar tidak terjadi kesalahpahaman.

 

Ia mengungkapkan, berdasarkan aduan yang diterima, terdapat rincian biaya sekitar Rp1.150.000 per siswa untuk kegiatan seperti santunan, doa bersama, pentas seni, dan buku kenangan.

 

Baca Juga: Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

“Ini bisa menjadi beban jika tidak dijelaskan secara terbuka sejak awal. Gotong royong itu penting, tapi harus ada transparansi dan kepekaan terhadap kondisi ekonomi masing-masing,” ujar Ali.

 

Ali menegaskan agar kegiatan kelulusan siswa ke depan dikemas secara lebih sederhana dan edukatif.

 

“Mari kita ubah bentuk apresiasi kelulusan siswa menjadi perayaan yang mencerminkan hidup sederhana dan penuh kepedulian, bukan budaya konsumtif,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.