Sabtu, 06 Jun 2026 00:32 WIB

SMPN 1 Surabaya Disidak soal Pungutan Wisuda, Begini Temuan DPRD

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 29 Apr 2025 13:26 WIB
Sidak SMP N 1 Surabaya
Sidak SMP N 1 Surabaya

selalu.id - Isu pungutan biaya wisuda kembali mencuat di Surabaya. Salah satu SMP favorit di tengah Kota Surabaya diduga meminta pungutan hingga Rp1,15 juta untuk kegiatan kelulusan siswa kelas IX. Dugaan itu mengarah pada SMP Negeri 1 Surabaya.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Menanggapi laporan masyarakat tersebut, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMPN 1 Surabaya pada Senin (29/4/2025). Dalam klarifikasinya, Ghoni menegaskan tidak ditemukan adanya pungutan resmi dari pihak sekolah.

 

“Ini murni apresiasi dari wali murid. Tidak ada biaya yang dibebankan oleh sekolah kepada siswa,” ujar Ghoni usai sidak.

 

Ia menjelaskan bahwa kegiatan wisuda atau pelepasan siswa tersebut merupakan inisiatif orang tua sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan anak-anak mereka selama tiga tahun menempuh pendidikan.

 

Menurut Ghoni, sidak dilakukan sebagai tindak lanjut dari aduan masyarakat, dan setelah pertemuan dengan kepala sekolah, Dewan Pendidikan Jawa Timur, dan perwakilan komite, tidak ditemukan pelanggaran dalam kegiatan tersebut.

 

“Kegiatan ini tidak memungut biaya dari sekolah. Justru ini contoh gotong royong yang positif jika dikelola dengan transparan dan tidak menimbulkan tekanan,” imbuhnya.

 

Namun demikian, Ghoni mengingatkan agar inisiatif dari wali murid ini tidak sampai menciptakan kesenjangan atau tekanan psikologis bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

 

“Sekolah harus menekankan kepada wali murid agar tidak memaksakan kontribusi. Ini soal menjaga semangat kebersamaan tanpa mengorbankan siapa pun,” tegasnya.

 

Di sisi lain, Ali Yusa dari Dewan Pendidikan Jawa Timur yang turut dalam sidak, menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara sekolah, komite, dan wali murid agar tidak terjadi kesalahpahaman.

 

Ia mengungkapkan, berdasarkan aduan yang diterima, terdapat rincian biaya sekitar Rp1.150.000 per siswa untuk kegiatan seperti santunan, doa bersama, pentas seni, dan buku kenangan.

 

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

“Ini bisa menjadi beban jika tidak dijelaskan secara terbuka sejak awal. Gotong royong itu penting, tapi harus ada transparansi dan kepekaan terhadap kondisi ekonomi masing-masing,” ujar Ali.

 

Ali menegaskan agar kegiatan kelulusan siswa ke depan dikemas secara lebih sederhana dan edukatif.

 

“Mari kita ubah bentuk apresiasi kelulusan siswa menjadi perayaan yang mencerminkan hidup sederhana dan penuh kepedulian, bukan budaya konsumtif,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.