Selasa, 21 Jul 2026 05:54 WIB

SMPN 1 Surabaya Disidak soal Pungutan Wisuda, Begini Temuan DPRD

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 29 Apr 2025 13:26 WIB
Sidak SMP N 1 Surabaya
Sidak SMP N 1 Surabaya

selalu.id - Isu pungutan biaya wisuda kembali mencuat di Surabaya. Salah satu SMP favorit di tengah Kota Surabaya diduga meminta pungutan hingga Rp1,15 juta untuk kegiatan kelulusan siswa kelas IX. Dugaan itu mengarah pada SMP Negeri 1 Surabaya.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

Menanggapi laporan masyarakat tersebut, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMPN 1 Surabaya pada Senin (29/4/2025). Dalam klarifikasinya, Ghoni menegaskan tidak ditemukan adanya pungutan resmi dari pihak sekolah.

 

“Ini murni apresiasi dari wali murid. Tidak ada biaya yang dibebankan oleh sekolah kepada siswa,” ujar Ghoni usai sidak.

 

Ia menjelaskan bahwa kegiatan wisuda atau pelepasan siswa tersebut merupakan inisiatif orang tua sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan anak-anak mereka selama tiga tahun menempuh pendidikan.

 

Menurut Ghoni, sidak dilakukan sebagai tindak lanjut dari aduan masyarakat, dan setelah pertemuan dengan kepala sekolah, Dewan Pendidikan Jawa Timur, dan perwakilan komite, tidak ditemukan pelanggaran dalam kegiatan tersebut.

 

“Kegiatan ini tidak memungut biaya dari sekolah. Justru ini contoh gotong royong yang positif jika dikelola dengan transparan dan tidak menimbulkan tekanan,” imbuhnya.

 

Namun demikian, Ghoni mengingatkan agar inisiatif dari wali murid ini tidak sampai menciptakan kesenjangan atau tekanan psikologis bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga: Menanti Pembenahan Akses dan Lahan Parkir di Wisata Hutan Kota Pakal Surabaya

 

“Sekolah harus menekankan kepada wali murid agar tidak memaksakan kontribusi. Ini soal menjaga semangat kebersamaan tanpa mengorbankan siapa pun,” tegasnya.

 

Di sisi lain, Ali Yusa dari Dewan Pendidikan Jawa Timur yang turut dalam sidak, menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara sekolah, komite, dan wali murid agar tidak terjadi kesalahpahaman.

 

Ia mengungkapkan, berdasarkan aduan yang diterima, terdapat rincian biaya sekitar Rp1.150.000 per siswa untuk kegiatan seperti santunan, doa bersama, pentas seni, dan buku kenangan.

 

Baca Juga: Revitalisasi Pasar Surabaya: Menjaga Urat Nadi UMKM, Bukan Sekadar Percantik Bangunan

“Ini bisa menjadi beban jika tidak dijelaskan secara terbuka sejak awal. Gotong royong itu penting, tapi harus ada transparansi dan kepekaan terhadap kondisi ekonomi masing-masing,” ujar Ali.

 

Ali menegaskan agar kegiatan kelulusan siswa ke depan dikemas secara lebih sederhana dan edukatif.

 

“Mari kita ubah bentuk apresiasi kelulusan siswa menjadi perayaan yang mencerminkan hidup sederhana dan penuh kepedulian, bukan budaya konsumtif,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.