Senin, 02 Feb 2026 22:20 WIB

SITALAS Diakui Nasional, Aspirasi Anak Surabaya Dipantau Real-Time 24 Jam

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 25 Apr 2025 10:32 WIB
Aspirasi anak Surabaya
Aspirasi anak Surabaya

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil menjadikan Sistem Informasi Kota Layak Anak Surabaya (SITALAS) sebagai model percontohan nasional. Aplikasi ini dikembangkan sejak 2023 sebagai sarana bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi secara langsung dan transparan.

SITALAS dirancang khusus untuk menampung aspirasi serta usulan anak-anak di Surabaya. Melalui aplikasi ini, anak-anak tidak hanya dapat menyampaikan masukan, tetapi juga memantau sejauh mana tindak lanjut yang dilakukan pemerintah.

Baca Juga: Bejat! Ancam Tak Biayai Sekolah, Ayah di Gresik Empat Tahun Cabuli Anaknya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa seluruh masukan yang masuk melalui SITALAS dapat dipantau perkembangannya secara real-time.

"Setiap masukan atau aspirasi anak-anak yang disampaikan bisa dipantau progresnya melalui aplikasi SITALAS," kata Eri Cahyadi, Senin (21/4/2025).

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini juga menegaskan, SITALAS menjadi wadah penting bagi anak-anak untuk mengetahui program-program Pemkot Surabaya, termasuk kegiatan Forum Anak Surabaya (FAS) dan organisasi anak lainnya.

"Misalnya, anak-anak memberikan masukan ke Dinas Pendidikan, maka masukannya bisa dilacak sampai sejauh mana ditindaklanjuti," ujarnya.

SITALAS dilengkapi fitur unggulan seperti enam klaster pengembangan Kota Layak Anak, indikator Kecamatan Layak Anak, Kelurahan Layak Anak, serta kanal untuk Mitra Anak.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengungkapkan bahwa SITALAS mendapat apresiasi dari UNICEF, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Mereka menilai SITALAS sebagai platform inovatif yang mampu menampung suara dan usulan anak-anak Kota Pahlawan secara nyata," kata Irvan.

Baca Juga: Diduga Cemburu, Remaja Sebar Foto Asusila Mantan Pacar ke Media Sosial

Karena itu, inovasi ini kini diadaptasi secara nasional menjadi Sistem Usulan Anak Nasional atau Suara Makna. Meski begitu, Irvan menegaskan bahwa versi asli SITALAS tetap memiliki keunggulan, terutama dalam akuntabilitas dan transparansi.

"Anak-anak yang melapor bisa melihat bukti dukung realisasi usulan mereka secara langsung, apakah sudah ditindaklanjuti dan sejauh mana. Ini praktik baik partisipasi anak dalam pembangunan," jelasnya.

Pengguna SITALAS tidak hanya berasal dari Forum Anak Surabaya, tetapi juga Forum Anak di tingkat kecamatan dan kelurahan, sehingga setiap wilayah administratif memiliki kanal partisipatif tersendiri.

Selain itu, SITALAS berkontribusi dalam penyediaan data layanan anak secara komprehensif yang menjadi sumber penting dalam perencanaan anggaran di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Baca Juga: Tips Mudik Sehat Bersama Anak, Dokter National Hospital Beri Panduan Lengkap

Dalam pelatihan dan sosialisasi SITALAS pada Jumat (11/4/2025), Irvan juga mengapresiasi Forum Anak Surabaya atas peran aktif mereka sebagai pelopor, pelapor, dan penggerak utama dalam memastikan suara anak-anak dihargai.

"Dari pelatihan ini, kami berharap seluruh perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan memahami cara kerja SITALAS dan memanfaatkan fitur-fiturnya secara maksimal. Membangun kota yang ramah anak adalah tanggung jawab kolektif kita semua," tuturnya.

Untuk menjamin efektivitas pelaksanaan, monitoring SITALAS dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk (DP3A-PPKB) Kota Surabaya. Jika terdapat kasus sulit, DP3A-PPKB akan berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tindak lanjut.

"Kalau ada kasus yang tidak bisa ditangani kelurahan dan kecamatan, DP3A-PPKB akan koordinasi dengan APH," pungkas Irvan. (ADV)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.