Senin, 02 Feb 2026 23:17 WIB

Penyegelan Gudang CV Sentosa Seal, Komisi A Kritik Minimnya Koordinasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 22 Apr 2025 16:48 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko

selalu.id – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menyatakan dukungan atas penyegelan gudang milik CV Sentoso Seal oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama jajaran Satpol PP dan Polres Tanjung Perak.

 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

“Kami mendukung penuh langkah Mas Wali. Ini bentuk shock therapy bagi pengusaha agar menjalankan bisnis dengan cara yang lebih manusiawi," kata Yona, Senin (22/4/2025).

 

Yona menyebut penyegelan sebagai langkah konkret dan positif dalam menyikapi polemik yang berkembang. Namun, ia menyoroti minimnya koordinasi antara eksekutif dan legislatif dalam pelaksanaannya.

 

"Tapi kami juga berharap, Komisi A sebagai mitra Satpol PP bisa dilibatkan dalam langkah seperti ini,” ujarnya.

 

Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya ini menjelaskan, penyegelan dilakukan karena CV Sentoso Seal tidak memiliki Tanda Daftar Gudang (TDG), yang merupakan pelanggaran administratif terkait usaha penyimpanan barang.

 

Ia meminta masyarakat objektif dan tidak mengaitkan penyegelan dengan isu penahanan ijazah atau pelanggaran ketenagakerjaan.

 

“Gudang itu disegel karena tidak punya TDG, bukan karena isu penahanan ijazah atau UMK. Soal lain seperti upah atau ijazah, itu ranahnya berbeda dan tetap harus ditindaklanjuti,” jelasnya.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

 

Meski mendukung tindakan Eri, Yona mengaku belum mendapatkan pemberitahuan resmi terkait aksi penyegelan tersebut. Ia menyayangkan hal itu, mengingat DPRD sebagai representasi rakyat seharusnya dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategis.

 

“Ini bukan soal kami minta kerjaan. Ini soal kolaborasi. Kalau rakyat bertanya ke kami, kami harus bisa memberi penjelasan. Kalau tidak diajak bicara, kami kesulitan menjelaskannya,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Yona menyoroti perlunya penanganan menyeluruh dalam kasus Sentoso Seal. Ia mendorong pemerintah juga memperhatikan potensi pelanggaran terhadap Upah Minimum Kota (UMK) dan kewajiban administratif lainnya.

Baca Juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

 

“Kalau terbukti pengusaha tidak membayar sesuai UMK dan tidak mengajukan surat ketidakmampuan, itu pelanggaran. Bahkan bisa masuk ranah pidana,” tegasnya.

 

Ia berharap momentum ini menjadi awal pembenahan terhadap iklim ketenagakerjaan di Surabaya, dengan prinsip keadilan bagi pekerja dan kepatuhan dari pengusaha.

 

“Negara harus hadir. Jangan hanya fokus pada satu isu, tapi lihat persoalan yang lebih luas. Dan kami di DPRD siap mendukung setiap langkah baik, asalkan dilibatkan dalam prosesnya,” pungkas Yona.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.