Rabu, 30 Sep 2026 06:48 WIB

Tegas! Eri Cahyadi: Bukan Diana, tapi CV Sentosa Seal yang Ditindak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 22 Apr 2025 15:48 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa langkah penyegelan gudang milik CV Sentosa Seal bukan ditujukan kepada individu, termasuk Jan Hwa Diana, melainkan kepada entitas perusahaan secara keseluruhan.

 

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Tak Mau Seragam Bikin Sekolah Negeri Terlihat Beda Kasta

Eri menekankan bahwa penyegelan ini tidak terkait pemeriksaan terhadap individu tertentu dalam dugaan penahanan ijazah milik 15 mantan karyawan.

 

“Saya tidak menyasar perorangan. TDG (Tanda Daftar Gudang) ini kami lihat dari perusahaannya, bukan dari siapa orangnya. Karena yang bertanggung jawab adalah lembaga, bukan satu-dua orang yang belum tentu terkait langsung,” ujar Eri, Selasa (23/4/2025).

 

Ia menjelaskan bahwa dalam sebuah perusahaan, tanggung jawab hukum dan operasional melekat pada jabatan, terutama direktur, bukan pada personal yang belum jelas keterlibatannya.

 

“Siapa yang bertanggung jawab? Direkturnya. Karena secara legal, direktur yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan,” katanya.

 

Eri juga mengingatkan publik agar tidak gegabah menyebut nama seseorang tanpa dasar yang kuat. Menurutnya, penyebutan nama secara prematur dapat menimbulkan salah tafsir hingga fitnah.

Baca Juga: Tasyakuran HUT ke-81 dengan Nobar Film Kemerdekaan, Wali Kota Eri Cahyadi jadi Aktornya

 

“Kalau ternyata nama yang disebut bukan penanggung jawab, itu bisa menimbulkan salah paham. Kami tegaskan, yang kami tindak adalah perusahaannya,” tegas Ketua APEKSI itu.

 

Terkait dugaan penahanan ijazah, Eri menegaskan bahwa Pemkot Surabaya tidak akan mentolerir praktik tersebut. Ia menyebut ijazah adalah hak pribadi yang tidak boleh ditahan, karena dapat menghambat masa depan seseorang.

 

Baca Juga: Wali Kota Eri Geram dengan Kinerja Camat di Tiga Kecamatan, Ini Alasannya

"Jangan sekali-sekali menahan ijazah anak-anak Surabaya. Ijazah itu penting untuk masa depan mereka. Ini bukan persoalan kecil,” ujarnya.

 

Pemkot Surabaya juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian dan Dinas Tenaga Kerja, untuk menindaklanjuti dugaan penahanan ijazah dan pelanggaran izin operasional oleh perusahaan tersebut.

 

"Kalau ada perusahaan yang tidak taat aturan dan membuat gaduh Surabaya, saya pastikan akan saya tutup,” pungkas Eri.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.

Prabowo dan Megawati Janjian Makan Nasi Goreng, Mau Bahas Apa Ya?

Sajian nasi goreng Megawati sendiri punya rekam jejak historis dalam hubungan kedua tokoh nasional ini.

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Dari proyek tersebut, sekitar 5.160 tenaga kerja terlibat, dengan rincian 2.000 tukang dan 3.160 asisten tukang. Juga gerakkan ekonomi warga lainnya.

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.