Minggu, 01 Feb 2026 20:30 WIB

Kasus Pungli Rp8 Juta di Wira-Wiri Bongkar Celah Pengawasan Lemah Dishub Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 31 Des 2025 09:58 WIB

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan sikap tegas Pemerintah Kota Surabaya dalam memberantas praktik pungutan liar di sektor transportasi publik.

Penegasan itu disampaikan saat apel bersama jajaran Dinas Perhubungan Surabaya, driver dan helper Suroboyo Bus serta Feeder Wira-Wiri, hingga juru parkir di Terminal Intermoda Joyoboyo, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga: Wali Kota Eri Datangi Rumah Ibu Ojol Viral, Ajak Ubah Nasib Lewat Padat Karya

Eri menegaskan proses rekrutmen driver dan helper tidak boleh dipungut biaya dalam bentuk apa pun.

“Masuk menjadi driver dan helper tidak dipungut satu sen pun. Kalau ada yang meminta uang, laporkan segera,” tegas Eri.

Pernyataan tersebut merespons kasus dugaan pungli yang menimpa seorang pengemudi ojek online yang diminta membayar Rp8 juta untuk menjadi driver Wira-Wiri.

Pemkot Surabaya telah memberikan sanksi skorsing kepada pelaku. Meski demikian, Eri menyebut sanksi tetap mempertimbangkan sisi kemanusiaan karena yang bersangkutan memiliki anak berkebutuhan khusus.

Eri menegaskan tidak ada toleransi apabila kasus serupa kembali terjadi. Ia juga mengingatkan pejabat yang mengetahui praktik pungli namun tidak melaporkannya akan turut dikenai sanksi.

“Atasan langsung wajib melaporkan. Jika tidak, sanksi akan dijatuhkan sesuai aturan,” tegasnya.

Selain soal pungli, Eri menyoroti aspek keselamatan dan etika pelayanan. Para driver diminta tidak ugal-ugalan, tidak saling menyalip, serta bersikap ramah kepada penumpang.

Baca Juga: Dishub Surabaya Siap Beri Sanksi Tegas Jukir Pakai QRIS Non-Resmi

Untuk memperkuat pengawasan, Pemkot Surabaya akan memasang alat penilaian kepuasan masyarakat di setiap armada. Laporan dari masyarakat dapat menjadi dasar evaluasi hingga pergantian petugas.

Langkah lainnya, seluruh driver dan helper, baik baru maupun yang sudah bertugas, diwajibkan menjalani tes urine.

“Seluruhnya wajib menandatangani surat pernyataan. Kalau kedapatan melanggar, termasuk ugal-ugalan, langsung diberhentikan,” ujar Eri.

Eri juga mengingatkan ketentuan pembayaran transportasi publik Surabaya yang pada prinsipnya menggunakan sistem non-tunai, seperti e-money, e-toll, dan penukaran botol plastik.

Namun, jika dalam kondisi tertentu harus menerima pembayaran tunai, petugas diminta melakukannya secara terbuka dan mendokumentasikan proses tersebut.

Baca Juga: Wali Kota Eri Cahyadi Tegaskan Siap Rekomendasikan Pembubaran Ormas Pelaku Premanisme

“Jika terpaksa menerima tunai, lakukan terbuka, direkam. Ini untuk mencegah hoaks dan fitnah,” katanya.

Di akhir arahannya, Eri mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan praktik pungli maupun penipuan yang mengatasnamakan Pemkot Surabaya.

“Kalau masyarakat tidak berani melapor, praktik seperti ini akan terus terulang,” ujarnya.

Usai apel, Wali Kota Eri Cahyadi menjajal langsung Feeder Wira-Wiri yang telah dipasangi alarm pengingat kecepatan. Alarm akan berbunyi jika kendaraan melaju lebih dari 40 kilometer per jam sebagai upaya menjaga keselamatan penumpang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.