Selasa, 03 Feb 2026 04:31 WIB

Hadapi Perubahan PPDB 2025, Dispendik Surabaya Gelar Simulasi Online

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 22 Apr 2025 15:27 WIB
PPDB
PPDB

selalu.id - Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, menyatakan bahwa sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2025 akan lebih modern dengan konsep paperless dan berbasis online untuk menciptakan proses pendaftaran yang lebih praktis dan transparan.

Mengantisipasi perubahan tersebut, Dispendik menyiapkan simulasi interaktif PPDB secara online guna membantu orang tua memahami proses dan jalur pendaftaran dengan lebih mudah.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Simulasi ini akan ditayangkan melalui website resmi dan media sosial Dispendik. Tujuannya, agar orang tua tidak bingung saat memilih jalur pendaftaran, termasuk dalam menentukan zonasi domisili.

“Nanti kita siapkan simulasi. Misalnya, orang tua ingin memilih jalur Domisili 1, bisa lihat langsung mekanismenya. Begitu juga Domisili 2, semuanya ada contohnya,” terang Yusuf, Selasa (22/4/2025).

Simulasi tidak hanya menampilkan visualisasi alur pendaftaran, tetapi juga skenario berdasarkan wilayah, kelurahan, hingga persentase kuota di jalur afirmasi, prestasi, mutasi, dan domisili.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Selain itu, Dispendik juga akan menggelar sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah dan kelurahan agar informasi PPDB menjangkau semua lapisan masyarakat.

Posko bantuan akan tersedia di sekolah dasar (SD) untuk mendampingi orang tua yang mengalami kesulitan akses layanan online.

“Kalau orang tua kesulitan akses internet atau sinyal, bisa ke SD terdekat. Tidak perlu datang ke sekolah tujuan, semua bisa dibantu di SD yang sudah kami siapkan,” jelas Yusuf.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Ia menambahkan, meskipun proses pendaftaran berbasis digital, keputusan tetap sepenuhnya berada di tangan orang tua.

“Teman-teman di sekolah hanya membantu teknis. Pilihan sekolah tetap ditentukan orang tua. Kami tidak ingin ada kasus salah pilih karena terburu-buru atau kurang memahami mekanisme,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.