Senin, 02 Nov 2026 04:31 WIB

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 02 Feb 2026 14:34 WIB
Ilustrasi. (Dok. LPS Pengadaan/Istimewa).
Ilustrasi. (Dok. LPS Pengadaan/Istimewa).

selalu.id - Gerakan Masyarakat Pembela Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Gempar Jatim) mendesak Inspektorat Provinsi melakukan audit investigatif menyeluruh pada program pengadaan laptop untuk ponpes yang diduga bersumber dari dana Pokir DPRD Jatim.

Pengadaan laptop itu diduga disalahgunakan atau dikorupsi dan tidak sesuai spesifikasi juga potensi pemborosan anggaran.

Baca Juga: Jaka Jatim Sebut Anwar Sadad Kebal Hukum dalam Kasus Korupsi Dana Hibah

Atas itu, Gempar Jatim akan menggelar aksi di depan Kantor Inspektorat Jatim hari ini, Senin (2/2/2026). 

Ketua Gempar Jatim, Zahdi mengungkapkan paket pengadaan laptop untuk pondok pesantren yang tercatat dalam rencana pengadaan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Jatim.

Berdasarkan data pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), terdapat sejumlah paket pengadaan laptop dalam program peningkatan peran serta masyarakat dalam pemberdayaan SDM dengan nilai ratusan juta rupiah per paket. 

Metode pemilihan yang digunakan tercatat melalui mekanisme e-purchasing.

Baca Juga: Top 5 Berita: Alumni Cak dan Ning hingga Satpol PP Surabaya

Di sisi lain, penelusuran pada katalog elektronik nasional memperlihatkan harga satuan beberapa produk laptop dengan spesifikasi sekelas prosesor Intel Core i5 generasi ke-12, RAM 16 GB, dan SSD 512 GB berada di kisaran Rp12 juta hingga Rp13 juta per unit, tergantung penyedia.

Perbandingan inilah yang memunculkan pertanyaan dari kalangan masyarakat sipil. 

"Ini perlu ada audit menyeluruh untuk memastikan kesesuaian spesifikasi barang dengan harga yang dibayarkan negara. Pesantren bukan objek eksperimen kebijakan gagal, apalagi tempat pembuangan barang bermasalah," tegas Zahdi saat dikonfirmasi. 

Baca Juga: Sidang Korupsi Hibah Pokir Jatim, JPU KPK Bakal Panggil Sekda Jatim

Pihaknya menduga ada potensi ketidaksesuaian spesifikasi serta indikasi harga yang tidak wajar, sehingga meminta Inspektorat Jatim turun tangan melakukan audit investigatif, khususnya pada pengadaan yang berada di bawah kewenangan Biro Kesra.

Selain itu, Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

"Kami juga mendesak Gubernur Jawa Timur dan pimpinan DPRD Jatim mengambil tanggungjawab politik untuk memastikan program bantuan tidak bermasalah dalam pelaksanaannya," tegas Zahdi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Perkuat AI TechCo, Indosat Bukukan Laba Rp4,9 Triliun di Kuartal III 2026

Angka ini melonjak signifikan dibanding perolehan sepanjang 2025 yang sebesar USD28 juta, dan diproyeksikan menyentuh USD100 juta pada akhir 2026.

Bakal Dihadiri 13 Ribu Peserta, Ini Rangkaian dan Jadwal Milad ke-7 LSN di Alun-Alun Jember

Konsolidasi akbar ini menargetkan kehadiran sekitar 13 ribu peserta sekaligus memecahkan momentum pelantikan massal bagi ribuan pengurus LSN dan Srikandi LSN.

Sketsa YouTube Woko Channel jadi Film Layar Lebar "Piye To Kih?": Tayang di Bioskop 19 November

Cerita film ini tentang Mukidi setelah rencananya untuk menikah berantakan sampai ia bertemu Sukma, perempuan yang membawanya pada sebuah hubungan yang absurd.

Muaythai Jatim Mulai Petakan Regenerasi Atlet untuk PON 2028

Gebrakan ini dilakukan setelah Baso Juherman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026–2031.

Gudang Minyak Goreng di Kemuning Sidoarjo Ludes Terbakar

Mengenai pemicu amukan api serta estimasi kerugian materiil, pihak Damkarmat Sidoarjo mengaku masih belum bisa memastikannya, begitupun penyebabnya.

Haul Akbar Sidoarjo 2026, Bupati Subandi Ajak Warga Perkuat Moral dan Persatuan

Bupati Sidoarjo Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.