Selasa, 03 Feb 2026 12:57 WIB

Selain Ijazah, UD Sentoso Seal Juga Menahan KTP dan SIM Karyawannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 16 Apr 2025 18:33 WIB
Aksi demonstrasi di UD Sentoso Seal
Aksi demonstrasi di UD Sentoso Seal

selalu.id - Syehadi Nisfullail tak pernah menyangka, niatnya bekerja untuk menghidupi keluarga justru berujung kehilangan dokumen penting dan beban denda harian yang memberatkan.

Mantan karyawan UD Sentoso Seal ini menjadi salah satu dari 31 korban yang melaporkan penahanan ijazah ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Selama bekerja sebagai bagian Driver pengiriman, Syehadi mengaku terbebani aturan yang memberlakukan denda hingga Rp35.000 untuk setiap keterlambatan pengiriman. Ia pernah terlambat mengantar lima barang dalam satu hari, dan langsung dikenai denda Rp175.000.

“Dendanya Rp35 ribu per tujuan. Kalau lima pengiriman telat, langsung kena lima kali lipat. Gaji harian saya aja cuma Rp75 ribu,” cerita Syehadi saat dihubungi, selalu.id Selasa (16/4/2025).

Tak hanya soal denda, Syehadi juga merasa tercekik dengan sistem kerja yang membuat hak-haknya sebagai pekerja mudah hangus.

“Kalau sekali libur, semua bonus mingguan dan bulanan langsung hilang. Gaji pokok saya Rp500 ribu, selebihnya ngandelin bonus. Tapi ya nggak aman,” tambahnya.

Puncaknya, setelah bekerja selama tiga bulan dan merasa tak kuat lagi dengan sistem kerja yang menekan, ia memutuskan untuk mengundurkan diri. Namun, masalah belum selesai. Ijazah, SIM, dan KTP miliknya masih ditahan pihak perusahaan.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

“Waktu keluar saya ngomong baik-baik, bilang mau resign karena cari nafkah kok malah kena denda. Tapi ijazah nggak juga dikembalikan. Saya WA, nggak dibalas,” kata Syehadi.

Bahkan, sejak awal bergabung, ia mengaku sudah diberitahu bahwa dokumen pribadi seperti ijazah, KTP, dan SIM akan ditahan.

“Waktu interview, kepala gudangnya bilang KTP ditahan dua hari, tapi setelah itu baru bisa tukar kalau nyerahin ijazah. SIM juga sama, bahkan katanya harus nebus kalau mau ambil,” ungkapnya.

Kini, Syehadi hanya berharap satu hal agar dokumen-dokumennya bisa kembali. Sudah mengadu ke Disnaker dan satu pintu pengacara PERADI.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

“Saya cuma pengen data pribadi saya dikembalikan. Ijazah, SIM, itu penting banget buat kerja lagi. Urus SIM sekarang susah, dan saya juga nggak punya uang buat bolak-balik,” ujarnya.

Ia berharap, pemilik UD Sentosa Seal, Jan Hwa Diana, yang hingga kini masih menyangkal mengenal para korban, bisa bertanggung jawab.

“Kalau saya sih simple aja. Yang penting hak saya dikembalikan. Nggak minta lebih,” pungkas Syehadi.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.