Kamis, 06 Agu 2026 21:21 WIB

Pansus LKPJ Minta Camat-Lurah Awasi Ketat Proyek Dana Kelurahan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 15 Apr 2025 15:09 WIB
Anggota Pansus, Eri Irawan
Anggota Pansus, Eri Irawan

selalu.id – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Surabaya untuk LKPJ Wali Kota mengingatkan seluruh camat dan lurah agar lebih serius mengawasi proyek infrastruktur yang dibiayai melalui Dana Kelurahan (Dakel).

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Polemik RM Ayam Goreng Ny Suharti Tuntas dengan Transparan dan Humanis

Anggota Pansus, Eri Irawan, menekankan pentingnya pengawasan agar pembangunan kampung berjalan optimal dan tidak menimbulkan persoalan baru.

 

“Tahun ini Dana Kelurahan mencapai sekitar Rp509 miliar, sebagian besar untuk proyek infrastruktur. Jangan sampai kebijakan Wali Kota Eri Cahyadi tidak diterjemahkan dengan maksimal di lapangan,” kata Eri usai rapat bersama para camat, Selasa (15/4/2025).

 

Eri menyoroti sejumlah masalah tahun lalu, seperti kerusakan jaringan pipa PDAM akibat proyek kampung. Hal itu sempat mengganggu distribusi air ke rumah warga. Ia mengingatkan, dengan cakupan pipa PDAM yang semakin luas, risiko serupa bisa meningkat jika tak ada koordinasi teknis yang baik.

 

“Harus ada sinergi dengan PDAM dan dinas teknis lain agar proyek Dakel tidak merusak infrastruktur yang sudah ada,” tegasnya.

 

Eri juga menyoroti sisa material proyek yang kerap ditinggalkan setelah pengerjaan selesai. Banyak ditemukan tumpukan pasir, batu, hingga bekas paving yang tak dibersihkan dan justru mengganggu aktivitas warga.

 

Baca Juga: Bukan Sekadar Tuan Rumah, DPRD Surabaya Ingin Porprov Jatim 2027 Berbasis Sportainment dan Dongkrak UMKM

“Bahkan ada material yang ditaruh tepat di depan rumah warga dan dibiarkan berhari-hari. Warga sampai kesulitan keluar masuk rumah. Ini tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya.

 

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, camat dan lurah tidak hanya mengawasi administrasi, tapi juga harus turun langsung memantau kualitas material dan teknis pengerjaan di lapangan.

 

“Material saluran dan paving harus sesuai standar. Jangan sampai belum setahun sudah rusak,” tambahnya.

 

Baca Juga: Pendaftaran Online Bikin Resah Pedagang UMKM Taman Bungkul Surabaya, Lapak Terancam Diserobot

Ia juga meminta agar pengadaan barang dan jasa dilakukan sesuai aturan agar tidak menimbulkan persoalan hukum.

 

“Tim kelurahan harus paham aturan main. Kalau masih kesulitan, bisa minta pendampingan ke bagian pengadaan atau administrasi pembangunan Pemkot. Jangan sampai karena kelalaian prosedur, muncul masalah hukum,” pungkasnya.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

60 Remaja di Sidoarjo Idap HIV: Tujuh Meninggal, 53 Berjuang Hidup

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina meminta masyarakat tidak merespons angka ini dengan kepanikan.

Tekan Penularan HIV pada Remaja, Pemkab Sidoarjo Geser Fokus ke Edukasi dan Promotif

Guna membendung penularan vertikal ini, layanan skrining berdasarkan siklus hidup terus diperkuat, termasuk lewat program triple eliminasi.

Tiga Direksi PDAM Surabaya Resmi Berganti, Berikut Namanya

Tantangan terbesar direksi baru bukan hanya menjaga kondisi keuangan perusahaan tetap sehat, tetapi juga memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

Bahan Baku Tisu PT SPS di Sukoanyar Mojokerto Terbakar, 7 Mobil Pemadaman Dikerahkan

Kapolsek Ngoro, Kompol Heru Purwandi mengatakan awal mula kebakaran pabrik produksi tisu itu dari lahan tebu lalu merembet ke area bahan baku tisu.

Propam Polres Jember Sidak Samsat dr Soebandi, Pastikan Bebas Pungli dan Calo

Suwito menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari program pengawasan Waspada Pungli (WDP) untuk memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi masyarakat.

Terungkap! Pencuri Kursi Besi Milik Pemkot Surabaya Ternyata Cleaning Service Klinik yang Bawa Ambulans

Saat ini, Polsek Gubeng telah mengamankan barang bukti berupa mobil ambulans serta kursi besi hasil curian. Pelaku juga telah ditetapkan tersangka.