Kamis, 03 Sep 2026 17:29 WIB

Tak Hanya Mal PTC, Wali Kota Eri Bakal Berantas Penjual Mihol Tak Berizin

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 08 Apr 2025 17:28 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya menegaskan komitmennya dalam menindak peredaran minuman beralkohol (mihol) tanpa izin di seluruh wilayah kota, tanpa pengecualian.

 

Baca Juga: Lindungi Predikat Kota Layak Anak, DPRD Surabaya Desak Izin Black Owl Dicabut

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa penindakan tidak hanya berlaku di pusat perbelanjaan seperti Mal Pakuwon Trade Center (PTC), tetapi juga di lokasi lain seperti warung dan tempat usaha di pinggir jalan.

 

“Surabaya memiliki Perda No 1 Tahun 2023, tidak boleh menjual minuman alkohol di tempat sembarangan. Karena Perdanya sudah jelas, di mana titik itu bisa menjual alkohol, maka di tempat itu saja,” ujar Eri, Selasa (8/4/2025).

 

Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2023 tentang Perdagangan dan Perindustrian mengatur bahwa penjualan mihol hanya boleh dilakukan oleh pelaku usaha yang memiliki Surat Keterangan Penjual Langsung Minuman Beralkohol (SKPL-MB). Penjualan tanpa izin dinyatakan ilegal.

 

Wali Kota Eri mengimbau masyarakat untuk melaporkan bila menemukan pelanggaran terkait penjualan mihol. Ia memastikan tidak ada tebang pilih dalam penegakan aturan.

 

“Kalau ada yang menjual minuman alkohol tanpa izin, tolong sampaikan kepada Pemerintah Kota Surabaya. Kami tidak akan pernah tebang pilih, apakah itu di pinggir jalan, di warung, atau di mal, kalau tidak ada izin mihol, pasti kami akan tutup,” tegasnya.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya: Promosi Alkohol oleh Influencer Berisiko Tinggi

Ia menambahkan bahwa penegakan ini merupakan bagian dari pelaksanaan regulasi dan pengawasan terhadap pelaku usaha, khususnya dalam menjaga ketertiban kota.

 

“Maka dengan Perda itu saya nyuwun tulung (minta tolong), ayo semua warga jaga Surabaya, jaga toleransi, jangan sampai diadu,” ujarnya.

 

Eri juga menyampaikan bahwa regulasi tersebut berbeda dengan negara-negara yang memperbolehkan penjualan alkohol secara bebas. Menurutnya, penjualan mihol di Surabaya hanya diperbolehkan di lokasi tertentu yang telah diatur pemerintah.

 

Baca Juga: Gara-Gara Konten Viral, Pemkot Surabaya Ancam Cabut Izin Toko Mihol Nakal

“Kita tidak boleh jual sembarangan, tapi boleh dijual di titik tertentu yang kita keluarkan izinnya di mana diatur,” tambahnya.

 

Selain mihol, Eri juga meminta masyarakat melaporkan bentuk pelanggaran lain seperti praktik perjudian dan warung pangku.

 

“Apakah itu ada judi merpati, warung pangku, atau jual mihol tidak ada izinnya, tolong sampaikan ke kami, bisa melalui camat dan lurah. Ayo kita berantas yang seperti ini bareng-bareng,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.