Rabu, 16 Sep 2026 20:18 WIB

Ini Aturan Baru untuk Masuk ke Alun-alun Bawah Tanah Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Jan 2022 17:36 WIB
Alun-alun Suroboyo
Alun-alun Suroboyo

selalu.id - Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (DKKORP) Kota Surabaya telah mengubah aturan untuk para pengunjung atau wisatawan yang ingin ke Alun-alun Kota Surabaya, harus wajib daftar tiket masuk melalui formulir digital di situs tiketwisata.surabaya.go.id.

Aturan tersebut telah berlaku untuk mengendalikan para wisatawan dari dalam maupun dari luar area Alun-alun Kota Surabaya.

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

"Sekali dibuka kan banyak sekali ya pengunjungnya. Supaya terkontrol serta in dan out-nya jelas, maka kita buatkan jadwal melalui website tersebut, sebelum wisatawan datang ke alun-alun," kata Kepala DKKORP Wiwiek Widayati, Minggu (16/1/2022).

Untuk mendapatkan tiket, pengunjung terlebih dahulu mengisi formulir pendaftaran secara digital melalui situs. Lalu mendapatkan tiket dengan mengunduh atau dengan menangkap layar ponsel (screenshot).

"Selanjutnya, tanda bukti pendaftaran itu ditunjukkan kepada petugas sebelum masuk ke dalam area galeri Alun-alun Surabaya," jelas Wiwiek.

Alun-alun Surabaya, lanjut Wiwiek, dibuka mulai dari jam sembilan pagi hingga jam delapan malam. Sebagai upaya patuh prokes, lokasi alun-alun Surabaya ini terbatas bagi seratus pengunjung saja tiap tiga puluh menit.
Setelahnya, petugas akan mengarahkan para wisatawan secara humanis untuk keluar dari area Alun-alun.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

"Kecuali untuk anak-anak yang main skateboard ya, yang diubah aturannya kan untuk yang berkunjung di area galeri seni. Setelah semua keluar, area galeri kita sterilkan selama 10 menit menggunakan desinfektan," urainya.

Pembatasan jumlah waktu berkunjung di Alun-alun Surabaya ini, sebagai ikhtiar untuk mencegah penyebaran Covid-19. Begitupun juga dengan metode pendaftaran yang dilakukan secara digital. Wisatawan yang berkunjung juga diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat dan scan barcode PeduliLindungi.

Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai Budaya, Saidatul Ma’munah, tak hanya jadwal kunjungan yang akan dievaluasi. Pengunjung yang berada di luar area galeri Alun-alun Surabaya juga diatur. Tujuannya, agar tidak ada kerumunan berlebih dan wisatawan yang mengantre terlalu lama.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Demo Tolak Muzakki Kembali Pimpin Kampus, Angkat Persoalan Dana Hingga UKT

"Banyak yang antre, bahkan kalau weekend Sabtu-Minggu itu hampir empat ribu wisatawan dari luar kota," lanjut Saidatul.

Aturan ini merupakan hasil dari evaluasi asesmen ulang, setelah awal Alun-alun Surabaya dibuka. Tiket pendaftaran yang bebas biaya, membuat animo warga tinggi, dan menyebabkan kunjungan membludak. (Ade/SL2)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.

Keselamatan Terancam, Warga Karangbong Sidoarjo Tolak Rencana Kenaikan Kelas Jalan Surowongso

Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Anang Siswanto menegaskan pihak legislatif wajib melihat kondisi objektif sebelum menentukan sikap penyesuaian kelas jalan.

Tagihan Retribusi Sampah Perumahan Elit Surabaya Capai Puluhan Juta, Ini Penjelasan DLH

Temuan itu mendorong DPRD Surabaya mempertanyakan pola pembebanan iuran yang ditagihkan pengembang kepada para penghuni di kawasan perumahan elit tersebut.