Senin, 02 Feb 2026 22:20 WIB

Wali Kota Eri Kritisi Pengembang Perumahan yang Tak Sediakan Lahan Pemakaman

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 08 Mar 2025 09:15 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id- Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyoroti semakin sempitnya lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang kini hampir penuh.

 

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Tepi Sungai Tak Digunakan untuk Bangunan dan Lahan Parkir

Menurut Eri, penyebab menyempitnya lahan makam di Surabaya ini, salah satunya adalah pengembang perumahan tidak menyediakan lahan pemakaman sebagaimana mestinya. 

 

Ia menegaskan bahwa setiap perumahan seharusnya memiliki lahan makam, namun banyak yang mengabaikan kewajiban tersebut.

 

“Setiap perumahan harus menyediakan lahan makam, setiap kampung juga jangan dibangun semua. Kalau mereka punya tanah kavlingan, harusnya menghitung berapa makam yang disediakan. Selama ini kan nggak dihitung, padahal itu kewajiban,” ujar Eri, kepada Selalu.id, Jumat (7/3/2025).

 

Kondisi ini semakin terasa karena banyak TPU Surabaya yang sudah penuh. Bahkan, kata dia, beberapa makam sudah menerapkan sistem tumpang sebagai solusi terakhir. TPU Keputih dan Babat Jerawat, misalnya, sudah mencapai kapasitas maksimal.

 

“Ya memang terpaksa tumpang tindih kalau tidak ada lahan. Kalau tidak seperti itu, Surabaya makin kehabisan tempat. Di Mekah pun sudah seperti itu. Ini yang sedang kita hitung dan evaluasi,” jelasnya.

 

Eri juga mengungkapkan bahwa Pemkot Surabaya harus mempertimbangkan skala prioritas dalam penggunaan anggaran. 

Baca Juga: Anak Pejabat Dapat UKT Rp15 Juta, Program Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya Disorot

 

Ia menilai bahwa pengadaan lahan makam baru membutuhkan biaya besar, sementara pemerintah juga harus mengalokasikan anggaran untuk pendidikan dan kesehatan gratis.

 

“Beli lahan makam itu nggak murah. Per meter bisa Rp4 juta–Rp5 juta, kalau puluhan hektare? Itu uangnya bisa buat berapa orang berobat gratis? Berapa mahasiswa bisa sekolah sarjana? Nah, ini yang harus dipilih, mana yang lebih prioritas,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto, menjelaskan bahwa sistem tumpang menjadi solusi yang diperbolehkan, terutama bagi keluarga yang memiliki makam lama.

Baca Juga: Sambil Ingatkan Ancaman Provokasi, Eri–Armuji Pamer Kekompakan

 

“Misalnya ada orang tua yang dulu dimakamkan, lalu anggota keluarga lain ingin dimakamkan di tempat yang sama, itu bisa. Bahkan ada yang sampai tumpang tiga atau empat, dan secara agama tidak masalah,” ujarnya.

 

Selain itu, ia juga menyebut bahwa masih ada banyak makam kampung yang dikelola warga. Namun, karena beberapa di antaranya berbayar, banyak warga yang akhirnya memilih TPU milik Pemkot yang gratis.

 

“Pemkot hanya mengelola 13 TPU plus satu krematorium. Sementara ada sekitar 300 makam kampung yang dikelola warga. Karena makam kampung kadang berbayar, banyak yang beralih ke TPU Pemkot,” jelas Dedik.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.