Senin, 19 Okt 2026 15:47 WIB

Sambil Ingatkan Ancaman Provokasi, Eri–Armuji Pamer Kekompakan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 25 Jan 2026 10:48 WIB
Eri Cahyadi dan Armuji saat podcast di salah satu media Surabaya
Eri Cahyadi dan Armuji saat podcast di salah satu media Surabaya

selalu.id - Ditengah derasnya arus informasi dan potensi provokasi di ruang publik maupun media sosial, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Wakil Wali Kota Armuji menegaskan posisi mereka sebagai penjaga harmoni sosial Kota Pahlawan. 

Keduanya menyerukan agar warga Surabaya tidak mudah terpengaruh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan antar suku dan kelompok masyarakat.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Wali Kota Eri Cahyadi menekankan, kekuatan Surabaya sejak dulu terletak pada kerukunan warganya. Menurutnya, menjaga keutuhan kota tidak selalu dimulai dari kebijakan besar, melainkan dari kesadaran setiap individu untuk menolak provokasi.

“Harapan kita Surabaya tetap utuh seperti dulu. Jangan mau diadu domba oleh siapa pun,” kata Eri, Jumat (23/1/2026) lalu. 

Eri menegaskan, sebagai pemimpin daerah, dirinya bersama Wakil Wali Kota Armuji memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan stabilitas sosial tetap terjaga. Ia menyebut, ambisi pribadi atau ego kepemimpinan tidak boleh mengorbankan persatuan warga.

“Kalau kami hanya menuruti ego dan kemauan, lalu Surabaya hancur karena perang saudara, itu adalah kebodohan dan dosa besar sebagai pemimpin,” tegasnya.

Menurut Eri, esensi kepemimpinan sejati adalah menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Ia mengajak warga agar tetap fokus pada tujuan besar membangun Surabaya, tanpa terjebak konflik yang sengaja diciptakan pihak tertentu.

Baca Juga: Kikis Stigma Sarang Narkoba, Pemkot Surabaya Siap Sulap Jalan Kunti jadi Kampung Bersinar

“Ayo warga Surabaya tetap guyub rukun, jangan pernah mau diadu domba,” ujarnya.

Senada, Wakil Wali Kota Armuji menegaskan bahwa selama ini dirinya dan Wali Kota Eri justru saling melengkapi dalam menjalankan roda pemerintahan.

 Ia menepis anggapan bahwa perbedaan gaya kepemimpinan dapat menjadi celah konflik, baik di internal pemerintahan maupun di tengah masyarakat.

Baca Juga: Satpol PP Ancam Razia Warung Remang Bandel di Surabaya, RT-RW Wajib Catat

“Kami sudah berbagi peran. Saya lebih banyak di lapangan, Pak Eri di birokrasi. Kalau beliau ke kiri, saya ke kanan, itu justru penguatan, bukan pertentangan,” kata Armuji.

Pria yang akrab disapa Cak Ji itu menambahkan, perbedaan pendekatan seharusnya menjadi sumber inovasi, bukan alasan perpecahan. Ia menilai, pemimpin daerah harus fokus menghadirkan gagasan dan terobosan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kalau itu dilakukan, wakil kepala daerah di seluruh Indonesia juga bisa seperti itu bekerja, berinovasi, dan memberi manfaat,” pungkasnya

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Sekolah di Surabaya Diminta Outing Kelas di Ruang Publik Tanpa ke Luar Kota

Surabaya memiliki banyak ruang publik dan destinasi edukasi yang bisa dimanfaatkan sekolah.

Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat

Ia juga menyoroti pentingnya kemitraan antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kapolda Jatim Atur Lalu Lintas di Surabaya

Jalan Ahmad Yani, Taman Bungkul, Jalan Wonokromo, Jalan Ciliwung, Jalan Jagir, serta Bundaran CITO Surabaya.

Kuota Haji Jatim Tetap, Kemenhaj: Jemaah Harus Sehat untuk Dapat Surat Istithaah

Jemaah yang dinyatakan tidak sehat oleh tim kesehatan tidak akan diterbangkan, dan tidak ada jalan lain untuk memaksakan keberangkatan.

RSD Soebandi Jember Gelar Skrining Gratis, Target 10 Ribu Peserta Jember Cinta Kesehatan

Masyarakat dari kabupaten lain di Jawa Timur yang membutuhkan penanganan medis juga dipersilakan ikut.

Hari jadi Humas Polri ke-75, Polda Jatim Jalin Sinergi Komunitas Ojol Jaga Kamtibmas

Kapolda Jatim, Wakapolda, dan seluruh pejabat utama turut turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan para pengemudi ojol.