Selasa, 21 Jul 2026 03:49 WIB

Sambil Ingatkan Ancaman Provokasi, Eri–Armuji Pamer Kekompakan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 25 Jan 2026 10:48 WIB
Eri Cahyadi dan Armuji saat podcast di salah satu media Surabaya
Eri Cahyadi dan Armuji saat podcast di salah satu media Surabaya

selalu.id - Ditengah derasnya arus informasi dan potensi provokasi di ruang publik maupun media sosial, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Wakil Wali Kota Armuji menegaskan posisi mereka sebagai penjaga harmoni sosial Kota Pahlawan. 

Keduanya menyerukan agar warga Surabaya tidak mudah terpengaruh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan antar suku dan kelompok masyarakat.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Wali Kota Eri Cahyadi menekankan, kekuatan Surabaya sejak dulu terletak pada kerukunan warganya. Menurutnya, menjaga keutuhan kota tidak selalu dimulai dari kebijakan besar, melainkan dari kesadaran setiap individu untuk menolak provokasi.

“Harapan kita Surabaya tetap utuh seperti dulu. Jangan mau diadu domba oleh siapa pun,” kata Eri, Jumat (23/1/2026) lalu. 

Eri menegaskan, sebagai pemimpin daerah, dirinya bersama Wakil Wali Kota Armuji memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan stabilitas sosial tetap terjaga. Ia menyebut, ambisi pribadi atau ego kepemimpinan tidak boleh mengorbankan persatuan warga.

“Kalau kami hanya menuruti ego dan kemauan, lalu Surabaya hancur karena perang saudara, itu adalah kebodohan dan dosa besar sebagai pemimpin,” tegasnya.

Menurut Eri, esensi kepemimpinan sejati adalah menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Ia mengajak warga agar tetap fokus pada tujuan besar membangun Surabaya, tanpa terjebak konflik yang sengaja diciptakan pihak tertentu.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

“Ayo warga Surabaya tetap guyub rukun, jangan pernah mau diadu domba,” ujarnya.

Senada, Wakil Wali Kota Armuji menegaskan bahwa selama ini dirinya dan Wali Kota Eri justru saling melengkapi dalam menjalankan roda pemerintahan.

 Ia menepis anggapan bahwa perbedaan gaya kepemimpinan dapat menjadi celah konflik, baik di internal pemerintahan maupun di tengah masyarakat.

Baca Juga: Kabar Gembira, Bayi Lahir Asli Surabaya Langsung Dapat Akta-KIA hingga KK Baru Gratis

“Kami sudah berbagi peran. Saya lebih banyak di lapangan, Pak Eri di birokrasi. Kalau beliau ke kiri, saya ke kanan, itu justru penguatan, bukan pertentangan,” kata Armuji.

Pria yang akrab disapa Cak Ji itu menambahkan, perbedaan pendekatan seharusnya menjadi sumber inovasi, bukan alasan perpecahan. Ia menilai, pemimpin daerah harus fokus menghadirkan gagasan dan terobosan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kalau itu dilakukan, wakil kepala daerah di seluruh Indonesia juga bisa seperti itu bekerja, berinovasi, dan memberi manfaat,” pungkasnya

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.