Rabu, 04 Feb 2026 00:00 WIB

Buntut Tingginya Harga Bawang Putih, Gempari Bakal Geruduk Istana Negara dan KPK 

Aksi massa
Aksi massa

selalu.id – Massa aksi yang tergabung dalam Gempari (Gerakan Pemuda Peduli Rakyat Indonesia) bakal menggelar aksi di Istana Negara Jakarta dan kantor KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), pada hari Kamis (27/2/2025). Aksi protes tersebut akan dilakukan untuk menyikapi tingginya harga bawang putih impor yang diduga permainkan harganya oleh pejabat tertentu. 

 

Baca Juga: Demo Jagal RPH Pegirian Memanas, Emak-Emak Geruduk Ruang Ketua DPRD Surabaya

Koordinator aksi Alfian mengatakan, aksi massa akan berlangsung di Istana Negara dan Kantor KPK mulai pukul 10.00 WIB. Namun sebelum ke sana, massa aksi akan mampir terlebih dahulu di Kantor Kementerian Perdagangan untuk menabur bawang putih busuk sebagai wujud protes kepada pemerintah dan pemangku kebijakan harga impor bawang putih. 

 

“Kita kan menyikapi masalah bawang putih, terkait masalah impor bawang putih. Nah, saya dapat informasi ya dari masyarakat apa segalam macam, ini kan barang impor ini kan untuk mensejahterakan para masyarakat yang kita pikir terus kan. Cuma kan kalau importir ini, masih banyak mafia-mafia importir itu berkeliaran maka yang dirugikan tetap masyarakat,” kata Alfian saat dihubungi selalu.id via seluler, Rabu (26/2/2025) malam. 

 

Disebabkan karena adanya mafia-mafia tersebut, lanjut Alfian menerangkan, harga bawang putih impor menjadi mahal. Menurut Alfian, ketahanan pangan yang selama ini digaungkan oleh Presiden Prabowo yang dapat menjadi salah satu stabilitas ekonomi masyarakat tetap harus dijaga. Oleh karena itu, Alfian meminta kepada Presiden Prabowo untuk meberantas mafia bawang putih. 

Baca Juga: Mogok Jagal Pegirian Sempat Ganggu Pasokan, RPH Pastikan Stok Daging Surabaya Aman

 

Selain itu, Alfian juga meminta Presiden Prabowo melalui para penegak hukum untuk segera membersihkan Menko Bidang Pangan Indonesia, Kementerian dan Staf Khusus Perdagangan dari mafia barang impor. Sebab permainan-permainan yang dilakukan oleh mafia bawang putih ini pasti akan merugikan masyarakat dan akan mengganggu stabilitas perekonomian. 

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Geram, Nilai Ricuh Aksi Jagal Dipicu RPH Minim Dialog

“Jadi kan gini, pak Zulkifli Hasan ini kan sebagai Menko Pangan, tentunya Menteri Perdagangan ini di bawah koordinasi Menko Pangan. Pak Budi Santoso sebagai Menteri Perdagangan diduga kuat mereka adalah yang mangatur atau aktor intelektual importir ini,” terang Alfian. 

 

Alfian huga berharap, aksi ini akan menjadi perhatian dan atensi khusus dari Presiden Prabowo agar masyarakat tidak terus menerus dipermainkan oleh mafia-mafia barang impor, khususnya bawang putih. Di samping itu, Alfian juga menegaskan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan segera melakukan pengaduan dan pelaporan kepada KPK. 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.