Senin, 09 Nov 2026 03:32 WIB

Buntut Tingginya Harga Bawang Putih, Gempari Bakal Geruduk Istana Negara dan KPK 

Aksi massa
Aksi massa

selalu.id – Massa aksi yang tergabung dalam Gempari (Gerakan Pemuda Peduli Rakyat Indonesia) bakal menggelar aksi di Istana Negara Jakarta dan kantor KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), pada hari Kamis (27/2/2025). Aksi protes tersebut akan dilakukan untuk menyikapi tingginya harga bawang putih impor yang diduga permainkan harganya oleh pejabat tertentu. 

 

Baca Juga: Sidak Pasar Surabaya, Satgas Pangan Polda Jatim Temukan Komoditas Dijual di Atas HET

Koordinator aksi Alfian mengatakan, aksi massa akan berlangsung di Istana Negara dan Kantor KPK mulai pukul 10.00 WIB. Namun sebelum ke sana, massa aksi akan mampir terlebih dahulu di Kantor Kementerian Perdagangan untuk menabur bawang putih busuk sebagai wujud protes kepada pemerintah dan pemangku kebijakan harga impor bawang putih. 

 

“Kita kan menyikapi masalah bawang putih, terkait masalah impor bawang putih. Nah, saya dapat informasi ya dari masyarakat apa segalam macam, ini kan barang impor ini kan untuk mensejahterakan para masyarakat yang kita pikir terus kan. Cuma kan kalau importir ini, masih banyak mafia-mafia importir itu berkeliaran maka yang dirugikan tetap masyarakat,” kata Alfian saat dihubungi selalu.id via seluler, Rabu (26/2/2025) malam. 

 

Disebabkan karena adanya mafia-mafia tersebut, lanjut Alfian menerangkan, harga bawang putih impor menjadi mahal. Menurut Alfian, ketahanan pangan yang selama ini digaungkan oleh Presiden Prabowo yang dapat menjadi salah satu stabilitas ekonomi masyarakat tetap harus dijaga. Oleh karena itu, Alfian meminta kepada Presiden Prabowo untuk meberantas mafia bawang putih. 

Baca Juga: Besok Ratusan Massa Dikabarkan Akan Turun ke Grahadi Lagi, Ini Tuntutannya

 

Selain itu, Alfian juga meminta Presiden Prabowo melalui para penegak hukum untuk segera membersihkan Menko Bidang Pangan Indonesia, Kementerian dan Staf Khusus Perdagangan dari mafia barang impor. Sebab permainan-permainan yang dilakukan oleh mafia bawang putih ini pasti akan merugikan masyarakat dan akan mengganggu stabilitas perekonomian. 

 

Baca Juga: Besok Bakal Ada Aksi Massa Lagi di Pusat Kota Surabaya, Poster Terpasang di Medsos

“Jadi kan gini, pak Zulkifli Hasan ini kan sebagai Menko Pangan, tentunya Menteri Perdagangan ini di bawah koordinasi Menko Pangan. Pak Budi Santoso sebagai Menteri Perdagangan diduga kuat mereka adalah yang mangatur atau aktor intelektual importir ini,” terang Alfian. 

 

Alfian huga berharap, aksi ini akan menjadi perhatian dan atensi khusus dari Presiden Prabowo agar masyarakat tidak terus menerus dipermainkan oleh mafia-mafia barang impor, khususnya bawang putih. Di samping itu, Alfian juga menegaskan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan segera melakukan pengaduan dan pelaporan kepada KPK. 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Peduli Krisis Air Bersih, SIER Salurkan 25.000 Liter Air dan Tiga Tandon untuk Warga Pasuruan

Dalam kegiatan tersebut, SIER menyalurkan bantuan berupa 25.000 liter air bersih serta tiga unit tandon air.

Presiden Prabowo Bertemu 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Apa?

Selain para mantan Kapolri, pertemuan itu juga dihadiri Kapolri Jenderal Suyudi, Panglima TNI Jenderal Agus Sudibyo, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Gus Fawait Ajak Kader LSN Bersatu Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, jajaran Forkopimda Jember, pimpinan OPD, serta pengurus LSN.

Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Penyampaian aspirasi kali ini dikemas melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, musik biola, mimbar bebas hingga instalasi seni.

Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.