Senin, 02 Feb 2026 00:11 WIB

Buntut Tingginya Harga Bawang Putih, Gempari Bakal Geruduk Istana Negara dan KPK 

Aksi massa
Aksi massa

selalu.id – Massa aksi yang tergabung dalam Gempari (Gerakan Pemuda Peduli Rakyat Indonesia) bakal menggelar aksi di Istana Negara Jakarta dan kantor KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), pada hari Kamis (27/2/2025). Aksi protes tersebut akan dilakukan untuk menyikapi tingginya harga bawang putih impor yang diduga permainkan harganya oleh pejabat tertentu. 

 

Baca Juga: Demo Jagal RPH Pegirian Memanas, Emak-Emak Geruduk Ruang Ketua DPRD Surabaya

Koordinator aksi Alfian mengatakan, aksi massa akan berlangsung di Istana Negara dan Kantor KPK mulai pukul 10.00 WIB. Namun sebelum ke sana, massa aksi akan mampir terlebih dahulu di Kantor Kementerian Perdagangan untuk menabur bawang putih busuk sebagai wujud protes kepada pemerintah dan pemangku kebijakan harga impor bawang putih. 

 

“Kita kan menyikapi masalah bawang putih, terkait masalah impor bawang putih. Nah, saya dapat informasi ya dari masyarakat apa segalam macam, ini kan barang impor ini kan untuk mensejahterakan para masyarakat yang kita pikir terus kan. Cuma kan kalau importir ini, masih banyak mafia-mafia importir itu berkeliaran maka yang dirugikan tetap masyarakat,” kata Alfian saat dihubungi selalu.id via seluler, Rabu (26/2/2025) malam. 

 

Disebabkan karena adanya mafia-mafia tersebut, lanjut Alfian menerangkan, harga bawang putih impor menjadi mahal. Menurut Alfian, ketahanan pangan yang selama ini digaungkan oleh Presiden Prabowo yang dapat menjadi salah satu stabilitas ekonomi masyarakat tetap harus dijaga. Oleh karena itu, Alfian meminta kepada Presiden Prabowo untuk meberantas mafia bawang putih. 

Baca Juga: Mogok Jagal Pegirian Sempat Ganggu Pasokan, RPH Pastikan Stok Daging Surabaya Aman

 

Selain itu, Alfian juga meminta Presiden Prabowo melalui para penegak hukum untuk segera membersihkan Menko Bidang Pangan Indonesia, Kementerian dan Staf Khusus Perdagangan dari mafia barang impor. Sebab permainan-permainan yang dilakukan oleh mafia bawang putih ini pasti akan merugikan masyarakat dan akan mengganggu stabilitas perekonomian. 

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Geram, Nilai Ricuh Aksi Jagal Dipicu RPH Minim Dialog

“Jadi kan gini, pak Zulkifli Hasan ini kan sebagai Menko Pangan, tentunya Menteri Perdagangan ini di bawah koordinasi Menko Pangan. Pak Budi Santoso sebagai Menteri Perdagangan diduga kuat mereka adalah yang mangatur atau aktor intelektual importir ini,” terang Alfian. 

 

Alfian huga berharap, aksi ini akan menjadi perhatian dan atensi khusus dari Presiden Prabowo agar masyarakat tidak terus menerus dipermainkan oleh mafia-mafia barang impor, khususnya bawang putih. Di samping itu, Alfian juga menegaskan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan segera melakukan pengaduan dan pelaporan kepada KPK. 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.