Senin, 02 Feb 2026 10:02 WIB

DPRD Surabaya Geram, Nilai Ricuh Aksi Jagal Dipicu RPH Minim Dialog

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 12 Jan 2026 14:06 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni

selalu.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surabaya menanggapi aksi penolakan relokasi Rumah Potong Hewan Pegirian ke RPH Tambak Osowilangun yang dilakukan ratusan jagal sapi di Gedung DPRD Surabaya, Senin (12/1/2026).

DPRD menilai persoalan tersebut dipicu minimnya dialog yang komprehensif antara pengelola RPH dengan para mitra jagal sebelum kebijakan relokasi digulirkan.

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni menyebut, sejak awal pengelola RPH sebagai leading sector belum membuka ruang komunikasi yang sehat dengan para jagal.

“Kami menangkap bahwa pengelola RPH sebagai leading sector belum membuka dialog yang komprehensif dengan mitra-mitranya. Andai kewajiban dialog itu dijalankan sejak awal, saya kira tidak akan muncul percikan ketidakpastian seperti hari ini,” kata Arif Fathoni usai menemui massa aksi.

Politikus Partai Golkar itu menegaskan DPRD telah menerima aspirasi para jagal dan pedagang daging sapi. Bahkan, DPRD diminta menandatangani tuntutan massa sebagai bentuk keberpihakan.

“Kami ini pelayan rakyat. Apa pun yang diperjuangkan rakyat, kami harus memiliki napas yang sama. Tapi kami juga memastikan, apakah kebijakan ini sudah final atau masih ada ruang dialog,” ujarnya.

Arif Fathoni menegaskan DPRD akan memfasilitasi dialog terbuka antara pengelola RPH, Pemerintah Kota Surabaya, dan mitra jagal untuk mencari solusi bersama.

“Ekosistem RPH dan jagal ini hubungan mutualisme, tidak bisa dipisahkan. Harapannya ada solusi happy ending tanpa mengganggu pasokan daging di Surabaya dan daerah lain,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan jagal sapi Abdullah Mansyurr menyatakan aksi tersebut merupakan gerakan kolektif jagal dan pedagang daging sapi se-Kota Surabaya. Ia menyebut terdapat dua tuntutan utama yang disampaikan kepada Pemerintah Kota Surabaya.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

“Pertama, kami menuntut Wali Kota Surabaya membatalkan rencana relokasi RPH Pegirian ke Tambak Osowilangun. Kedua, kami meminta surat edaran pendaftaran pemindahan itu dicabut,” tegas Abdullah.

Abdullah mengklaim para jagal tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan maupun penentuan lokasi relokasi. Ia menilai RPH Tambak Osowilangun terlalu jauh dan berpotensi menimbulkan dampak ekonomi serius.

“Kalau ini dipaksakan, ribuan orang bisa menganggur. Biaya kos, transportasi, hingga operasional sudah kami hitung. Banyak yang memilih berhenti bekerja,” ujarnya.

Ia juga menyesalkan terbitnya surat edaran pendaftaran relokasi yang dinilai bertentangan dengan rencana DPRD untuk memfasilitasi audiensi lanjutan.

“Kami kaget, katanya mau difasilitasi solusi, tapi tiba-tiba keluar surat edaran untuk pindah. Itu menampar kami,” katanya.

Baca Juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

Abdullah menegaskan para jagal menolak rencana pemindahan yang dijadwalkan setelah Idulfitri dan memastikan tidak ada satu pun jagal yang mendaftar relokasi.

Sebagai bentuk tekanan, para jagal mengancam akan menghentikan suplai daging sapi ke Surabaya hingga tuntutan mereka dipenuhi.

“Mulai hari ini, tidak akan ada peredaran daging sapi ke Surabaya. Ini alarm bagi Pemkot, Pemprov Jawa Timur, hingga pemerintah pusat, karena suplai dari RPH Pegirian adalah yang terbesar,” tandas Abdullah.

Diketahui, terdapat sekitar 35 hingga 50 jagal di RPH Pegirian yang selama ini menyuplai daging sapi ke pasar tradisional, pusat perbelanjaan, rumah sakit, UMKM, hingga sejumlah daerah lain di Jawa Timur. Massa menyatakan aksi penolakan akan terus berlanjut jika belum ada keputusan tegas dari Wali Kota Surabaya maupun Komisi B DPRD.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.