Kamis, 04 Jun 2026 07:56 WIB

Mogok Jagal Pegirian Sempat Ganggu Pasokan, RPH Pastikan Stok Daging Surabaya Aman

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 12 Jan 2026 19:31 WIB
Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho
Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho

selalu.id - Aksi mogok massal yang dilakukan para jagal di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian sempat berdampak pada distribusi daging segar di Kota Surabaya. 

 

Baca Juga: RPH Surabaya Jamin Pasokan Daging Selama Ramadan hingga Idulfitri 2026

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat kesulitan mendapatkan pasokan daging. Meski begitu, manajemen PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda memastikan ketersediaan daging sapi di Kota Pahlawan masih dalam kondisi aman.

 

Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dampak aksi mogok tersebut.

 

“Yang pertama saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Surabaya. Akibat mogok pemotongan sapi di RPH Pegirian, pasokan daging segar sempat terganggu,” ujar Fajar di Balai Kota Surabaya, Senin (12/1/2026).

 

Namun, Fajar menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Berdasarkan hasil pemantauan tim monitoring, aktivitas pemotongan sapi masih berjalan di RPH Surabaya Unit Kedurus.

 

“Saya pastikan ketersediaan daging hari ini masih cukup. Karena kami masih memiliki RPH Kedurus yang tetap beroperasi melakukan pemotongan sapi,” jelasnya.

 

Selain dari RPH Kedurus, distribusi daging juga tetap disuplai melalui outlet resmi RPH Surabaya. Masyarakat dapat membeli daging sapi melalui RPH Surya Mart maupun pasar tradisional yang menjadi mitra distribusi.

 

“Ada 11 outlet di pasar tradisional yang tetap disuplai oleh mitra jagal dari Kedurus. Jadi masyarakat tetap bisa mendapatkan daging sapi yang berkualitas,” kata Fajar.

 

Terkait rencana relokasi aktivitas pemotongan sapi dari RPH Pegirian ke RPH Tambak Osowilangun (TOW), Fajar kembali menegaskan bahwa yang dipindahkan hanyalah lokasi pemotongan, bukan pusat perdagangan daging.

 

“Pasar Daging Arimbi sebagai sentra perkulakan daging terbaik di Surabaya tidak pindah. Lokasinya tetap di Jalan Arimbi, Pegirian,” tegasnya.

 

Baca Juga: Demo Jagal RPH Pegirian Memanas, Emak-Emak Geruduk Ruang Ketua DPRD Surabaya

Manajemen RPH Surabaya juga memberikan masa transisi hingga akhir Idulfitri 2026. Selama Januari hingga Maret, aktivitas pemotongan akan dilakukan di dua lokasi secara paralel.

 

“RPH Pegirian dan TOW sama-sama kami operasikan. Ini untuk memastikan kesiapan teknis, fasilitas, dan sertifikasi di TOW,” ujarnya.

 

Fajar mengungkapkan, kebutuhan daging sapi di Surabaya mencapai sekitar 40 ton per hari, dengan sekitar 20 ton dipenuhi dari pemotongan RPH Surabaya. Oleh karena itu, stabilitas operasional menjadi perhatian utama di tengah aksi mogok.

 

Dalam masa transisi, manajemen juga memprioritaskan jagal Pegirian untuk beroperasi di RPH TOW. Meski terdapat minat dari jagal luar daerah, pihaknya masih fokus mengakomodasi jagal lokal.

 

“Respons dari luar daerah cukup banyak, tapi kami prioritaskan dulu jagal Pegirian,” katanya.

 

Baca Juga: Relokasi RPH Pegirian Jalan Terus, Pasar Arimbi Tetap Beroperasi Normal

Menurut Fajar, secara fasilitas RPH TOW sudah siap beroperasi dan bahkan lebih modern dibanding RPH Pegirian yang telah berusia hampir satu abad. RPH TOW mampu menampung hingga 150 ekor sapi Brahman Cross (BX) dan 80 ekor sapi lokal, dengan fasilitas pengolahan limbah yang lebih maksimal.

 

Untuk menjaga pasokan jangka pendek, RPH Surabaya juga akan melakukan pemotongan mandiri dalam sepekan ke depan.

 

“Insyaallah kebutuhan daging masyarakat Surabaya tetap bisa terpenuhi,” imbuhnya.

 

Ia berharap aksi mogok para jagal tidak berlarut-larut karena berpotensi merugikan pelaku usaha sendiri.

 

“Kalau mogok terus, pelanggan bisa mencari pemasok lain. Itu yang kami khawatirkan,” pungkas Fajar.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.