Selasa, 21 Jul 2026 19:50 WIB

Mogok Jagal Pegirian Sempat Ganggu Pasokan, RPH Pastikan Stok Daging Surabaya Aman

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 12 Jan 2026 19:31 WIB
Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho
Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho

selalu.id - Aksi mogok massal yang dilakukan para jagal di Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian sempat berdampak pada distribusi daging segar di Kota Surabaya. 

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Pemkot Copot Direksi BUMD yang Terus Merugi

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat kesulitan mendapatkan pasokan daging. Meski begitu, manajemen PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda memastikan ketersediaan daging sapi di Kota Pahlawan masih dalam kondisi aman.

 

Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dampak aksi mogok tersebut.

 

“Yang pertama saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Surabaya. Akibat mogok pemotongan sapi di RPH Pegirian, pasokan daging segar sempat terganggu,” ujar Fajar di Balai Kota Surabaya, Senin (12/1/2026).

 

Namun, Fajar menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Berdasarkan hasil pemantauan tim monitoring, aktivitas pemotongan sapi masih berjalan di RPH Surabaya Unit Kedurus.

 

“Saya pastikan ketersediaan daging hari ini masih cukup. Karena kami masih memiliki RPH Kedurus yang tetap beroperasi melakukan pemotongan sapi,” jelasnya.

 

Selain dari RPH Kedurus, distribusi daging juga tetap disuplai melalui outlet resmi RPH Surabaya. Masyarakat dapat membeli daging sapi melalui RPH Surya Mart maupun pasar tradisional yang menjadi mitra distribusi.

 

“Ada 11 outlet di pasar tradisional yang tetap disuplai oleh mitra jagal dari Kedurus. Jadi masyarakat tetap bisa mendapatkan daging sapi yang berkualitas,” kata Fajar.

 

Terkait rencana relokasi aktivitas pemotongan sapi dari RPH Pegirian ke RPH Tambak Osowilangun (TOW), Fajar kembali menegaskan bahwa yang dipindahkan hanyalah lokasi pemotongan, bukan pusat perdagangan daging.

 

“Pasar Daging Arimbi sebagai sentra perkulakan daging terbaik di Surabaya tidak pindah. Lokasinya tetap di Jalan Arimbi, Pegirian,” tegasnya.

 

Baca Juga: Besok Ratusan Massa Dikabarkan Akan Turun ke Grahadi Lagi, Ini Tuntutannya

Manajemen RPH Surabaya juga memberikan masa transisi hingga akhir Idulfitri 2026. Selama Januari hingga Maret, aktivitas pemotongan akan dilakukan di dua lokasi secara paralel.

 

“RPH Pegirian dan TOW sama-sama kami operasikan. Ini untuk memastikan kesiapan teknis, fasilitas, dan sertifikasi di TOW,” ujarnya.

 

Fajar mengungkapkan, kebutuhan daging sapi di Surabaya mencapai sekitar 40 ton per hari, dengan sekitar 20 ton dipenuhi dari pemotongan RPH Surabaya. Oleh karena itu, stabilitas operasional menjadi perhatian utama di tengah aksi mogok.

 

Dalam masa transisi, manajemen juga memprioritaskan jagal Pegirian untuk beroperasi di RPH TOW. Meski terdapat minat dari jagal luar daerah, pihaknya masih fokus mengakomodasi jagal lokal.

 

“Respons dari luar daerah cukup banyak, tapi kami prioritaskan dulu jagal Pegirian,” katanya.

 

Baca Juga: Besok Bakal Ada Aksi Massa Lagi di Pusat Kota Surabaya, Poster Terpasang di Medsos

Menurut Fajar, secara fasilitas RPH TOW sudah siap beroperasi dan bahkan lebih modern dibanding RPH Pegirian yang telah berusia hampir satu abad. RPH TOW mampu menampung hingga 150 ekor sapi Brahman Cross (BX) dan 80 ekor sapi lokal, dengan fasilitas pengolahan limbah yang lebih maksimal.

 

Untuk menjaga pasokan jangka pendek, RPH Surabaya juga akan melakukan pemotongan mandiri dalam sepekan ke depan.

 

“Insyaallah kebutuhan daging masyarakat Surabaya tetap bisa terpenuhi,” imbuhnya.

 

Ia berharap aksi mogok para jagal tidak berlarut-larut karena berpotensi merugikan pelaku usaha sendiri.

 

“Kalau mogok terus, pelanggan bisa mencari pemasok lain. Itu yang kami khawatirkan,” pungkas Fajar.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.