Kamis, 04 Jun 2026 10:10 WIB

Kemendesa dan Muslimat NU Kolaborasi Bangun Ekonomi Desa

Kolaborasi Kemendes dan Muslimat NU
Kolaborasi Kemendes dan Muslimat NU

selalu.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, mengumumkan kolaborasi strategis antara Kementerian Desa dan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) untuk mempercepat pembangunan ekonomi desa.  Kolaborasi ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kongres Muslimat NU XVIII yang berada di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (13/2/2025).

Yandri menjelaskan bahwa kolaborasi ini didasarkan pada kesamaan visi dan misi dalam memberdayakan masyarakat desa.  Berbagai program Kementerian Desa, seperti Desa Wisata, Desa Bebas Sawah, dan Desa Ramah Ibu dan Anak, dinilai memiliki sinergi yang kuat dengan program-program Muslimat NU.  "Banyak sekali potensi sinergi yang bisa kita kembangkan bersama Muslimat NU," ujar Yandri kepada awak media, Kamis (13/2/2025).

Baca Juga: Kongres Muslimat NU: Arifah Chori Fauzi Terpilih Ketua Umum, Khofifah Geser ke Dewan Pembina

Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah program makan siang bergizi bagi anak-anak di desa.  Kementerian Desa akan bekerja sama dengan Muslimat NU untuk mensuplai bahan baku dan menumbuhkan ekonomi lokal melalui program ini.  "Muslimat NU akan dilibatkan secara aktif dalam menyukseskan program makan siang bergizi ini, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pengelolaan distribusi," jelas Yandri.

Kolaborasi ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).  Kementerian Desa akan memberikan dukungan permodalan dan pendampingan usaha kepada Koperasi Anisa, koperasi milik Muslimat NU.  "Kami akan membantu permodalan dan pengembangan usaha Koperasi Anisa agar dapat menjadi motor penggerak ekonomi di desa-desa," tambah Yandri.

Yandri meyakini bahwa kolaborasi antara Kementerian Desa dan Muslimat NU akan mempercepat terwujudnya cita-cita Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari desa.  Program-program pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan akan lebih efektif dan terarah dengan adanya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat.

"Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan Muslimat NU, kita yakin pembangunan desa akan lebih cepat terwujud.  Gerakan ekonomi di desa akan semakin tumbuh dan berkembang, sehingga kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat," pungkas Yandri. 

Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi kemitraan strategis antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam pembangunan nasional.  Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk mendukung program ini agar dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat desa di seluruh Indonesia.

Sekadar diketahui, Kementerian Desa akan segera merilis daftar desa yang akan diprioritaskan dalam program kolaborasi ini.  Informasi lebih lanjut akan diumumkan melalui situs resmi Kementerian Desa dan saluran komunikasi resmi lainnya.Kementerian Desa dan Muslimat NU Kolaborasi Bangun Ekonomi Desa

Baca Juga: Mendikdasmen - Muslimat NU Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

selalu.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, mengumumkan kolaborasi strategis antara Kementerian Desa dan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) untuk mempercepat pembangunan ekonomi desa.  Kolaborasi ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kongres Muslimat NU XVIII yang berada di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (13/2/2025).

Yandri menjelaskan bahwa kolaborasi ini didasarkan pada kesamaan visi dan misi dalam memberdayakan masyarakat desa.  Berbagai program Kementerian Desa, seperti Desa Wisata, Desa Bebas Sawah, dan Desa Ramah Ibu dan Anak, dinilai memiliki sinergi yang kuat dengan program-program Muslimat NU.  "Banyak sekali potensi sinergi yang bisa kita kembangkan bersama Muslimat NU," ujar Yandri kepada awak media, Kamis (13/2/2025).

Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah program makan siang bergizi bagi anak-anak di desa.  Kementerian Desa akan bekerja sama dengan Muslimat NU untuk mensuplai bahan baku dan menumbuhkan ekonomi lokal melalui program ini.  "Muslimat NU akan dilibatkan secara aktif dalam menyukseskan program makan siang bergizi ini, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pengelolaan distribusi," jelas Yandri.

Kolaborasi ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).  Kementerian Desa akan memberikan dukungan permodalan dan pendampingan usaha kepada Koperasi Anisa, koperasi milik Muslimat NU.  "Kami akan membantu permodalan dan pengembangan usaha Koperasi Anisa agar dapat menjadi motor penggerak ekonomi di desa-desa," tambah Yandri.

Baca Juga: Kongres Muslimat NU XVIII: Dukungan Penuh di Masa Jabatan Kedua Khofifah

Yandri meyakini bahwa kolaborasi antara Kementerian Desa dan Muslimat NU akan mempercepat terwujudnya cita-cita Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari desa.  Program-program pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan akan lebih efektif dan terarah dengan adanya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat.

"Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan Muslimat NU, kita yakin pembangunan desa akan lebih cepat terwujud.  Gerakan ekonomi di desa akan semakin tumbuh dan berkembang, sehingga kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat," pungkas Yandri. 

Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi kemitraan strategis antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam pembangunan nasional.  Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk mendukung program ini agar dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat desa di seluruh Indonesia.

Sekadar diketahui, Kementerian Desa akan segera merilis daftar desa yang akan diprioritaskan dalam program kolaborasi ini.  Informasi lebih lanjut akan diumumkan melalui situs resmi Kementerian Desa dan saluran komunikasi resmi lainnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.