Selasa, 21 Jul 2026 18:00 WIB

Kemendesa dan Muslimat NU Kolaborasi Bangun Ekonomi Desa

Kolaborasi Kemendes dan Muslimat NU
Kolaborasi Kemendes dan Muslimat NU

selalu.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, mengumumkan kolaborasi strategis antara Kementerian Desa dan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) untuk mempercepat pembangunan ekonomi desa.  Kolaborasi ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kongres Muslimat NU XVIII yang berada di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (13/2/2025).

Yandri menjelaskan bahwa kolaborasi ini didasarkan pada kesamaan visi dan misi dalam memberdayakan masyarakat desa.  Berbagai program Kementerian Desa, seperti Desa Wisata, Desa Bebas Sawah, dan Desa Ramah Ibu dan Anak, dinilai memiliki sinergi yang kuat dengan program-program Muslimat NU.  "Banyak sekali potensi sinergi yang bisa kita kembangkan bersama Muslimat NU," ujar Yandri kepada awak media, Kamis (13/2/2025).

Baca Juga: Kongres Muslimat NU: Arifah Chori Fauzi Terpilih Ketua Umum, Khofifah Geser ke Dewan Pembina

Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah program makan siang bergizi bagi anak-anak di desa.  Kementerian Desa akan bekerja sama dengan Muslimat NU untuk mensuplai bahan baku dan menumbuhkan ekonomi lokal melalui program ini.  "Muslimat NU akan dilibatkan secara aktif dalam menyukseskan program makan siang bergizi ini, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pengelolaan distribusi," jelas Yandri.

Kolaborasi ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).  Kementerian Desa akan memberikan dukungan permodalan dan pendampingan usaha kepada Koperasi Anisa, koperasi milik Muslimat NU.  "Kami akan membantu permodalan dan pengembangan usaha Koperasi Anisa agar dapat menjadi motor penggerak ekonomi di desa-desa," tambah Yandri.

Yandri meyakini bahwa kolaborasi antara Kementerian Desa dan Muslimat NU akan mempercepat terwujudnya cita-cita Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari desa.  Program-program pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan akan lebih efektif dan terarah dengan adanya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat.

"Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan Muslimat NU, kita yakin pembangunan desa akan lebih cepat terwujud.  Gerakan ekonomi di desa akan semakin tumbuh dan berkembang, sehingga kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat," pungkas Yandri. 

Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi kemitraan strategis antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam pembangunan nasional.  Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk mendukung program ini agar dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat desa di seluruh Indonesia.

Sekadar diketahui, Kementerian Desa akan segera merilis daftar desa yang akan diprioritaskan dalam program kolaborasi ini.  Informasi lebih lanjut akan diumumkan melalui situs resmi Kementerian Desa dan saluran komunikasi resmi lainnya.Kementerian Desa dan Muslimat NU Kolaborasi Bangun Ekonomi Desa

Baca Juga: Mendikdasmen - Muslimat NU Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

selalu.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, mengumumkan kolaborasi strategis antara Kementerian Desa dan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) untuk mempercepat pembangunan ekonomi desa.  Kolaborasi ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kongres Muslimat NU XVIII yang berada di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (13/2/2025).

Yandri menjelaskan bahwa kolaborasi ini didasarkan pada kesamaan visi dan misi dalam memberdayakan masyarakat desa.  Berbagai program Kementerian Desa, seperti Desa Wisata, Desa Bebas Sawah, dan Desa Ramah Ibu dan Anak, dinilai memiliki sinergi yang kuat dengan program-program Muslimat NU.  "Banyak sekali potensi sinergi yang bisa kita kembangkan bersama Muslimat NU," ujar Yandri kepada awak media, Kamis (13/2/2025).

Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah program makan siang bergizi bagi anak-anak di desa.  Kementerian Desa akan bekerja sama dengan Muslimat NU untuk mensuplai bahan baku dan menumbuhkan ekonomi lokal melalui program ini.  "Muslimat NU akan dilibatkan secara aktif dalam menyukseskan program makan siang bergizi ini, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pengelolaan distribusi," jelas Yandri.

Kolaborasi ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).  Kementerian Desa akan memberikan dukungan permodalan dan pendampingan usaha kepada Koperasi Anisa, koperasi milik Muslimat NU.  "Kami akan membantu permodalan dan pengembangan usaha Koperasi Anisa agar dapat menjadi motor penggerak ekonomi di desa-desa," tambah Yandri.

Baca Juga: Kongres Muslimat NU XVIII: Dukungan Penuh di Masa Jabatan Kedua Khofifah

Yandri meyakini bahwa kolaborasi antara Kementerian Desa dan Muslimat NU akan mempercepat terwujudnya cita-cita Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari desa.  Program-program pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan akan lebih efektif dan terarah dengan adanya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat.

"Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan Muslimat NU, kita yakin pembangunan desa akan lebih cepat terwujud.  Gerakan ekonomi di desa akan semakin tumbuh dan berkembang, sehingga kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat," pungkas Yandri. 

Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi kemitraan strategis antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam pembangunan nasional.  Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk mendukung program ini agar dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat desa di seluruh Indonesia.

Sekadar diketahui, Kementerian Desa akan segera merilis daftar desa yang akan diprioritaskan dalam program kolaborasi ini.  Informasi lebih lanjut akan diumumkan melalui situs resmi Kementerian Desa dan saluran komunikasi resmi lainnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.