Minggu, 06 Sep 2026 04:54 WIB

Kemendesa dan Muslimat NU Kolaborasi Bangun Ekonomi Desa

Kolaborasi Kemendes dan Muslimat NU
Kolaborasi Kemendes dan Muslimat NU

selalu.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, mengumumkan kolaborasi strategis antara Kementerian Desa dan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) untuk mempercepat pembangunan ekonomi desa.  Kolaborasi ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kongres Muslimat NU XVIII yang berada di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (13/2/2025).

Yandri menjelaskan bahwa kolaborasi ini didasarkan pada kesamaan visi dan misi dalam memberdayakan masyarakat desa.  Berbagai program Kementerian Desa, seperti Desa Wisata, Desa Bebas Sawah, dan Desa Ramah Ibu dan Anak, dinilai memiliki sinergi yang kuat dengan program-program Muslimat NU.  "Banyak sekali potensi sinergi yang bisa kita kembangkan bersama Muslimat NU," ujar Yandri kepada awak media, Kamis (13/2/2025).

Baca Juga: Kongres Muslimat NU: Arifah Chori Fauzi Terpilih Ketua Umum, Khofifah Geser ke Dewan Pembina

Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah program makan siang bergizi bagi anak-anak di desa.  Kementerian Desa akan bekerja sama dengan Muslimat NU untuk mensuplai bahan baku dan menumbuhkan ekonomi lokal melalui program ini.  "Muslimat NU akan dilibatkan secara aktif dalam menyukseskan program makan siang bergizi ini, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pengelolaan distribusi," jelas Yandri.

Kolaborasi ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).  Kementerian Desa akan memberikan dukungan permodalan dan pendampingan usaha kepada Koperasi Anisa, koperasi milik Muslimat NU.  "Kami akan membantu permodalan dan pengembangan usaha Koperasi Anisa agar dapat menjadi motor penggerak ekonomi di desa-desa," tambah Yandri.

Yandri meyakini bahwa kolaborasi antara Kementerian Desa dan Muslimat NU akan mempercepat terwujudnya cita-cita Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari desa.  Program-program pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan akan lebih efektif dan terarah dengan adanya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat.

"Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan Muslimat NU, kita yakin pembangunan desa akan lebih cepat terwujud.  Gerakan ekonomi di desa akan semakin tumbuh dan berkembang, sehingga kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat," pungkas Yandri. 

Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi kemitraan strategis antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam pembangunan nasional.  Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk mendukung program ini agar dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat desa di seluruh Indonesia.

Sekadar diketahui, Kementerian Desa akan segera merilis daftar desa yang akan diprioritaskan dalam program kolaborasi ini.  Informasi lebih lanjut akan diumumkan melalui situs resmi Kementerian Desa dan saluran komunikasi resmi lainnya.Kementerian Desa dan Muslimat NU Kolaborasi Bangun Ekonomi Desa

Baca Juga: Mendikdasmen - Muslimat NU Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

selalu.id – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, mengumumkan kolaborasi strategis antara Kementerian Desa dan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) untuk mempercepat pembangunan ekonomi desa.  Kolaborasi ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kongres Muslimat NU XVIII yang berada di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (13/2/2025).

Yandri menjelaskan bahwa kolaborasi ini didasarkan pada kesamaan visi dan misi dalam memberdayakan masyarakat desa.  Berbagai program Kementerian Desa, seperti Desa Wisata, Desa Bebas Sawah, dan Desa Ramah Ibu dan Anak, dinilai memiliki sinergi yang kuat dengan program-program Muslimat NU.  "Banyak sekali potensi sinergi yang bisa kita kembangkan bersama Muslimat NU," ujar Yandri kepada awak media, Kamis (13/2/2025).

Salah satu fokus utama kolaborasi ini adalah program makan siang bergizi bagi anak-anak di desa.  Kementerian Desa akan bekerja sama dengan Muslimat NU untuk mensuplai bahan baku dan menumbuhkan ekonomi lokal melalui program ini.  "Muslimat NU akan dilibatkan secara aktif dalam menyukseskan program makan siang bergizi ini, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pengelolaan distribusi," jelas Yandri.

Kolaborasi ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).  Kementerian Desa akan memberikan dukungan permodalan dan pendampingan usaha kepada Koperasi Anisa, koperasi milik Muslimat NU.  "Kami akan membantu permodalan dan pengembangan usaha Koperasi Anisa agar dapat menjadi motor penggerak ekonomi di desa-desa," tambah Yandri.

Baca Juga: Kongres Muslimat NU XVIII: Dukungan Penuh di Masa Jabatan Kedua Khofifah

Yandri meyakini bahwa kolaborasi antara Kementerian Desa dan Muslimat NU akan mempercepat terwujudnya cita-cita Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari desa.  Program-program pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan akan lebih efektif dan terarah dengan adanya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat.

"Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan Muslimat NU, kita yakin pembangunan desa akan lebih cepat terwujud.  Gerakan ekonomi di desa akan semakin tumbuh dan berkembang, sehingga kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat," pungkas Yandri. 

Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi kemitraan strategis antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam pembangunan nasional.  Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk mendukung program ini agar dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat desa di seluruh Indonesia.

Sekadar diketahui, Kementerian Desa akan segera merilis daftar desa yang akan diprioritaskan dalam program kolaborasi ini.  Informasi lebih lanjut akan diumumkan melalui situs resmi Kementerian Desa dan saluran komunikasi resmi lainnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.