Minggu, 01 Feb 2026 23:58 WIB

Mendikdasmen - Muslimat NU Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, dan Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, dan Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa

selalu.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) resmi menjalin kerjasama untuk memperkuat pendidikan karakter anak usia dini (PAUD). 

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, dan Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, di sela-sela Kongres XVIII Muslimat NU di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Kamis (13/2/2025) sore. 

Kerjasama ini ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerjasama yang akan segera diimplementasikan. Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, menyatakan bahwa kerjasama ini merupakan langkah strategis dalam membangun pendidikan PAUD yang berkarakter. 

"Kerjasama ini mencakup pendidikan anak usia dini dan program-program penguatan pendidikan karakter.  Harapannya, kerjasama ini akan memperkuat pondasi pendidikan karakter anak sejak usia dini, berbasis keluarga," ujar Mu'ti. 

Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak, dan kerjasama ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara pendidikan formal dan peran keluarga. Salah satu fokus kerjasama ini adalah pemanfaatan jaringan pendidikan yang telah dimiliki Muslimat NU.

Muslimat NU memiliki sekitar 9.800 PAUD, termasuk ratusan RA (Raudhatul Athfal), TPA (Taman Pendidikan Al-Quran), TPQ (Taman Pendidikan Quran), dan TK (Taman Kanak-Kanak).  Jumlah TPQ yang dikelola Muslimat NU bahkan mencapai 14.350. 

Jaringan pendidikan yang luas ini akan menjadi basis utama dalam pengembangan program penguatan pendidikan karakter. "Muslimat NU memiliki peran penting dalam pendidikan anak usia dini, terutama melalui RA dan lembaga pendidikan lainnya," tambah Mu'ti. 

Kerjasama ini akan mencakup pelatihan bagi para guru PAUD di bawah naungan Muslimat NU, dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan karakter anak.  Model sekolah yang telah berhasil menerapkan pendidikan karakter yang baik akan dijadikan contoh dan rujukan dalam program pelatihan ini.

Khofifah Indar Parawansa, dalam kesempatan yang sama, menyatakan komitmen Muslimat NU untuk mendukung program penguatan pendidikan karakter.  Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan kunci dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan berwawasan luas. 

"Muslimat NU siap berkolaborasi dengan Kemendikdasmen untuk mewujudkan generasi emas Indonesia yang berkarakter," tegas Khofifah.

Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan PAUD di Indonesia dan membentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter kuat.  Perjanjian kerjasama yang akan segera ditandatangani tersebut, juga akan merinci lebih lanjut program-program yang akan dijalankan dalam kerjasama ini.

Baca Juga: Kongres Muslimat NU XVIII: Dukungan Penuh di Masa Jabatan Kedua Khofifah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.