Selasa, 03 Feb 2026 05:43 WIB

Kasus Pencabulan di Panti Asuhan, Mensos Gus Ipul Ancam Tutup Panti Ilegal

Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul
Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul

selalu.id – Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyatakan perang terhadap panti asuhan ilegal dan nakal menyusul kasus pencabulan yang mengguncang Surabaya.  Kejadian ini bukan yang pertama; kasus serupa sebelumnya juga terungkap di Tangerang, Jawa Barat.  Gus Ipul, yang ditemui di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) hari ini, menegaskan komitmennya untuk menindak tegas panti asuhan yang terbukti terlibat dalam tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak.

"Kasus ini sungguh memprihatinkan. Panti asuhan seharusnya menjadi tempat perlindungan bagi anak-anak yang membutuhkan, bukan sarang kejahatan.  Kita tidak akan mentolerir lagi praktik-praktik seperti ini.  Panti asuhan yang terbukti melakukan pencabulan akan kita tutup permanen!" Tegas Gus Ipul, Senin (10/2/2025).

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

Langkah tegas ini diambil sebagai respon atas laporan dugaan pencabulan di sebuah panti asuhan di Surabaya.  Pihak berwenang saat ini tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap seluruh fakta dan menjerat pelaku sesuai hukum yang berlaku.  Korban, yang identitasnya dirahasiakan untuk melindungi privasi dan keselamatannya, telah mendapatkan perawatan medis dan psikososial.

Namun, penindakan terhadap panti asuhan yang terlibat hanyalah satu bagian dari solusi.  Gus Ipul menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.  Ia menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk segera melakukan asesmen ulang terhadap seluruh panti asuhan di wilayahnya.

Baca Juga: Terganjal Kasus Pencabulan, Ketua INKAI Surabaya Ajukan Penangguhan Penahanan

"Asesmen ini tidak hanya sekedar formalitas, Kita perlu memeriksa izin operasional, rekam jejak panti asuhan, hingga sistem pengawasan internalnya.  Kita akan pastikan setiap panti asuhan memenuhi standar keamanan dan perlindungan anak yang ketat," terangnya.

Selain itu, Gus Ipul juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi panti asuhan di lingkungan sekitar.  Ia mendorong masyarakat untuk melaporkan setiap indikasi pelanggaran atau tindakan mencurigakan kepada pihak berwajib.  Kerjasama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga perlindungan anak sangat krusial untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.

Baca Juga: Pasca Mediasi Gagal, Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Sukomanunggal Masuk Penyidikan

"Perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Kita harus menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita, agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik tanpa rasa takut dan ancaman," pungkasnya.

Pemerintah, lanjut Gus Ipul, berkomitmen untuk terus memperkuat regulasi dan pengawasan terkait operasional panti asuhan, serta meningkatkan kapasitas petugas perlindungan anak di seluruh Indonesia.  Harapannya, langkah-langkah komprehensif ini dapat mencegah terjadinya kasus pencabulan di panti asuhan di masa mendatang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.