Kamis, 04 Jun 2026 05:20 WIB

Kasus Pencabulan di Panti Asuhan Surabaya, Pemilik Ditetapkan Tersangka

Selalu.id – Polisi menetapkan Nur Herwanto (NH) alias Heri (61), pemilik sekaligus pengasuh Panti Asuhan Budi Kencana yang berada di Jalan Barata Jaya No.7 Gang 12, RT 03 RW 05, Surabaya, Jawa Timur, sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap anak asuhnya.  

Penetapan tersangka ini menyusul dengan adanya laporan polisi bernomor LP/B/165/I/2025/SPKT/Polda Jawa Timur, yang diajukan pada 30 Januari 2025, setelah beberapa anak melarikan diri dari panti dan melaporkan adanya dugaan kekerasan seksual.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Kasus ini terungkap setelah beberapa anak penghuni panti melarikan diri dan menceritakan pengalaman traumatis mereka kepada seorang warga berinisial S.  S kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.  Salah satu mantan penghuni panti, RF (18), memberikan kesaksian kunci kepada penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim.  

RF mengungkapkan perilaku menyimpang Heri yang kerap keluar rumah tanpa busana dan bahkan tidur telanjang bersama anak-anak asuh lainnya. "Dia sering keluar rumah telanjang bulat. Saya juga pernah melihat dia tidur telanjang bersama anak-anak asuh lainnya," ungkap RF kepada selalu.id saat ditemui dilokasi, Sabtu (1/2/2025) sore.  

RF, yang dimintai keterangan polisi pada Jumat malam (31/1/2025) bersama Heri, memberikan detail kronologi perilaku menyimpang tersebut. Menurut RF, perilaku Heri semakin menjadi-jadi sejak perceraiannya dengan istrinya pada tahun 2022. "Setelah bercerai, perilakunya semakin aneh.  Dia sering telanjang di depan kami," tambah RF. 

Kesaksian RF diperkuat oleh keterangan korban utama, IN (16), yang masih menjadi anak asuh di panti tersebut.  IN, yang mengalami trauma mendalam, menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan Heri sejak tahun 2022.  Hal ini menunjukkan bahwa tindak pidana tersebut telah berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim, Kombes Pol Farman, saat dikonfirmasi selalu.id, membenarkan penetapan Heri sebagai tersangka.  "Iya benar, dia sudah kami tetapkan sebagai tersangka," ujar Kombes Pol Farman, Sabtu (1/1/2025) malam.  

Proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik Polda Jatim telah menemukan cukup bukti untuk menetapkan Heri sebagai tersangka. Sementara itu, Ketua RT 03 setempat, Aldy (45), menggambarkan Heri sebagai sosok yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar.  Lebih mengejutkan lagi, Heri diketahui menunggak iuran RT selama tiga tahun dan selalu menghindari ketika ditagih.  Sikap tertutup dan antisosial Heri ini semakin memperkuat kecurigaan atas perilaku menyimpangnya. 

Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan dan perlindungan terhadap anak-anak di panti asuhan.  Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan berani melaporkan setiap dugaan tindak pidana, khususnya yang melibatkan anak-anak.  

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Polda Jatim saat ini tengah fokus pada proses penyidikan lebih lanjut untuk mengumpulkan bukti-bukti tambahan dan memastikan keadilan bagi korban.  Heri terancam hukuman berat atas perbuatannya yang telah menyebabkan trauma mendalam bagi korban-korbannya.  

Pihak berwenang juga tengah menyelidiki kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.  Proses hukum akan terus berjalan untuk mengungkap seluruh fakta dan memberikan sanksi yang setimpal bagi pelaku.  Perlindungan dan pemulihan bagi korban juga menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.