Sabtu, 06 Jun 2026 00:49 WIB

DPRD Jatim Desak Pemerintah Pusat Atasi Kerusakan Fasum Akibat Koin Jagat

Anggota DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi
Anggota DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi

selalu.id –  Anggota DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, mendesak pemerintah pusat, khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap maraknya permainan "Koin Jagat" yang telah menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum di Kota Surabaya. 

Permainan berbasis aplikasi ini, yang tengah viral di Indonesia, mengharuskan pemain mencari koin virtual di lokasi-lokasi nyata, dan telah menimbulkan dampak negatif yang signifikan. "Kami menerima banyak laporan tentang kerusakan taman-taman kota akibat aktivitas perburuan koin ini," ungkap Fuad kepada selalu.id di Surabaya, Senin (20/1/2025). 

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Ia menjelaskan bahwa para pemain, dalam upayanya mencari koin emas, perak, dan perunggu virtual, seringkali menginjak-injak tanaman dan merusak fasilitas publik lainnya di berbagai taman di Surabaya. Fuad, yang juga anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, menekankan pentingnya perlindungan fasilitas umum yang dibangun dengan biaya APBD dan diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat. 

"Taman-taman kota merupakan ruang publik yang vital, berfungsi sebagai paru-paru kota dan tempat rekreasi warga.  Kerusakan yang ditimbulkan oleh permainan Koin Jagat ini tidak dapat dibiarkan begitu saja," tegasnya.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Kerusakan fasilitas umum akibat permainan ini, lanjut Fuad, tidak hanya menimbulkan kerugian materiil berupa biaya perbaikan dan perawatan yang membengkak, tetapi juga mengurangi nilai estetika dan fungsi taman sebagai ruang publik yang nyaman dan bermanfaat bagi masyarakat.  Ia khawatir jika dibiarkan, fenomena ini akan semakin meluas dan menimbulkan kerusakan yang lebih parah di berbagai wilayah di Jawa Timur.

Fuad mendesak Kominfo untuk segera mengeluarkan regulasi yang dapat membatasi dan mengatur permainan berbasis lokasi seperti Koin Jagat.  Regulasi tersebut, menurutnya, harus mampu mencegah dampak negatif terhadap fasilitas umum dan ketertiban masyarakat.  Ia juga menyarankan agar pengembang aplikasi Koin Jagat turut bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan oleh para pemainnya.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

"Permainan yang memanfaatkan teknologi lokasi dan realitas tertambah (augmented reality) seperti ini perlu diawasi secara ketat agar tidak mengganggu ketertiban umum dan merusak fasilitas publik," tegas Fuad. 

Ia berharap pemerintah pusat dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini sebelum kerusakan yang lebih besar terjadi dan merugikan masyarakat luas.  DPRD Jawa Timur siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi fenomena Koin Jagat ini.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.