Rabu, 22 Jul 2026 21:20 WIB

Rencana Pemerintah Buka Lahan Hutan 20 Juta Hektare, Tuai Kontroversi

Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet dari Fraksi PKS
Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet dari Fraksi PKS

selalu.id – Rencana pemerintah membuka lahan hutan seluas 12 hingga 20 juta hektare untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional telah memicu perdebatan sengit.  Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet, dari Fraksi PKS,  mengungkapkan kekhawatirannya terhadap rencana ambisius Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut. 

Ia mendesak agar pemerintah merancang program ini dengan perencanaan matang dan kajian komprehensif yang menyeluruh. KLHK memperkirakan potensi lahan seluas 1,1 juta hektare dari total lahan yang akan dibuka dapat menghasilkan hingga 3,5 juta ton beras per tahun.  Program ini diklaim sejalan dengan upaya pemerintah memperluas program food estate hingga ke tingkat desa. 

Baca Juga: Kritik Kebijakan Parkir Wali Kota Eri, Pakar Unair Sebut Pemkot Tebang Pilih

KLHK berargumen bahwa pemanfaatan kawasan hutan yang kurang produktif dapat menjadi solusi untuk mendukung ketahanan pangan, meskipun tugas utama pengelolaan lahan pertanian berada di bawah Kementerian Pertanian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Namun, Slamet  menyatakan keprihatinannya terhadap potensi dampak negatif dari rencana ini.  "Saya mendukung visi pemerintah untuk mencapai kedaulatan pangan, tetapi pelaksanaan program ini harus terukur agar tidak menimbulkan masalah baru, seperti konflik lahan dan kerusakan lingkungan," terangnya.

Baca Juga: Surabaya Terbitkan SE Soal Popok dan Pembalut Ramah Lingkungan

Politisi PKS ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekologi.  Ia mengingatkan agar KLHK tidak bertindak gegabah dan salah kaprah dalam menjalankan program ini.  "Kontribusi KLHK harus memastikan kelestarian hutan. Kerusakan hutan akan mengganggu ketersediaan air untuk pertanian, yang justru kontraproduktif dengan tujuan program ini," tegasnya.

Slamet juga menyoroti pentingnya peran hutan sebagai aset vital bagi keberlanjutan sumber daya alam Indonesia.  Ia menyarankan pemerintah untuk memprioritaskan optimalisasi lahan-lahan di luar kawasan hutan yang tidak produktif dan terbengkalai sebelum membuka lahan hutan.  "Masih banyak lahan di luar kawasan hutan yang bisa dioptimalkan untuk mendukung produksi pangan," tambahnya.

Baca Juga: Kritik Keras Warga Jatim untuk Gubernur Khofifah

Pernyataan Slamet ini mencerminkan kekhawatiran yang meluas di kalangan masyarakat dan para ahli lingkungan.  Pembukaan lahan hutan dalam skala besar berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang signifikan, termasuk hilangnya keanekaragaman hayati, peningkatan emisi karbon, dan gangguan terhadap siklus hidrologi.

Pertanyaan besar yang muncul adalah apakah manfaat peningkatan produksi pangan dan energi dari program ini mampu mengimbangi kerugian lingkungan jangka panjang yang mungkin terjadi.  Debat ini kemungkinan akan terus berlanjut, dengan tuntutan agar pemerintah melakukan studi dampak lingkungan (AMDAL) yang komprehensif dan transparan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.  Kejelasan mekanisme pengelolaan lahan dan jaminan perlindungan bagi masyarakat sekitar kawasan hutan juga menjadi hal krusial yang perlu diperhatikan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.