Minggu, 06 Sep 2026 00:40 WIB

Rencana Pemerintah Buka Lahan Hutan 20 Juta Hektare, Tuai Kontroversi

Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet dari Fraksi PKS
Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet dari Fraksi PKS

selalu.id – Rencana pemerintah membuka lahan hutan seluas 12 hingga 20 juta hektare untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional telah memicu perdebatan sengit.  Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet, dari Fraksi PKS,  mengungkapkan kekhawatirannya terhadap rencana ambisius Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut. 

Ia mendesak agar pemerintah merancang program ini dengan perencanaan matang dan kajian komprehensif yang menyeluruh. KLHK memperkirakan potensi lahan seluas 1,1 juta hektare dari total lahan yang akan dibuka dapat menghasilkan hingga 3,5 juta ton beras per tahun.  Program ini diklaim sejalan dengan upaya pemerintah memperluas program food estate hingga ke tingkat desa. 

Baca Juga: Kritik Kebijakan Parkir Wali Kota Eri, Pakar Unair Sebut Pemkot Tebang Pilih

KLHK berargumen bahwa pemanfaatan kawasan hutan yang kurang produktif dapat menjadi solusi untuk mendukung ketahanan pangan, meskipun tugas utama pengelolaan lahan pertanian berada di bawah Kementerian Pertanian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Namun, Slamet  menyatakan keprihatinannya terhadap potensi dampak negatif dari rencana ini.  "Saya mendukung visi pemerintah untuk mencapai kedaulatan pangan, tetapi pelaksanaan program ini harus terukur agar tidak menimbulkan masalah baru, seperti konflik lahan dan kerusakan lingkungan," terangnya.

Baca Juga: Surabaya Terbitkan SE Soal Popok dan Pembalut Ramah Lingkungan

Politisi PKS ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekologi.  Ia mengingatkan agar KLHK tidak bertindak gegabah dan salah kaprah dalam menjalankan program ini.  "Kontribusi KLHK harus memastikan kelestarian hutan. Kerusakan hutan akan mengganggu ketersediaan air untuk pertanian, yang justru kontraproduktif dengan tujuan program ini," tegasnya.

Slamet juga menyoroti pentingnya peran hutan sebagai aset vital bagi keberlanjutan sumber daya alam Indonesia.  Ia menyarankan pemerintah untuk memprioritaskan optimalisasi lahan-lahan di luar kawasan hutan yang tidak produktif dan terbengkalai sebelum membuka lahan hutan.  "Masih banyak lahan di luar kawasan hutan yang bisa dioptimalkan untuk mendukung produksi pangan," tambahnya.

Baca Juga: Kritik Keras Warga Jatim untuk Gubernur Khofifah

Pernyataan Slamet ini mencerminkan kekhawatiran yang meluas di kalangan masyarakat dan para ahli lingkungan.  Pembukaan lahan hutan dalam skala besar berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang signifikan, termasuk hilangnya keanekaragaman hayati, peningkatan emisi karbon, dan gangguan terhadap siklus hidrologi.

Pertanyaan besar yang muncul adalah apakah manfaat peningkatan produksi pangan dan energi dari program ini mampu mengimbangi kerugian lingkungan jangka panjang yang mungkin terjadi.  Debat ini kemungkinan akan terus berlanjut, dengan tuntutan agar pemerintah melakukan studi dampak lingkungan (AMDAL) yang komprehensif dan transparan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.  Kejelasan mekanisme pengelolaan lahan dan jaminan perlindungan bagi masyarakat sekitar kawasan hutan juga menjadi hal krusial yang perlu diperhatikan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.