Kamis, 04 Jun 2026 22:18 WIB

Gandeng Apkrindo, Karang Taruna Surabaya Bikin Program Minyak Jelantah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 07 Jan 2022 01:03 WIB
Penandatanganan kerjasama Karang Taruna Surabaya dengan Apkrindo
Penandatanganan kerjasama Karang Taruna Surabaya dengan Apkrindo

selalu.id - Limbah minyak jelantah atau bekas penggorengan bisa lebih bermanfaat jika diolah. Oleh karena itu, Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur berkolaborasi dengan Karang Taruna Kota Surabaya.

Kalaborasi ini, untuk menjalankan program 'Jelantah Karang Taruna' agar bisa memberdayakan anak muda terutama para pengangguran agar memiliki kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gagar Otak dan Patah Tulang

"Selama ini minyak goreng bekas penggorengan atau minyak jelantah dari kafe dan restoran para anggota Apkrindo dapat dijual kepada para pengepul," kata Apkrindo Jatim, Tjahjono Haryono, usai penandatangan kerja sama program Jelantah Karang Taruna di HOPS Kitchen & Bar Surabaya, Kamis (6/1/2022).

Dengan kerjasama dengan Karang Taruna, Tjahjono menyampaikan, ingin berbagi dengan kepedulian lingkungan. sehingga bisa disisihkan sekitar 10-20 persen dari total minyak jelantah yang selama ini terkumpul.

Tjahjono menyampaikan, Apkrindo sudah ada sekitar 10-11 pengusaha yang komitmen untuk menyalurkan minyak jelantah. Akan tetapi outputnya ada ratusan gerai kafe atau restoran.

"Karena satu usaha terkadang cabangnya banyak. Bukan tidak mungkin jumlahnya akan terus bertambah," ujar Tjahjono

Selain itu, kata dia, selama ini potensi minyak jelantah dari usaha kafe dan restoran di Surabaya bisa mencapai puluhan ton per bulan.

"Artinya jika bisa disisihkan 10 persen saja potensi kapasitasnya bisa mencapai 2-3 ton minyak jelantah per bulan untuk teman-teman Karang Taruna, dan bisa terus bertambah jumlahnya," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Surabaya, Fuad Benardi mengatakan, para pengusaha kafe dan restoran yang ikut peduli dengan mengalokasikan limbah minyak jelantah bisa dimanfaatkan untuk ikut mendorong pemberdayaan anak muda di Surabaya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Fuad berharap dengan kolaborasi ini, akan semakin membantu anak-anak muda Karang Taruna terutama yang tidak memiliki pekerjaan karena dampak pandemi bisa berkarya.

Lebih lanjut Fuad menjelaskan bahwa tingkat pengangguran di Surabaya masih tinggi, dan mayoritas mereka adalah anak muda, ada yang lulusan SMA, ada juga yang lulusan S1 belum bekerja.

"Jadi kami ingin memberdayakan mereka melalui program Jelantah ini," jelasnya.

Dengan menggunakan minyak jelantah ini, Fuad menerangkan, ratusan anak muda yang telah diberdayakan bisa memproduksi berbagai produk yang menggunakan bahan baku minyak bekas, misalnya sabun.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Nah dengan adanya ini, paling tidak anak-anak muda ini bisa berkarya berusaha agar mereka bisa membuat sesuatu usaha, bahkan ke depan kita akan terus kembangkan ke usaha atau produk lain," katanya.

Fuad menambahkan, selama ini Karang Taruna Kota Surabaya telah menggerakkan program Jelantah dengan skala kecil yakni dengan mengumpulkan minyak jelantah dari kampung ke kampung dan rumah ke rumah, terutama di wilayah Gununganyar dan Rungkut.

"Tapi memang skalanya masih sangat kecil karena hanya minyak dari olahan rumah tangga yang kita peroleh,"terangnya.

Dengan kolaborasi ini bersama Akprindo Jatim, diharapkan bisa memperoleh lebih banyak bahan jelantah, sehingga skalanya lebih besar dan bisa memberdayakan lebih banyak lagi teman-teman Karang Taruna di Surabaya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Masa Berlaku SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.