Selasa, 03 Feb 2026 01:29 WIB

Gandeng Apkrindo, Karang Taruna Surabaya Bikin Program Minyak Jelantah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 07 Jan 2022 01:03 WIB
Penandatanganan kerjasama Karang Taruna Surabaya dengan Apkrindo
Penandatanganan kerjasama Karang Taruna Surabaya dengan Apkrindo

selalu.id - Limbah minyak jelantah atau bekas penggorengan bisa lebih bermanfaat jika diolah. Oleh karena itu, Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur berkolaborasi dengan Karang Taruna Kota Surabaya.

Kalaborasi ini, untuk menjalankan program 'Jelantah Karang Taruna' agar bisa memberdayakan anak muda terutama para pengangguran agar memiliki kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Selama ini minyak goreng bekas penggorengan atau minyak jelantah dari kafe dan restoran para anggota Apkrindo dapat dijual kepada para pengepul," kata Apkrindo Jatim, Tjahjono Haryono, usai penandatangan kerja sama program Jelantah Karang Taruna di HOPS Kitchen & Bar Surabaya, Kamis (6/1/2022).

Dengan kerjasama dengan Karang Taruna, Tjahjono menyampaikan, ingin berbagi dengan kepedulian lingkungan. sehingga bisa disisihkan sekitar 10-20 persen dari total minyak jelantah yang selama ini terkumpul.

Tjahjono menyampaikan, Apkrindo sudah ada sekitar 10-11 pengusaha yang komitmen untuk menyalurkan minyak jelantah. Akan tetapi outputnya ada ratusan gerai kafe atau restoran.

"Karena satu usaha terkadang cabangnya banyak. Bukan tidak mungkin jumlahnya akan terus bertambah," ujar Tjahjono

Selain itu, kata dia, selama ini potensi minyak jelantah dari usaha kafe dan restoran di Surabaya bisa mencapai puluhan ton per bulan.

"Artinya jika bisa disisihkan 10 persen saja potensi kapasitasnya bisa mencapai 2-3 ton minyak jelantah per bulan untuk teman-teman Karang Taruna, dan bisa terus bertambah jumlahnya," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Surabaya, Fuad Benardi mengatakan, para pengusaha kafe dan restoran yang ikut peduli dengan mengalokasikan limbah minyak jelantah bisa dimanfaatkan untuk ikut mendorong pemberdayaan anak muda di Surabaya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Fuad berharap dengan kolaborasi ini, akan semakin membantu anak-anak muda Karang Taruna terutama yang tidak memiliki pekerjaan karena dampak pandemi bisa berkarya.

Lebih lanjut Fuad menjelaskan bahwa tingkat pengangguran di Surabaya masih tinggi, dan mayoritas mereka adalah anak muda, ada yang lulusan SMA, ada juga yang lulusan S1 belum bekerja.

"Jadi kami ingin memberdayakan mereka melalui program Jelantah ini," jelasnya.

Dengan menggunakan minyak jelantah ini, Fuad menerangkan, ratusan anak muda yang telah diberdayakan bisa memproduksi berbagai produk yang menggunakan bahan baku minyak bekas, misalnya sabun.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

"Nah dengan adanya ini, paling tidak anak-anak muda ini bisa berkarya berusaha agar mereka bisa membuat sesuatu usaha, bahkan ke depan kita akan terus kembangkan ke usaha atau produk lain," katanya.

Fuad menambahkan, selama ini Karang Taruna Kota Surabaya telah menggerakkan program Jelantah dengan skala kecil yakni dengan mengumpulkan minyak jelantah dari kampung ke kampung dan rumah ke rumah, terutama di wilayah Gununganyar dan Rungkut.

"Tapi memang skalanya masih sangat kecil karena hanya minyak dari olahan rumah tangga yang kita peroleh,"terangnya.

Dengan kolaborasi ini bersama Akprindo Jatim, diharapkan bisa memperoleh lebih banyak bahan jelantah, sehingga skalanya lebih besar dan bisa memberdayakan lebih banyak lagi teman-teman Karang Taruna di Surabaya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.