Selasa, 03 Feb 2026 12:55 WIB

Wali Kota Eri Siapkan Program Makan Siang Gratis Gunakan APBD

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 24 Nov 2024 16:26 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Setelah menjalani cuti kampanye, Eri Cahyadi kini kembali menjabat sebagai Wali Kota Surabaya pada Minggu (24/11/2024). Salah satu agenda penting yang akan ia siapkan adalah kajian untuk menjalankan program makanan bergizi gratis, yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Meski semula mengharapkan program ini dibiayai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Eri kini menyatakan kesediaannya untuk menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

“Kalau dulu menggunakan APBN yang disampaikan, tapi ternyata kemarin persiapan untuk menggunakan APBD. Ini informasi, saya juga belum tahu, tapi informasinya seperti itu,” ujarnya, Jumat (22/11/2024).

Eri menegaskan bahwa program ini adalah bentuk gotong royong untuk mendukung daerah-daerah lain yang kemampuannya terbatas.

“Ketika ada makan gratis dan daerah lain membutuhkan dana tetapi tidak kuat, dan Surabaya harus menggunakan dana kita (APBD) untuk warga Surabaya, saya tidak apa-apa,” imbuhnya.

Namun, perhatian kini mengarah pada kemungkinan dampak program ini terhadap prioritas anggaran lainnya, salah satunya pembangunan Rumah Sakit (RS) Surabaya Selatan yang telah direncanakan untuk tahun 2025.

Sebelumnya, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, menyoroti potensi pergeseran anggaran sebesar Rp 1,1 triliun untuk program makanan bergizi gratis. Ia menilai, alokasi besar ini berpotensi memengaruhi prioritas lain, termasuk pembangunan RS Surabaya Selatan yang telah dianggarkan Rp 305 miliar dalam APBD 2025.

“Jika memang benar anggaran sebesar Rp 1,1 triliun dialokasikan untuk program makanan bergizi gratis, tentu sejumlah anggaran lain perlu dirasionalisasi atau bahkan digeser. Kami berharap Pemkot Surabaya memiliki rencana alternatif seperti Plan A, Plan B, dan Plan C untuk mengantisipasi dampaknya terhadap prioritas lainnya,” ujar Aning, Senin (18/11/2024).

Aning menegaskan pentingnya transparansi dalam alokasi anggaran ini. Ia meminta Pemkot memberikan penjelasan rinci mengenai penggunaan anggaran Rp 1,1 triliun tersebut.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

“Apakah itu merupakan total biaya keseluruhan atau hanya sebagian? Kita perlu tahu apakah anggaran itu bisa dipilah dan dipilih, agar tidak mengorbankan proyek-proyek penting lainnya,” tambahnya.

Masa Depan RS Surabaya Selatan

Aning juga mengingatkan bahwa pembangunan RS Surabaya Selatan, yang bertujuan meningkatkan akses kesehatan di wilayah selatan Surabaya, telah melalui tahap pra-studi kelayakan (pre-feasibility study) dan sedang dalam proses studi kelayakan (feasibility study).

“Kami berharap Pemkot memberikan gambaran detail tentang alokasi anggaran yang ada. Apakah RS Surabaya Selatan tetap menjadi prioritas atau terpaksa digeser,” jelasnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Ia menekankan bahwa Wali Kota sebelumnya telah berkomitmen membangun rumah sakit di setiap wilayah Surabaya untuk pemerataan layanan kesehatan. Aning berharap visi tersebut tetap berjalan tanpa terhalang oleh pergeseran anggaran.

“Wali Kota sebelumnya berkomitmen membangun rumah sakit di Surabaya Timur, Barat, Utara, Pusat, dan Selatan. Kami ingin visi ini tetap berjalan dan tidak terkendala oleh pergeseran anggaran,” tegas Aning.

Hasil studi kelayakan yang sedang disusun dinas terkait diharapkan memberikan kejelasan apakah anggaran Rp 305 miliar cukup untuk menyelesaikan pembangunan RS Surabaya Selatan secara menyeluruh atau hanya mencakup fisik bangunan saja.

“Kami masih menunggu hasil studi kelayakan. Itu sangat penting untuk menentukan apakah anggaran tersebut cukup untuk pembangunan fisik, peralatan, dan operasional, atau hanya sampai tahap fisik bangunan saja,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.