Rabu, 22 Jul 2026 21:19 WIB

Tak Mudah Lawan Khofifah, Begini Peluang Risma-Gus Hans Kejar Elektabiltas Pilgub Jatim

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Sep 2024 15:39 WIB
Paslon Pilgub
Paslon Pilgub

selalu.id - Founder dan Peneliti Utama Indikator Burhanuddin Muhtadi memaparkan hasil eletabilitas lembaga survei Indikator Politik Indonesia paslon Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak masih unggul, yakni 61,2 persen.

Sementara paslon lain yakni nomor urut 3 Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) dengan 26,0 persen, dan paslon nomor urut 1 Luluk Nur Hamidah-Lukmanuk Khakim di posisi buncit dengan 2,2 persen.

Baca Juga: Khofifah-Emil Siap Pimpin Jatim, Latihan Baris Berbaris Menuju Pelantikan

Sementara, kata Burhan, responden yang tidak memilih atau golput sebanyak 0,5 persen, dan yang tidak tahu/rahasia 10,2 persen.

“Suara Mbak Khofifah berpasangan dengan Emil 61,2 lersen, Mbak Risma dengan Gus Hans 26,0 persen, Mbak Luluk dengan Lukman 2,2 persen,” kata Burhan.

Simulasi ini, kata dia, adalah yang paling mendekati hari H nanti, meski mereka belum memakai nomor urut dan foto saat penarikan sampel.

“Tapi setidaknya berdasarkan potret pertengahan september itu Khofofah-Emil Dardak unggul signifikan dibanding peringkat kedua (paslon urut 3 Risma-Gus Hans), dan ketiga (paslon nomor 1 Luluk-Lukman),” ujarnya.

Burhan mengatakan, pasangan Risma-Gus Hans relatif lebih memiliki peluang untuk menyaingi duet petahana Khofifah-Emil. Sementara paslon Luluk-Lukman harus bekerja lebih keras untuk menggenjot elektabilitas mereka.

“Di antara dua rival Khofifah, Mbak Risma relatif punya peluang untuk menyaingi Mbak Khofifah. Meskipun lagi-lagi buat Mbak Luluk kalau ingin menaikkan elektabilitas tingkat kedikenalan Lukuk-Lukman harus digenjot semaksimal mungkin,” ucapnya.

Lebih lanjut Burhan menyebut, Risma memiliki investasi sosial dan elektoral yang cukup untuk menyaingi Khofifah, karena pernah lama sebagai Wali Kota Surabaya dua periode, kemudian sebagai Menteri Sosial.

Baca Juga: Latihan Baris Berbaris, Khofifah: Ini Simbol Kesatuan Pembangunan Nasional

Meski begitu manyaingi Khofifah bukanlah hal yang mudah. Pasalnya Khofifah adalah petahana dan telah memimpin Jatim selama lima tahun terkahir.

Ketua Umum Muslimat NU itu juga dianggap punya mental dan pengalaman bertarung di Pilgub Jatim sebelumnya sebanyak tiga kali.

“Jangan lupa Khofifah sudah berkali-kali maju (maju di Pilgub Jatim),” katanya.

Sementara itu dalam simulasi tiga nama calon gubernur, Khofifah unggul dengan 60,9 persen, Risma 26,9 persen, Luluk 1,8 persen, tidak memilih atau golput 0,7 persen, tidak tahu/tidak jawab 9,7 persen.

Baca Juga: Hampir 4 Ribu TPS, Suara Risma-Gus Hans, Nol!

Lalu pada simulasi enam nama semi terbuka, tiga nama cagub dan tiga nama cawagub, Khofifah berada di posisi teratas dengan 52,0 persen, Risma 22,8 persen, Emil 7,2 persen, Lukman 1,3 , Luluk 1,0 persen, Gus Hans 0,7 persen, lainnya 0,2 persen, tidak memilih atau golput 0,9 persen, tidak tahu/tidak jawab 13,8 persen.

“Di antara cawagub, yang relatif sudah punya semacam kontribusi elektoral yang cukup lumayan adalah Emil Dardak 7,2 persen. Dia punya kontribusi,“ ucapnya.

Sekedar diketahu, Survei tersebut melibatkan 1.000 responden yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jatim. Penarikan sampel menggunakan metode multistage randim sampling.

Pelaksanaan survei ini pada 9-14 September 2024 dan memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 3,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.