Rabu, 04 Feb 2026 14:43 WIB

Tak Mudah Lawan Khofifah, Begini Peluang Risma-Gus Hans Kejar Elektabiltas Pilgub Jatim

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Sep 2024 15:39 WIB
Paslon Pilgub
Paslon Pilgub

selalu.id - Founder dan Peneliti Utama Indikator Burhanuddin Muhtadi memaparkan hasil eletabilitas lembaga survei Indikator Politik Indonesia paslon Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak masih unggul, yakni 61,2 persen.

Sementara paslon lain yakni nomor urut 3 Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) dengan 26,0 persen, dan paslon nomor urut 1 Luluk Nur Hamidah-Lukmanuk Khakim di posisi buncit dengan 2,2 persen.

Baca Juga: Khofifah-Emil Siap Pimpin Jatim, Latihan Baris Berbaris Menuju Pelantikan

Sementara, kata Burhan, responden yang tidak memilih atau golput sebanyak 0,5 persen, dan yang tidak tahu/rahasia 10,2 persen.

“Suara Mbak Khofifah berpasangan dengan Emil 61,2 lersen, Mbak Risma dengan Gus Hans 26,0 persen, Mbak Luluk dengan Lukman 2,2 persen,” kata Burhan.

Simulasi ini, kata dia, adalah yang paling mendekati hari H nanti, meski mereka belum memakai nomor urut dan foto saat penarikan sampel.

“Tapi setidaknya berdasarkan potret pertengahan september itu Khofofah-Emil Dardak unggul signifikan dibanding peringkat kedua (paslon urut 3 Risma-Gus Hans), dan ketiga (paslon nomor 1 Luluk-Lukman),” ujarnya.

Burhan mengatakan, pasangan Risma-Gus Hans relatif lebih memiliki peluang untuk menyaingi duet petahana Khofifah-Emil. Sementara paslon Luluk-Lukman harus bekerja lebih keras untuk menggenjot elektabilitas mereka.

“Di antara dua rival Khofifah, Mbak Risma relatif punya peluang untuk menyaingi Mbak Khofifah. Meskipun lagi-lagi buat Mbak Luluk kalau ingin menaikkan elektabilitas tingkat kedikenalan Lukuk-Lukman harus digenjot semaksimal mungkin,” ucapnya.

Lebih lanjut Burhan menyebut, Risma memiliki investasi sosial dan elektoral yang cukup untuk menyaingi Khofifah, karena pernah lama sebagai Wali Kota Surabaya dua periode, kemudian sebagai Menteri Sosial.

Baca Juga: Latihan Baris Berbaris, Khofifah: Ini Simbol Kesatuan Pembangunan Nasional

Meski begitu manyaingi Khofifah bukanlah hal yang mudah. Pasalnya Khofifah adalah petahana dan telah memimpin Jatim selama lima tahun terkahir.

Ketua Umum Muslimat NU itu juga dianggap punya mental dan pengalaman bertarung di Pilgub Jatim sebelumnya sebanyak tiga kali.

“Jangan lupa Khofifah sudah berkali-kali maju (maju di Pilgub Jatim),” katanya.

Sementara itu dalam simulasi tiga nama calon gubernur, Khofifah unggul dengan 60,9 persen, Risma 26,9 persen, Luluk 1,8 persen, tidak memilih atau golput 0,7 persen, tidak tahu/tidak jawab 9,7 persen.

Baca Juga: Hampir 4 Ribu TPS, Suara Risma-Gus Hans, Nol!

Lalu pada simulasi enam nama semi terbuka, tiga nama cagub dan tiga nama cawagub, Khofifah berada di posisi teratas dengan 52,0 persen, Risma 22,8 persen, Emil 7,2 persen, Lukman 1,3 , Luluk 1,0 persen, Gus Hans 0,7 persen, lainnya 0,2 persen, tidak memilih atau golput 0,9 persen, tidak tahu/tidak jawab 13,8 persen.

“Di antara cawagub, yang relatif sudah punya semacam kontribusi elektoral yang cukup lumayan adalah Emil Dardak 7,2 persen. Dia punya kontribusi,“ ucapnya.

Sekedar diketahu, Survei tersebut melibatkan 1.000 responden yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jatim. Penarikan sampel menggunakan metode multistage randim sampling.

Pelaksanaan survei ini pada 9-14 September 2024 dan memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 3,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Editor : Ading
Berita Terbaru

TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident

Penguatan Safety Awareness menjadi krusial perusahaan untuk memitigasi risiko kecelakaan kerja dan potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Expo Campus 2026 Surabaya: Ajak Siswa Jelajahi Minat dan Masa Depan Pendidikan

Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengenal lebih dekat pada dunia pendidikan tinggi.

Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya

Perubahan perda ini dinilai penting untuk memperkuat tata kelola pemanfaatan aset milik Pemkot Surabaya ke depan.

Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto

Dengan hadirnya susur Sungai Ngotok, Pemkot Mojokerto berharap TBM akan menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Arif Fathoni: Perikanan Surabaya Siap Sokong Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

Karena itu, Fathoni mendorong pemerintah hadir lewat pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas pascapanen.

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional.