Rabu, 11 Feb 2026 16:39 WIB

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Walikota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).
Walikota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Kota Mojokerto terpilih sebagai salah satu daerah pilot project digitalisasi bantuan sosial. Secara nasional, terdapat 41 daerah yang ditunjuk sebagai lokasi uji coba digitalisasi bantuan sosial tersebut.

Dari Provinsi Jawa Timur, hanya empat daerah yang terpilih, yakni Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Surabaya, dan Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga: Mengenal Sepatu Aveka, Pemenang Shopee Jagoan UMKM asal Mojokerto

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan bahwa penunjukan Kota Mojokerto sebagai pilot project merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap komitmen daerah dalam memperbaiki tata kelola bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.

“Digitalisasi bantuan sosial ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Karena itu, data menjadi kunci utama,” kata Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto usai mengikuti Sosialisasi Piloting Digitalisasi Bantuan Soaial dan Peran Pemerintah Daerah yang digelar Kemendagri di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Mojokerto terpilih jadi pilot project digitalisasi bantuan sosial. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).Mojokerto terpilih jadi pilot project digitalisasi bantuan sosial. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).

Baca Juga: Pesan Khusus Ning Ita pada Insan Pers Dalam Perayaan HPN ke-80 di Mojokerto

Menurutnya, salah satu fokus utama dalam piloting ini adalah sinkronisasi dan validasi data antar instansi, khususnya antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Sehingga dapat memberikan perlindungan sosial yang tepat sasaran dan berbasis data.

“Selama ini tantangan terbesar penyaluran bansos adalah ketepatan data. Dengan integrasi data kependudukan dan data statistik, kami berharap tidak ada lagi bantuan yang salah sasaran, tumpang tindih, atau justru tidak diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” jelas Ning Ita.

Ia menambahkan, peran aktif pemerintah daerah sangat menentukan keberhasilan digitalisasi bansos. Tidak hanya dari sisi kebijakan, tetapi juga dalam memastikan kesiapan perangkat daerah serta literasi digital masyarakat.

Baca Juga: Sate 'Nggarai Tangi' di Pinggiran Sawah Mojokerto, Begini Khasiatnya untuk Pria Dewasa

“Sebagai daerah pilot project, Kota Mojokerto siap menjadi contoh dalam pelaksanaan digitalisasi bantuan sosial yang transparan dan akuntabel.” kata Ning Ita.

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional guna meningkatkan efektivitas perlindungan sosial di Indonesia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Xiaomi SU7 Ultra Siap Taklukkan Lintasan Virtual Gran Turismo 7

Kehadiran mobil ini sudah meluncur melalui "Update 1.67" pada 29 Januari 2026, menandai debut bersejarah Xiaomi dalam franchise Gran Turismo.

Gubernur Khofifah Diperiksa Besok di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim, Berani Datang?

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa penjadwalan ulang ini dilakukan karena Gubernur Khofifah berhalangan hadir alias mangkir pada jadwal sebelumnya.

Wisata Trawas dan Pacet Mojokerto Cocok Buat Liburan dengan Keluarga: Tempatnya Nyaman, Aksesnya Mudah

Wisata di Mojokerto ini cocok sekali bagi kamu yang ingin sejenak melepas penat dari hiruk-pikuk kota dan mencari suasana baru untuk menyegarkan pikiran.

Upacara Penghormatan Terakhir untuk Adi Sutarwijono Digelar Besok Siang

Jenazah Cak Awi diberangkatkan dari Jakarta pada hari ini, Rabu, 11 Februari 2026 siang menggunakan pesawat menuju Surabaya.

Bendera Setengah Tiang di DPRD Surabaya untuk Penghormatan Terakhir pada Adi Sutarwijono

Sekretaris DPRD Surabaya, Musdiq Ali Suhudi mengatakan bendera setengah tiang itu dipasang untuk penghormatan terakhir kepada Cak Awi.

Gedung TK di Kedurus Surabaya Terancam Roboh, DPRD Turun Tangan

“Tidak boleh ada masalah warga Kedurus yang dibiarkan berlarut. Camat dan lurah harus responsif,” jelas Cak Yebe.