Jumat, 04 Sep 2026 13:47 WIB

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Walikota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).
Walikota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).

selalu.id - Kota Mojokerto terpilih sebagai salah satu daerah pilot project digitalisasi bantuan sosial. Secara nasional, terdapat 41 daerah yang ditunjuk sebagai lokasi uji coba digitalisasi bantuan sosial tersebut.

Dari Provinsi Jawa Timur, hanya empat daerah yang terpilih, yakni Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Surabaya, dan Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga: Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan bahwa penunjukan Kota Mojokerto sebagai pilot project merupakan bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap komitmen daerah dalam memperbaiki tata kelola bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.

“Digitalisasi bantuan sosial ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Karena itu, data menjadi kunci utama,” kata Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto usai mengikuti Sosialisasi Piloting Digitalisasi Bantuan Soaial dan Peran Pemerintah Daerah yang digelar Kemendagri di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Mojokerto terpilih jadi pilot project digitalisasi bantuan sosial. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).Mojokerto terpilih jadi pilot project digitalisasi bantuan sosial. (Dok. Humas Pemkot Mojokerto).

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Kelompok Tani, Ajak Milenial Tak Gengsi jadi Petani

Menurutnya, salah satu fokus utama dalam piloting ini adalah sinkronisasi dan validasi data antar instansi, khususnya antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Sehingga dapat memberikan perlindungan sosial yang tepat sasaran dan berbasis data.

“Selama ini tantangan terbesar penyaluran bansos adalah ketepatan data. Dengan integrasi data kependudukan dan data statistik, kami berharap tidak ada lagi bantuan yang salah sasaran, tumpang tindih, atau justru tidak diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” jelas Ning Ita.

Ia menambahkan, peran aktif pemerintah daerah sangat menentukan keberhasilan digitalisasi bansos. Tidak hanya dari sisi kebijakan, tetapi juga dalam memastikan kesiapan perangkat daerah serta literasi digital masyarakat.

Baca Juga: Berkat Akses dan Kualitas Kesehatan, Kota Mojokerto Terima Insentif Fiskal 2 Miliar

“Sebagai daerah pilot project, Kota Mojokerto siap menjadi contoh dalam pelaksanaan digitalisasi bantuan sosial yang transparan dan akuntabel.” kata Ning Ita.

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional guna meningkatkan efektivitas perlindungan sosial di Indonesia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Cerita Pemuda Lamongan Sulap Kamar di Sambikerep Surabaya jadi Gudang Transit Sabu

Kini, langkah BN terhenti. Pemuda Lamongan itu harus menukar kamar kontrakannya di Sambikerep dengan dinginnya sel tahanan Polrestabes Surabaya.

Taman Dayu Rayakan Anniversary Lewat Turnamen Golf Bernuansa Bali

General Manager Taman Dayu Golf Club & Resort Brendan Sentosa mengatakan perayaan anniversary ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada komunitas.

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.