Kamis, 04 Jun 2026 06:14 WIB

Begini Keseruan Turnamen Mobile Legend antar Siswa SD di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 30 Jun 2024 20:49 WIB
Suasana turnamen mobile legend
Suasana turnamen mobile legend

selalu.id - Perusahaan pengembang dan penerbit gim Mobile Legend Bang-Bang (MLBB) Moonton Games menggelar turnamen antar SD pertama di Indonesia sekaligus Grandi Final di Surabaya, Minggu (30/6/2024).

Senior Manager of Business Development & Community Moonton Games Erina Tan mengatakan, di momen liburan sekolah ini, pihaknya berkomitmen mengembangkan pembibitan atlet e-sport muda di Indonesia, dengan mengajak pelajar SD mengikuti penggelaran turnamennya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Khusus di Jawa Timur, Erina menyampaikan pihaknya ingin terjun ke industri pro-scene dengan penjaringan bakat dimulai dengan menyelenggarakan kejuaraan tingkat sekolah dasar bertajuk "MLBB Goes to School" di Surabaya yang kini sudah memasuki fase akhir.

"Kami sudah melalui survei hasilnya banyak pelajar SD yang gemar bermain MLBB dan punya tim, selain itu juga banyak bibit potensial yang bisa dibina," kata Erina, saat ditemui, Grand Final MLBB Goes To School, di Galaxi Mall 2 Surabaya.

Diketahui, even tersebut total diikuti 32 tim sekolah dasar negeri dari swasta dari wilayah Surabaya dan Malang. Sedangkan pemain pada kompetisi itu mencapai 1.280 pelajar.

Kata dia, bermain di fase akhir, puluh tim tersebut terlebih dahulu menjalani fase penyisihan mulai 18 Maret hingga 3 Mei 2024.

Kemudian di fase akhir ini menyisakan 4 tim, yakni SDN Pandanwangi dan SDN Kota Lama 1 asal Malang. Kemudian dua lainnya asal Surabaya adalah SDN Sawunggaling 1 serta SDK St Mary.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Grand final kami jadwalkan setelah pelajar menyelesaikan ujian akhir dan bertepatan dengan liburan sekolah supaya tidak mengganggu jam sekolahnya," ucapnya.

Erina menyebut, ke depannya para pemain yang mengikuti kejuaraan ini terus dipantau perkembangannya dan diharapkan banyak peserta mampu bersaing di pro-scene Nasional.

"Fokus jangka panjang, adalah industri esport. Kami ada batas usia 16 tahun untuk bisa mengikuti kejuaraan piala dunia MLBB, maka kami berikan pengalaman sehingga ada tujuan untuk diraih," kata dia.

Sementara itu, salah satu peserta tim Mobil Legend asal Sekolah SD Percobaan 1 Malang, Chartur mengaku senang mengikuti turnamen ini.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Seru aja senang tambah pengalaman," ungkapnya.

Kepala sekolah SDN 1 Percobaan 1 Malang Ahmad Suyati menambahkan, turnamen ini sangat positif untuk anak-anak untuk mengisi waktu luang momen liburan sekolah. Apalagi juga mengaku sudah mengirim anak didiknya ke Swedia mengukuti turnamen Mobil Legend U-11.

"Ini untuk mengisi liburan terbaik termasuk olahraganya untuk yang bermain kreatif seperti mobil legend seperti ini. Game itu hiburan kita utama belajar tanamkan sepert ini. Game ini refreshing, termasuk memilih game bisa berkalobrasi atau kerjasamanya tim," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.