Selasa, 03 Feb 2026 00:10 WIB

Tujuh Remaja Gangster Diamankan Petugas, Para Ibu Menangis dan Pingsan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 17 Apr 2024 15:13 WIB
Foto: Sekelompok remaja diamankan petugas
Foto: Sekelompok remaja diamankan petugas

selalu.id - Kepolisian Surabaya berhasil membubarkan dan mengamankan segerombolan remaja atau gangster di wilayah Jalan Simokerto, pada Senin (15/4/2024) dini hari.

Polisi pun juga mengamankan tujuh remaja dan sejumlah barang bukti berupa dua senjata tajam jenis celurit. Kemudian mereka di bawa  ke Polsek Simokerto Jalan Kapasan 192 Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan.

Ke tujuh remaja yakni MS warga Gembong gang 3 Surabaya, HM warga Gembong gang 5 Surabaya, MA Gembong Sawah Barat 2, MR warga Kapasan gang 1 Surabaya, MR warga jalan Kapasari Surabaya, GP warga Kedung Anyar gang 8 Surabaya dan AL warga Sombo Surabaya.

Kemudian, usai pemeriksaan oleh penyidik salah satu seorang remaja AL warga Sombo ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit sepanjang 1 meter.

Al pun dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Kapolsek Simokerto Kompol M.Irfan menyampaikan untuk enam remaja lainnya tidak cukup bukti membawa dan memiliki sajam. Selain itu, ada ketiga remaja yang berdomisili di Gembong ke Balai RW 5 jalan Gembong VI Surabaya serta dihadiri kedua orang tuanya.



“Kemudian ketiga remaja sujud di kedua kaki ibu nya untuk meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatan nya, dalam sesi ini suasana berubah menjadi sedih karena ketiga ibu dan ketiga remaja berbicara sambil menangis,” ungkap Kompol Irfan.

Baca Juga: Enam Remaja Begal Motor Bersajam Ditangkap di Bulak Surabaya



Usai meminta maaf, orang tua ketiga remaja yang terlibat gangster ini memotong rambut anaknya sampai gundul dan ketiga remaja terlibat dan  surat pernyataan bermaterai disaksikan oleh Ketua RW dan Ketua RT nya.

“Untuk ketiga remaja sisanya setelah pembinaan dari Bhabinkamtibmas dikembalikan ke rumah orang tuanya dengan menggunakan mobil patroli lantas Polsek Simokerto dipimpin Pawas Ipda Rustam,” ujarnya.

Lebih lanjut Kompol Irfan menjelaskan, saat sampai di rumah orang tua MR Kapasan 1 Surabaya sang ibu yang melihat anaknya digelandang Polisi langsung jatuh pingsan.

“kejadian itu juga terjadi lagi saat Polisi sampai di rumah orang tua MR jalan Kapasari dekat rel kereta api, ibu nya yang melihat anak nya diantar Polisi langsung jatuh pingsan,” terangnya.

Berbagai upaya yang kita lakukan ini selain pembinaan juga memberikan efek jera kepada para remaja dan keluarga nya agar lebih perhatian lagi dalam mengawasi anak nya dengan cara membawa ke balai RW disaksikan ketua RW dan Ketua RT

“Juga dengan cara menyerahkan ke rumah orang tua nya dengan dikawal anggota kepolisian berseragam menggunakan mobil patroli sehingga masyarakat sekitarnya mengetahui,” pungkasnya.

Baca Juga: Azhar Kahfi: Pembatasan Jam Malam Tak Cukup Atasi Balap Liar

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.