Jumat, 05 Jun 2026 01:40 WIB

Tujuh Remaja Gangster Diamankan Petugas, Para Ibu Menangis dan Pingsan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 17 Apr 2024 15:13 WIB
Foto: Sekelompok remaja diamankan petugas
Foto: Sekelompok remaja diamankan petugas

selalu.id - Kepolisian Surabaya berhasil membubarkan dan mengamankan segerombolan remaja atau gangster di wilayah Jalan Simokerto, pada Senin (15/4/2024) dini hari.

Polisi pun juga mengamankan tujuh remaja dan sejumlah barang bukti berupa dua senjata tajam jenis celurit. Kemudian mereka di bawa  ke Polsek Simokerto Jalan Kapasan 192 Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan.

Ke tujuh remaja yakni MS warga Gembong gang 3 Surabaya, HM warga Gembong gang 5 Surabaya, MA Gembong Sawah Barat 2, MR warga Kapasan gang 1 Surabaya, MR warga jalan Kapasari Surabaya, GP warga Kedung Anyar gang 8 Surabaya dan AL warga Sombo Surabaya.

Kemudian, usai pemeriksaan oleh penyidik salah satu seorang remaja AL warga Sombo ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit sepanjang 1 meter.

Al pun dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Kapolsek Simokerto Kompol M.Irfan menyampaikan untuk enam remaja lainnya tidak cukup bukti membawa dan memiliki sajam. Selain itu, ada ketiga remaja yang berdomisili di Gembong ke Balai RW 5 jalan Gembong VI Surabaya serta dihadiri kedua orang tuanya.



“Kemudian ketiga remaja sujud di kedua kaki ibu nya untuk meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatan nya, dalam sesi ini suasana berubah menjadi sedih karena ketiga ibu dan ketiga remaja berbicara sambil menangis,” ungkap Kompol Irfan.

Baca Juga: Pria di Surabaya Tewas Diserang 4 Orang, Dibacok di Kepala dan Juga Dada



Usai meminta maaf, orang tua ketiga remaja yang terlibat gangster ini memotong rambut anaknya sampai gundul dan ketiga remaja terlibat dan  surat pernyataan bermaterai disaksikan oleh Ketua RW dan Ketua RT nya.

“Untuk ketiga remaja sisanya setelah pembinaan dari Bhabinkamtibmas dikembalikan ke rumah orang tuanya dengan menggunakan mobil patroli lantas Polsek Simokerto dipimpin Pawas Ipda Rustam,” ujarnya.

Lebih lanjut Kompol Irfan menjelaskan, saat sampai di rumah orang tua MR Kapasan 1 Surabaya sang ibu yang melihat anaknya digelandang Polisi langsung jatuh pingsan.

“kejadian itu juga terjadi lagi saat Polisi sampai di rumah orang tua MR jalan Kapasari dekat rel kereta api, ibu nya yang melihat anak nya diantar Polisi langsung jatuh pingsan,” terangnya.

Berbagai upaya yang kita lakukan ini selain pembinaan juga memberikan efek jera kepada para remaja dan keluarga nya agar lebih perhatian lagi dalam mengawasi anak nya dengan cara membawa ke balai RW disaksikan ketua RW dan Ketua RT

“Juga dengan cara menyerahkan ke rumah orang tua nya dengan dikawal anggota kepolisian berseragam menggunakan mobil patroli sehingga masyarakat sekitarnya mengetahui,” pungkasnya.

Baca Juga: Tawuran Antar Gangster Pecah di Gubeng Surabaya, 8 Remaja hingga Sajam Diamankan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.