Selasa, 08 Sep 2026 05:44 WIB

Tujuh Remaja Gangster Diamankan Petugas, Para Ibu Menangis dan Pingsan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 17 Apr 2024 15:13 WIB
Foto: Sekelompok remaja diamankan petugas
Foto: Sekelompok remaja diamankan petugas

selalu.id - Kepolisian Surabaya berhasil membubarkan dan mengamankan segerombolan remaja atau gangster di wilayah Jalan Simokerto, pada Senin (15/4/2024) dini hari.

Polisi pun juga mengamankan tujuh remaja dan sejumlah barang bukti berupa dua senjata tajam jenis celurit. Kemudian mereka di bawa  ke Polsek Simokerto Jalan Kapasan 192 Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan.

Ke tujuh remaja yakni MS warga Gembong gang 3 Surabaya, HM warga Gembong gang 5 Surabaya, MA Gembong Sawah Barat 2, MR warga Kapasan gang 1 Surabaya, MR warga jalan Kapasari Surabaya, GP warga Kedung Anyar gang 8 Surabaya dan AL warga Sombo Surabaya.

Kemudian, usai pemeriksaan oleh penyidik salah satu seorang remaja AL warga Sombo ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit sepanjang 1 meter.

Al pun dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Kapolsek Simokerto Kompol M.Irfan menyampaikan untuk enam remaja lainnya tidak cukup bukti membawa dan memiliki sajam. Selain itu, ada ketiga remaja yang berdomisili di Gembong ke Balai RW 5 jalan Gembong VI Surabaya serta dihadiri kedua orang tuanya.



“Kemudian ketiga remaja sujud di kedua kaki ibu nya untuk meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatan nya, dalam sesi ini suasana berubah menjadi sedih karena ketiga ibu dan ketiga remaja berbicara sambil menangis,” ungkap Kompol Irfan.

Baca Juga: Derita Korban Kejahatan Jalanan: Tak Tercover BPJS, Orang Tua Kelimpungan



Usai meminta maaf, orang tua ketiga remaja yang terlibat gangster ini memotong rambut anaknya sampai gundul dan ketiga remaja terlibat dan  surat pernyataan bermaterai disaksikan oleh Ketua RW dan Ketua RT nya.

“Untuk ketiga remaja sisanya setelah pembinaan dari Bhabinkamtibmas dikembalikan ke rumah orang tuanya dengan menggunakan mobil patroli lantas Polsek Simokerto dipimpin Pawas Ipda Rustam,” ujarnya.

Lebih lanjut Kompol Irfan menjelaskan, saat sampai di rumah orang tua MR Kapasan 1 Surabaya sang ibu yang melihat anaknya digelandang Polisi langsung jatuh pingsan.

“kejadian itu juga terjadi lagi saat Polisi sampai di rumah orang tua MR jalan Kapasari dekat rel kereta api, ibu nya yang melihat anak nya diantar Polisi langsung jatuh pingsan,” terangnya.

Berbagai upaya yang kita lakukan ini selain pembinaan juga memberikan efek jera kepada para remaja dan keluarga nya agar lebih perhatian lagi dalam mengawasi anak nya dengan cara membawa ke balai RW disaksikan ketua RW dan Ketua RT

“Juga dengan cara menyerahkan ke rumah orang tua nya dengan dikawal anggota kepolisian berseragam menggunakan mobil patroli sehingga masyarakat sekitarnya mengetahui,” pungkasnya.

Baca Juga: Kenakalan Remaja di Surabaya Tahun Ini Disebut Turun, Apa Iya?

Editor : Ading
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Untuk mengungkap fenomena ini, DPRD Surabaya bakal panggil BBWS dan Perum Jasa Tirta I pekan depan.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.