Kamis, 04 Jun 2026 13:12 WIB

Tujuh Remaja Gangster Diamankan Petugas, Para Ibu Menangis dan Pingsan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 17 Apr 2024 15:13 WIB
Foto: Sekelompok remaja diamankan petugas
Foto: Sekelompok remaja diamankan petugas

selalu.id - Kepolisian Surabaya berhasil membubarkan dan mengamankan segerombolan remaja atau gangster di wilayah Jalan Simokerto, pada Senin (15/4/2024) dini hari.

Polisi pun juga mengamankan tujuh remaja dan sejumlah barang bukti berupa dua senjata tajam jenis celurit. Kemudian mereka di bawa  ke Polsek Simokerto Jalan Kapasan 192 Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan.

Ke tujuh remaja yakni MS warga Gembong gang 3 Surabaya, HM warga Gembong gang 5 Surabaya, MA Gembong Sawah Barat 2, MR warga Kapasan gang 1 Surabaya, MR warga jalan Kapasari Surabaya, GP warga Kedung Anyar gang 8 Surabaya dan AL warga Sombo Surabaya.

Kemudian, usai pemeriksaan oleh penyidik salah satu seorang remaja AL warga Sombo ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit sepanjang 1 meter.

Al pun dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Kapolsek Simokerto Kompol M.Irfan menyampaikan untuk enam remaja lainnya tidak cukup bukti membawa dan memiliki sajam. Selain itu, ada ketiga remaja yang berdomisili di Gembong ke Balai RW 5 jalan Gembong VI Surabaya serta dihadiri kedua orang tuanya.



“Kemudian ketiga remaja sujud di kedua kaki ibu nya untuk meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatan nya, dalam sesi ini suasana berubah menjadi sedih karena ketiga ibu dan ketiga remaja berbicara sambil menangis,” ungkap Kompol Irfan.

Baca Juga: Pria di Surabaya Tewas Diserang 4 Orang, Dibacok di Kepala dan Juga Dada



Usai meminta maaf, orang tua ketiga remaja yang terlibat gangster ini memotong rambut anaknya sampai gundul dan ketiga remaja terlibat dan  surat pernyataan bermaterai disaksikan oleh Ketua RW dan Ketua RT nya.

“Untuk ketiga remaja sisanya setelah pembinaan dari Bhabinkamtibmas dikembalikan ke rumah orang tuanya dengan menggunakan mobil patroli lantas Polsek Simokerto dipimpin Pawas Ipda Rustam,” ujarnya.

Lebih lanjut Kompol Irfan menjelaskan, saat sampai di rumah orang tua MR Kapasan 1 Surabaya sang ibu yang melihat anaknya digelandang Polisi langsung jatuh pingsan.

“kejadian itu juga terjadi lagi saat Polisi sampai di rumah orang tua MR jalan Kapasari dekat rel kereta api, ibu nya yang melihat anak nya diantar Polisi langsung jatuh pingsan,” terangnya.

Berbagai upaya yang kita lakukan ini selain pembinaan juga memberikan efek jera kepada para remaja dan keluarga nya agar lebih perhatian lagi dalam mengawasi anak nya dengan cara membawa ke balai RW disaksikan ketua RW dan Ketua RT

“Juga dengan cara menyerahkan ke rumah orang tua nya dengan dikawal anggota kepolisian berseragam menggunakan mobil patroli sehingga masyarakat sekitarnya mengetahui,” pungkasnya.

Baca Juga: Tawuran Antar Gangster Pecah di Gubeng Surabaya, 8 Remaja hingga Sajam Diamankan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.