Kamis, 04 Jun 2026 05:15 WIB

Azhar Kahfi: Pembatasan Jam Malam Tak Cukup Atasi Balap Liar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 17 Jul 2025 19:06 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi

selalu.id — Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, menilai aksi balap liar yang sering terjadi di sejumlah titik Kota Pahlawan tak bisa lagi dianggap sekadar kenakalan remaja.

 

Baca Juga: Kenakalan Remaja di Surabaya Tahun Ini Disebut Turun, Apa Iya?

Menurut Azhar, balap liar telah berkembang menjadi subkultur yang memiliki pola, aturan tak tertulis, hingga komunitas yang terorganisir.

 

“Balap liar ini bukan kejadian acak. Mereka punya lokasi tetap, jam tertentu, bahkan kode etik antar sesama pelaku. Ini sudah jadi bagian dari identitas sebagian anak muda,” kata Azhar, Kamis (17/7/2025).

 

Politisi Fraksi Gerindra itu menyebut pembatasan jam malam tetap penting sebagai upaya pencegahan, terutama saat anak-anak kembali masuk sekolah. Namun, ia menilai pembatasan saja tidak cukup tanpa disertai pemetaan sosial yang lebih dalam.

 

“Apakah mereka ini pelajar, atau justru anak-anak yang sudah putus sekolah? Kalau kita nggak tahu siapa mereka, kita hanya menangani gejalanya, bukan akar masalahnya,” ujarnya.

 

Baca Juga: Operasi Balap Liar di Dringu, ‎Polres Probolinggo Sita 67 Sepeda Motor

Azhar juga melihat kelompok pelaku balap liar sudah berkembang layaknya organisasi dengan sistem kaderisasi dan loyalitas yang tinggi. Aktivitas mereka di jalanan, menurutnya, lebih dari sekadar hobi dan bahkan menjadi simbol solidaritas yang kuat.

 

“Mereka sudah membentuk jaringan sosial yang solid, meski konteksnya negatif. Tapi bukan berarti mereka harus dikucilkan. Pemerintah perlu hadir dengan pendekatan khusus,” ucapnya.

 

Ia mendorong agar pemerintah menyediakan ruang legal dan aman bagi pecinta otomotif muda untuk menyalurkan minat, dengan pendampingan dari komunitas, dinas pendidikan, hingga tokoh pemuda.

Baca Juga: Razia Balap Liar di Mojokerto, 37 Remaja dan 21 Motor Diamankan

 

“Kita nggak sedang melegalkan balap liar. Tapi menyelesaikan ini juga nggak cukup dengan razia atau stempel ‘sampah masyarakat’. Mereka perlu dibina dan dijembatani ke arah yang lebih positif,” tandas Azhar.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.