Jumat, 05 Jun 2026 08:41 WIB

Alun-alun Seluruh Wilayah Jawa Timur Bakal Ditutup saat Malam Tahun Baru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 19 Des 2021 13:50 WIB
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta. Foto: istimewa
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta. Foto: istimewa

Surabaya (selalu.id) - Mengantisipasi kerumunan pada malam tahun baru, seluruh alun-alun kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur ditutup. Penutupan direncanakan mulai tanggal 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022.

"Sudah disampaikan, lokasi wisata dan tempat keramaian, mungkin nanti ditiadakan dan juga alun-alun nanti ditutup tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan tanggal 1 Januari 2022," kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, Minggu (19/12/2021).

Baca Juga: 971 Bintara SPN Polda Jatim Resmi Dilantik, Begini Pesan Khusus Kapolda

Nico mengatakan pada perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) kali ini, wabah pandemi covid-19 masih belum usai. Meskipun angka penularannya mengalami penurunan yang signifikan dan relatif dapat di kendalikan.

Namun di wilayah Jatim masih terdapat beberapa yang masuk level 3 berdasarkan Inmendagri Nomor 67 tahun 2021, diantaranya Kabupaten Situbondo, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Sumenep, Kabupaten, Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Jember dan Kabupaten Bangkalan.

Wilayah Jatim Level 3 tersebut, lantaran daerah tingkat vaksinasi masih belum mencapai target khususnya bagi kaum lansia. Sebab itu, agar kepala daerah bisa mempercepat cakupan vaksinasi khususnya bagi daerah yang dibawah 60 persen.

Tak hanya itu dengan mulai longgarnya kegiatan PPKM sebagai efek dari diturunkannya level PPKM tersebut, menyebabkan masyarakat kurang memperhatikan lagi protokol kesehatan yang telah di tetapkan.

Baca Juga: Bahagianya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polda Jatim

"Hal ini terlihat dari banyaknya kerumunan massa di beberapa lokasi Mal, tempat hiburan, dan lokasi publik lainnya, bahkan beberapa lokasi tersebut sudah abai terhadap aplikasi peduli lindungi," jelasnya.

Nico mengkhawatirkan akan menimbulkan kluster - kluster penyebaran covid-19 di ruang publik. Apalagi saat ini telah ditemukan virus varian baru yaitu Omicorn yang berdasarkan laporan dari Kemenkes RI sudah masuk ke wilayah Indonesia.

Untuk mencegah penyebaran virus varian Omicron, kata dia, pemerintah pusat melalui SKB 3 menteri telah mengeluarkan kebijakan peniadaan cuti bersama saat libur Nataru 2021 serta pemberlakuan Inmendagri No 66 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan covid-19 pada saat Nataru 2021.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 319 Bandit, Sita Motor-Mobil, Emas hingga Uang Tunai

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut di keluarkan dengan tujuan untuk membatasi mobilitas masyarakat terutama pada saat libur Natal 2021 dan tahun baru 2022

"Sehingga diharapkan pasca libur Nataru 2021 tidak terjadi ledakan penyebaran covid-19 seperti yang dikhawatirkan oleh para ahli epidemiologi," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.