Sabtu, 06 Jun 2026 15:07 WIB

Alun-alun Seluruh Wilayah Jawa Timur Bakal Ditutup saat Malam Tahun Baru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 19 Des 2021 13:50 WIB
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta. Foto: istimewa
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta. Foto: istimewa

Surabaya (selalu.id) - Mengantisipasi kerumunan pada malam tahun baru, seluruh alun-alun kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur ditutup. Penutupan direncanakan mulai tanggal 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022.

"Sudah disampaikan, lokasi wisata dan tempat keramaian, mungkin nanti ditiadakan dan juga alun-alun nanti ditutup tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan tanggal 1 Januari 2022," kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, Minggu (19/12/2021).

Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bromo KOM XII

Nico mengatakan pada perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) kali ini, wabah pandemi covid-19 masih belum usai. Meskipun angka penularannya mengalami penurunan yang signifikan dan relatif dapat di kendalikan.

Namun di wilayah Jatim masih terdapat beberapa yang masuk level 3 berdasarkan Inmendagri Nomor 67 tahun 2021, diantaranya Kabupaten Situbondo, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Sumenep, Kabupaten, Sampang, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Jember dan Kabupaten Bangkalan.

Wilayah Jatim Level 3 tersebut, lantaran daerah tingkat vaksinasi masih belum mencapai target khususnya bagi kaum lansia. Sebab itu, agar kepala daerah bisa mempercepat cakupan vaksinasi khususnya bagi daerah yang dibawah 60 persen.

Tak hanya itu dengan mulai longgarnya kegiatan PPKM sebagai efek dari diturunkannya level PPKM tersebut, menyebabkan masyarakat kurang memperhatikan lagi protokol kesehatan yang telah di tetapkan.

Baca Juga: Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

"Hal ini terlihat dari banyaknya kerumunan massa di beberapa lokasi Mal, tempat hiburan, dan lokasi publik lainnya, bahkan beberapa lokasi tersebut sudah abai terhadap aplikasi peduli lindungi," jelasnya.

Nico mengkhawatirkan akan menimbulkan kluster - kluster penyebaran covid-19 di ruang publik. Apalagi saat ini telah ditemukan virus varian baru yaitu Omicorn yang berdasarkan laporan dari Kemenkes RI sudah masuk ke wilayah Indonesia.

Untuk mencegah penyebaran virus varian Omicron, kata dia, pemerintah pusat melalui SKB 3 menteri telah mengeluarkan kebijakan peniadaan cuti bersama saat libur Nataru 2021 serta pemberlakuan Inmendagri No 66 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan covid-19 pada saat Nataru 2021.

Baca Juga: 971 Bintara SPN Polda Jatim Resmi Dilantik, Begini Pesan Khusus Kapolda

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut di keluarkan dengan tujuan untuk membatasi mobilitas masyarakat terutama pada saat libur Natal 2021 dan tahun baru 2022

"Sehingga diharapkan pasca libur Nataru 2021 tidak terjadi ledakan penyebaran covid-19 seperti yang dikhawatirkan oleh para ahli epidemiologi," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.

Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Masih terdapat tiga jamaah yang belum bisa dikembalikan ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.