Jumat, 05 Jun 2026 02:52 WIB

Sepi, Usai Pileg Rapat Paripurna DRPD Surabaya Hanya Dihadiri 10 Anggota

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Mar 2024 10:45 WIB
Foto: Rapat Paripurna DPRD Surabaya
Foto: Rapat Paripurna DPRD Surabaya

selalu.id - Usai pemilihan legislatif (Pileg) Pemilu 2024, rapat Paripurna tampak tak lagi menarik lagi bagi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya.

Hal ini terlihat ketika Rapat Paripurna di Kantor DPRD Surabaya, pada Rabu (20/03/2024) kemarin, yang hanya dihadiri segelintir dewan.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

Menanggapi itu, Pimpinan Rapat Paripurna, Reni Astuti menyampaikan bahwa rapat paripurna tersebut telah mencapai quorum, menurut absen daftar hadir anggota dewan. Bahkan, ia sempat mengajak anggota dewan yang lain untuk mengikuti Rapat Paripurna.

"Ya kalau itu, sebenarnya beragam. Teman-teman sebenarnya tadi ada, secara quorumnya tadi terpenuhi. Mungkin ada yang dimana, dimana. Tapi ini kita udah (mengajak) ke temen-temen juga, ayo-ayo. Guyonan saya itu kan kadang 'kursi iki angel lo anu ne ngolehine' (kursi ini sulit lo mendapatkannya)," kata Reni.

Diketahui Rapat Paripurna yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji itu mengundang Pimpinan dan Para Anggota DPRD Kota Surabaya, dengan nomor surat 000.1.5/1595/436.5./2024 di tanda tangani Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono ini bersifat penting.

Dengan agenda Penyampaian Penjelasan Walikota Surabaya atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Surabaya Tahun Anggaran 2023.

Agenda kedua, pembacaan jawaban pengusul atas pandangan Fraksi terhadap Usul Prakarsa dan ketiga ada agenda penetapan rancangan keputusan DPRD Kota Surabaya tentang:

Dalam pantauan Selalu.id, kemarin, di dalam Ruang Rapat Utama lantai 3 Gedung DPRD Kota Surabaya ini, hanya diikuti sepuluh anggota dewan dan dua pimpinan dewan, diantaranya:
1. Pimpinan Rapat Paripurna, Reni Astuti (PKS)
2. Wakil pimpinan Rapat Paripurna, Adi Sutarwijono (PDI Perjuangan)
3. Siswo Cahyo Utomo (PKS)
4. Lembah Setyowati (Golkar)
5. Luthfiyah (Gerindra)
6. Ahmad Suyanto (PKS)
7. Syaiful Bahri (Nasdem)
8. Budi Leksono (PDI Perjuangan)
9. Juliana Evawati (PAN)
10. Norma Yunita (PDI Perjuangan)
11. dr. Zuhrotul Mar'ah (PAN)
12. Airlangga Justitia (Demokrat)

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.