Rabu, 21 Okt 2026 19:41 WIB

Sepi, Usai Pileg Rapat Paripurna DRPD Surabaya Hanya Dihadiri 10 Anggota

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Mar 2024 10:45 WIB
Foto: Rapat Paripurna DPRD Surabaya
Foto: Rapat Paripurna DPRD Surabaya

selalu.id - Usai pemilihan legislatif (Pileg) Pemilu 2024, rapat Paripurna tampak tak lagi menarik lagi bagi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya.

Hal ini terlihat ketika Rapat Paripurna di Kantor DPRD Surabaya, pada Rabu (20/03/2024) kemarin, yang hanya dihadiri segelintir dewan.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Menanggapi itu, Pimpinan Rapat Paripurna, Reni Astuti menyampaikan bahwa rapat paripurna tersebut telah mencapai quorum, menurut absen daftar hadir anggota dewan. Bahkan, ia sempat mengajak anggota dewan yang lain untuk mengikuti Rapat Paripurna.

"Ya kalau itu, sebenarnya beragam. Teman-teman sebenarnya tadi ada, secara quorumnya tadi terpenuhi. Mungkin ada yang dimana, dimana. Tapi ini kita udah (mengajak) ke temen-temen juga, ayo-ayo. Guyonan saya itu kan kadang 'kursi iki angel lo anu ne ngolehine' (kursi ini sulit lo mendapatkannya)," kata Reni.

Diketahui Rapat Paripurna yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji itu mengundang Pimpinan dan Para Anggota DPRD Kota Surabaya, dengan nomor surat 000.1.5/1595/436.5./2024 di tanda tangani Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono ini bersifat penting.

Dengan agenda Penyampaian Penjelasan Walikota Surabaya atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Surabaya Tahun Anggaran 2023.

Agenda kedua, pembacaan jawaban pengusul atas pandangan Fraksi terhadap Usul Prakarsa dan ketiga ada agenda penetapan rancangan keputusan DPRD Kota Surabaya tentang:

Dalam pantauan Selalu.id, kemarin, di dalam Ruang Rapat Utama lantai 3 Gedung DPRD Kota Surabaya ini, hanya diikuti sepuluh anggota dewan dan dua pimpinan dewan, diantaranya:
1. Pimpinan Rapat Paripurna, Reni Astuti (PKS)
2. Wakil pimpinan Rapat Paripurna, Adi Sutarwijono (PDI Perjuangan)
3. Siswo Cahyo Utomo (PKS)
4. Lembah Setyowati (Golkar)
5. Luthfiyah (Gerindra)
6. Ahmad Suyanto (PKS)
7. Syaiful Bahri (Nasdem)
8. Budi Leksono (PDI Perjuangan)
9. Juliana Evawati (PAN)
10. Norma Yunita (PDI Perjuangan)
11. dr. Zuhrotul Mar'ah (PAN)
12. Airlangga Justitia (Demokrat)

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Editor : Ading
Berita Terbaru

Aksi Motoran Santri Sidoarjo Kampanyekan Tertib Lalu Lintas Sambut HSN 2026

Tak sekadar konvoi, Motoran Santri membawa pesan “Motor Santun”, yakni ajakan berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab. 

Kisah Penjual Peyek di Nganjuk Terancam Kehilangan Rumah atas Utang Mendiang Suami Rp690 Juta

Rumah tinggal Lilik terancam disita dan dilelang oleh BRI Cabang Nganjuk atas klaim utang mendiang suaminya, Puji Astanto, sebesar Rp690 juta.

45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Surabaya Ekkie Noorisma menyebut, dua biang keroknya klasik tidak berizin dan belum bayar pajak.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penindakan saja tidak cukup.