Senin, 07 Sep 2026 00:45 WIB

Tidak Ada Kenaikan Air Laut, BMKG Cabut Peringatan Tsunami di NTT

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 14 Des 2021 13:56 WIB
Konfrensi pers BMKG
Konfrensi pers BMKG

Surabaya (selalu.id) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini tsunami pasca gempa NTT dengan kekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) Selasa, (14/12/2021).

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan, bahwa saat ini dua jam setelah kejadian gempa bumi pukul 11.20 WITA, tidak ada kenaikan muka air laut.

Baca Juga: Gotong Royong Holding Kawasan Industri, SIER Himpun dan Salurkan Bantuan Rp423 Juta untuk Korban Gempa NTT

"Peringatan tsunami dinyatakan telah berakhir. Jadi saya ulangi, peringatan dini tsunami dinyatakan telah berakhir," kata Dwikorita saat konferensi pers daring.

Ia menjelaskan, bahwa wilayah Muamere NTT dampak gempa tersebut tidak ada kerusakan. Namun, hanya kenaikan permukaan air laut ke wilayah darat secara perlahan.

Selain itu, ia menegaskan, gempa bumi ini tidak ada kaitannya dengam aktivitas gunung api seperti Semeru ataupun Merapi.

"Untuk aktivitas gunung api lebih ke ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). BMKG tidak ada kaitannya gunung api,"tegasnya.

Sementara itu, Dwikorita meminta Gubernur NTT meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat.

"Masyarakat sudah bisa kembali ke tempat masing-masing," ujar dia.

Baca Juga: Perayaan Kemerdekaan di Sidoarjo Diwarnai Aksi Peduli Korban Gempa NTT

Lebih lanjut ia mengingatkan, meski sudah tenang. Tetapi masih mungkin terjadi gemoa susulan. Ia menghimbau kepada masyarakat jika merasakan ayunan lagi mohon ketempat yang tinggi.

"Tapi seandianya terlalu kuat. Merasakan ayunan lagi mohon menuju ketempat yang tinggi. jangan menunggu sirine," terangnya.

Sebelumnya, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami berdasarkan pemodelan di beberapa wilayah NTT, yaitu Flores Timur, bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata.

Status peringatan adalah 'Waspada’ yang merujuk pada pemerintah provinsi, kabupaten dan kota yang berada pada status tersebut.

Baca Juga: Polda Jatim Kirim Bantuan Pangan hingga Tim Psikologis ke Lokasi Bencana Gempa NTT

BMKG menginformasikan estimasi tiba tsunami dengan waktu berbeda pada wilayah-wilayah tersebut. (Ade/SL1)

 

 

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.