Selasa, 21 Jul 2026 22:44 WIB

Tidak Ada Kenaikan Air Laut, BMKG Cabut Peringatan Tsunami di NTT

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 14 Des 2021 13:56 WIB
Konfrensi pers BMKG
Konfrensi pers BMKG

Surabaya (selalu.id) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengakhiri peringatan dini tsunami pasca gempa NTT dengan kekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) Selasa, (14/12/2021).

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan, bahwa saat ini dua jam setelah kejadian gempa bumi pukul 11.20 WITA, tidak ada kenaikan muka air laut.

Baca Juga: Fenomena Bediding di Surabaya Diprediksi Berlangsung hingga Agustus 2026, Ini Imbauan BMKG

"Peringatan tsunami dinyatakan telah berakhir. Jadi saya ulangi, peringatan dini tsunami dinyatakan telah berakhir," kata Dwikorita saat konferensi pers daring.

Ia menjelaskan, bahwa wilayah Muamere NTT dampak gempa tersebut tidak ada kerusakan. Namun, hanya kenaikan permukaan air laut ke wilayah darat secara perlahan.

Selain itu, ia menegaskan, gempa bumi ini tidak ada kaitannya dengam aktivitas gunung api seperti Semeru ataupun Merapi.

"Untuk aktivitas gunung api lebih ke ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). BMKG tidak ada kaitannya gunung api,"tegasnya.

Sementara itu, Dwikorita meminta Gubernur NTT meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat.

"Masyarakat sudah bisa kembali ke tempat masing-masing," ujar dia.

Baca Juga: Gempa Berkekuatan M 6,7 Guncang Palu, Rusak Rumah Sakit hingga Kantor Bupati

Lebih lanjut ia mengingatkan, meski sudah tenang. Tetapi masih mungkin terjadi gemoa susulan. Ia menghimbau kepada masyarakat jika merasakan ayunan lagi mohon ketempat yang tinggi.

"Tapi seandianya terlalu kuat. Merasakan ayunan lagi mohon menuju ketempat yang tinggi. jangan menunggu sirine," terangnya.

Sebelumnya, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami berdasarkan pemodelan di beberapa wilayah NTT, yaitu Flores Timur, bagian Utara, Pulau Sikka, Sikka bagian utara dan Pulau Lembata.

Status peringatan adalah 'Waspada’ yang merujuk pada pemerintah provinsi, kabupaten dan kota yang berada pada status tersebut.

Baca Juga: Fenomena Baru Muncul di Indonesia, Begini Imbauan Penting dari BMKG

BMKG menginformasikan estimasi tiba tsunami dengan waktu berbeda pada wilayah-wilayah tersebut. (Ade/SL1)

 

 

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.