Rabu, 16 Sep 2026 22:27 WIB

BMKG: Siklon Tropis FUNG-WONG dan MJO Picu Cuaca Ekstrem Hingga Pertengahan November

selalu.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Peningkatan curah hujan signifikan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

 

Baca Juga: Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Selain hujan lebat, potensi angin kencang juga diprediksi terjadi di Banten, Bengkulu, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat. Untuk periode 13–16 November 2025, status SIAGA hujan lebat-sangat lebat masih berlaku di Bengkulu, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

 

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa peningkatan intensitas hujan disebabkan oleh sejumlah faktor dinamika atmosfer dari skala global hingga lokal.

 

“Beberapa faktor utama yang berperan pada dinamika cuaca periode ini antara lain Siklon Tropis FUNG-WONG, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), serta gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Ekuator yang diprediksi masih aktif di wilayah Indonesia hingga pertengahan November 2025,” kata Guswanto dalam keterangan resminya yang diterima selalu.id, Rabu (12/11/2025).

 

Siklon Tropis FUNG-WONG yang saat ini berada di Laut Filipina timur berdampak tidak langsung pada peningkatan pertumbuhan awan hujan dan kecepatan angin di Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku, dan Papua bagian utara. Kombinasi aktivitas MJO dengan gelombang Rossby Ekuator dan Kelvin turut memperkuat pembentukan awan konvektif di sebagian besar wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur.

 

Baca Juga: Fenomena Bediding di Surabaya Diprediksi Berlangsung hingga Agustus 2026, Ini Imbauan BMKG

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, memperkirakan potensi cuaca ekstrem signifikan terjadi pada periode 10–16 November 2025. Analisis BMKG menunjukkan hujan sedang hingga lebat berpotensi melanda sebagian besar wilayah di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara pada 10–12 November 2025.

 

Potensi hujan lebat–sangat lebat (SIAGA) juga mengintai Aceh, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

 

“Untuk potensi angin kencang diprediksi terjadi di wilayah Banten, Bengkulu, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat,” jelas Andri.

Baca Juga: Gempa Berkekuatan M 6,7 Guncang Palu, Rusak Rumah Sakit hingga Kantor Bupati

 

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap perubahan cuaca mendadak seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

 

“Masyarakat disarankan untuk menghindari aktivitas di ruang terbuka saat hujan petir, menjauhi pohon besar dan bangunan rapuh, serta menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah banjir. Nelayan dan pengguna transportasi laut juga diminta waspada terhadap potensi gelombang tinggi,” tandasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Fasilitas milik Pemkot Surabaya yang seharusnya bebas retribusi, itu disinyalir menjadi ajang jual beli hingga sewa-menyewa lapak secara ilegal.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.