Senin, 02 Feb 2026 03:04 WIB

Tekanan Semeru Menguat Sejak Oktober dan Erupsi Rabu Jadi Fase Kritis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Nov 2025 20:16 WIB

selalu.id - Aktivitas Gunung Semeru melonjak drastis pada Rabu 19 November 2025. Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status Semeru dari Level III Siaga menjadi Level IV Awas pada pukul 17.00 WIB setelah rangkaian awan panas terjadi beruntun sejak siang hari.

 

Baca Juga: 395 Warga Beserta Harta Benda yang Terdampak Banjir Lahar Dingin Semeru Dievakuasi

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid menyatakan bahwa peningkatan status dilakukan karena seluruh instrumen pemantauan menunjukkan eskalasi aktivitas yang signifikan.

 

“Erupsi mulai terjadi pukul 14.13 WIB berupa awan panas beruntun. Amplitudo maksimum yang terekam mencapai 37 mm, menandakan energi erupsi yang sangat kuat. Visual puncak sempat tertutup kabut sehingga jarak luncur tidak bisa diamati,” kata Wafid.

 

Wafid menjelaskan bahwa kegempaan mencatat peningkatan aktivitas dari gempa letusan, gempa guguran, hingga gempa harmonik. Kenaikan paling menonjol terlihat pada gempa guguran yang berkaitan dengan intensitas lava pijar yang semakin sering mengarah ke Besuk Kobokan.

 

“Gempa-gempa ini mengindikasikan masih adanya suplai magma dari bawah permukaan bersamaan dengan pelepasan material melalui letusan dan hembusan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa variasi kecepatan gelombang dv per v menunjukkan pola penurunan sejak pertengahan Oktober yang menjadi indikator peningkatan tekanan di dekat permukaan tubuh gunungapi.

 

Baca Juga: Gunung Semeru 5 Kali Erupsi Beruntun, Kolom Abu Tergantung Hingga 1000 Meter

Meski pemantauan deformasi menunjukkan pola stabil, tanda-tanda tekanan bawah permukaan tersebut membuat Semeru dinilai memasuki fase lebih berbahaya.

 

Dengan status Level IV, Badan Geologi menetapkan zona bahaya baru yaitu tidak ada aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang berada dalam radius 500 meter dari sempadan sungai sepanjang Besuk Kobokan. Seluruh aktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah juga harus dihentikan karena risiko lontaran batu pijar.

 

“Kami mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun relawan agar mengikuti rekomendasi resmi dan tidak mendekati zona berbahaya. Aktivitas awan panas masih berlangsung hingga laporan ini dibuat,” tegas Wafid.

 

Baca Juga: Tidak Ada Korban Jiwa Semeru, Polda Jatim Salurkan Bantuan

Hingga Rabu sore, awan panas Semeru masih muncul tanpa jeda. Badan Geologi menyatakan bahwa potensi erupsi susulan masih sangat mungkin terjadi.

 

Wafid meminta masyarakat memantau informasi resmi melalui situs Badan Geologi dan aplikasi Magma Indonesia agar tidak terjebak informasi simpang siur.

 

“Situasi berkembang cepat. Informasi resmi hanya melalui kanal Badan Geologi dan Magma Indonesia,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.