Senin, 20 Jul 2026 10:27 WIB

Tekanan Semeru Menguat Sejak Oktober dan Erupsi Rabu Jadi Fase Kritis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Nov 2025 20:16 WIB

selalu.id - Aktivitas Gunung Semeru melonjak drastis pada Rabu 19 November 2025. Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status Semeru dari Level III Siaga menjadi Level IV Awas pada pukul 17.00 WIB setelah rangkaian awan panas terjadi beruntun sejak siang hari.

 

Baca Juga: Gempa Berkekuatan M 6,7 Guncang Palu, Rusak Rumah Sakit hingga Kantor Bupati

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid menyatakan bahwa peningkatan status dilakukan karena seluruh instrumen pemantauan menunjukkan eskalasi aktivitas yang signifikan.

 

“Erupsi mulai terjadi pukul 14.13 WIB berupa awan panas beruntun. Amplitudo maksimum yang terekam mencapai 37 mm, menandakan energi erupsi yang sangat kuat. Visual puncak sempat tertutup kabut sehingga jarak luncur tidak bisa diamati,” kata Wafid.

 

Wafid menjelaskan bahwa kegempaan mencatat peningkatan aktivitas dari gempa letusan, gempa guguran, hingga gempa harmonik. Kenaikan paling menonjol terlihat pada gempa guguran yang berkaitan dengan intensitas lava pijar yang semakin sering mengarah ke Besuk Kobokan.

 

“Gempa-gempa ini mengindikasikan masih adanya suplai magma dari bawah permukaan bersamaan dengan pelepasan material melalui letusan dan hembusan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa variasi kecepatan gelombang dv per v menunjukkan pola penurunan sejak pertengahan Oktober yang menjadi indikator peningkatan tekanan di dekat permukaan tubuh gunungapi.

 

Baca Juga: Gempa Dahsyat Magnitudo 7,6 Guncang Sulawesi Utara

Meski pemantauan deformasi menunjukkan pola stabil, tanda-tanda tekanan bawah permukaan tersebut membuat Semeru dinilai memasuki fase lebih berbahaya.

 

Dengan status Level IV, Badan Geologi menetapkan zona bahaya baru yaitu tidak ada aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang berada dalam radius 500 meter dari sempadan sungai sepanjang Besuk Kobokan. Seluruh aktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah juga harus dihentikan karena risiko lontaran batu pijar.

 

“Kami mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun relawan agar mengikuti rekomendasi resmi dan tidak mendekati zona berbahaya. Aktivitas awan panas masih berlangsung hingga laporan ini dibuat,” tegas Wafid.

 

Baca Juga: Indahnya Air Terjun Kabut Pelangi Lumajang: Cuma Rp5 Ribu, Bisa Hilangin Penat

Hingga Rabu sore, awan panas Semeru masih muncul tanpa jeda. Badan Geologi menyatakan bahwa potensi erupsi susulan masih sangat mungkin terjadi.

 

Wafid meminta masyarakat memantau informasi resmi melalui situs Badan Geologi dan aplikasi Magma Indonesia agar tidak terjebak informasi simpang siur.

 

“Situasi berkembang cepat. Informasi resmi hanya melalui kanal Badan Geologi dan Magma Indonesia,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.