Selasa, 03 Feb 2026 23:24 WIB

Ini Alasan Golkar Surabaya Usulkan Usung Eri Cahyadi di Pilwali 2024

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 12 Jan 2024 19:20 WIB
Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni
Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni

selalu.id - Ketua DPD Golkar Surabaya Arif Fathoni menyatakan alasan pihaknya mengusulkan nama Eri Cahyadi untuk maju kembali periode kedua Pilwali pada November 2024 nanti. Ia menilai Wali Kota Surabaya sesuai dengan gaya kepimpinan Golkar.

Pengusulan tersebut pun sudah disampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) melalui DPD Golkar Jawa Timur. Meski Eri Cahyadi merupakan Kader PDI-Perjuangan, Toni sapaan akrabnya mengatakan pihak Golkar se-kecamatan Surabaya sangat kagum dengan orang nomor satu di Kota Pahlawan tersebut.

Baca Juga: DPC PDIP Magetan Buka Rekrutmen Anggota Baru, Sasar Generasi Muda

Melihat kepimpinam Eri Cahyadi selama sejak 2020 hingga saat ini, kata Toni, beliau sesuai menjalankan roda Pemerintahan Kota Surabaya itu sesuai doktrin karya kekaryaan Partai Golkar.

“Jadi gaya kepimpinan teknokratis itulah yang kemudian membuat sejumlah ketua pimpinan kecamatan ini guyonan bahwa Golkar banget mas Eri,” kata Toni, saat dihubungi selalu.id, Jumat (12/1/2024).

Tak hanya itu, Toni mengungkapkan bahwa dalam catatan Golkar melihat kepimpinan Wali Kota Eri Cahyadi selama ini. Ia menilai telah berhasil memimpin Surabaya dalam menghilangkan interkon main pembangunan antar wilayah Surabaya.

“Contohnya hari ini tidak ada interkon main antar bangunan di Surabaya pusat, selatan, dan timur semuanya rata,” jelasnya.

Kemudian keberhasilan Eri Cahyadi soal penanganan stunting. Ia juga menilai orang nomor satu di Surabaya mengupayakan dengan tidak dipasrahkan hanya di Dinas Kesehatan (Dinkes) saja.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Tepi Sungai Tak Digunakan untuk Bangunan dan Lahan Parkir

“Tetapi mas Eri membuat pulprin penanganan sejak komprehensif dari hulu ke hilir melibatkan sinergi antar OPD (Organisasi Perangkat Daerah),” tuturnya.

“Seperti dari hulu Dispendukcapil terlibat sejak awal dalam proses warga Surabaya mau menikah. itu kemudian mendata dan lain lain sebagainya,” tambahnya.

Lebih lanjut Toni menyampaikan, selama pimpinan Eri Cahyadi indeks pembangunan Surabaya juga mengalami kenaikan dibandingkan dengan Wali Kota Surabaya sebelumnya.

Baca Juga: Anak Pejabat Dapat UKT Rp15 Juta, Program Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya Disorot

“Tentu keberhasilan ini harus diapresiasi makanya Golkar tidak ada nama lain kecuali Eri. Namun kami memahami Eri ini kader PDIP,” terangnya.

Ia menambahkan, nantinya Golkar Surabaya rencananya akan melakukan sowan ke PDI-Perjuangan Surabaya setelah pemilu Pileg dan Pilpres.

“Tentu selepas Pileg dan Pilpres ini kami akan kulon nuwun terhadap PDIP sebagai partai yang melahirkan membesarkan Eri. Kita akan komunikasi melakukan bukan penjajakan apakah memungkinkan koalisi mengusung mas Eri terlaksana atau tidak,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.