Selasa, 03 Feb 2026 13:29 WIB

Potensi Peralihan Suara Jika Pilpres 2024 Dua Putaran, Begini Kata Pengamat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 09 Jan 2024 19:59 WIB
Pilpres 2024
Pilpres 2024

selalu.id - Mendekati Pilpres 2024, persaingan politik yang terjadi dengan skema tiga pasangan calon pun semakin ketat. Untuk itu, pengamat politik menilai bahwa pendukung masing-masing calon bisa jadi masih akan menjaga fanatismenya meski terjadi dua putaran pemilu.

Oleh karenanya isu jika pemilih dari paslon-paslon akan beralih mendukung paslon yang menang di putaran pertama pemilu pun bisa jadi tidak terwujud. Hal tersebut pun menjadi sorotan tersendiri bagi pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura UTM) Surokim Abdussalam Surokim.

Baca Juga: Pengamat Pertanyakan Protokoler Wawali Armuji saat ke Yai Mim Malang

“Jika pilpres berlangsung dua putaran tentu tidak otomatis dan juga belum tentu yang kalah akan mengeroyok yang menang,” kata Pengamat Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam Surokim, saat dihubungi selalu.id (9/1/2024).

Ia menilai setiap paslon Pilpres 2024 mempunyai voters yang beragam. Sehingga, jika putaran satu nantinya yang kalah akan mendukung salah satu paslon putaran kedua, ia menilai hal itu akan dinamis.

“Voters kita beragam ada logika elit dan logika voters bawah yang tidak selalu linier. Ya memang ada yang strike mengikuti tetapi juga ada yang split tidak mengikuti. Jadi masih selalu dinamis,” ujarnya.

Baca Juga: Plt PDIP Surabaya Tak Mampu Redam Konflik Internal, Ini Saran Pengamat

Tak hanya itu, Surokim menilai nantinya para pemilih yang sudah mendukung kedua paslon Ganjar-Mahfud dan Anies-Cak Imin, tidak menutup kemungkinan memilih untuk golong putih (Golput) untuk menjaga fanatismenya.

“Bisa jadi yang gak sreg akan juga bisa golput khususnya pemilih-pemilih fanatik dan ideologis,” ungkapnya.

Baca Juga: Rombongan Paslon Bupati Sampang Diserang, 1 Orang Tewas, Polda Jatim Buru Pelaku

Meski begitu, dukungan menyatu ini bisa terjadi apabila ada instruksi dari politik elit yang mendukung kedua Paslon. Ia menilai hal itu belum tentu efektif.

“Bisa dilakukan intsruksi, elit tetapi itu juga belum tentu efektif untuk konteks pemilih saat ini yang lebih independen,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.