Rabu, 04 Feb 2026 05:58 WIB

Potensi Peralihan Suara Jika Pilpres 2024 Dua Putaran, Begini Kata Pengamat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 09 Jan 2024 19:59 WIB
Pilpres 2024
Pilpres 2024

selalu.id - Mendekati Pilpres 2024, persaingan politik yang terjadi dengan skema tiga pasangan calon pun semakin ketat. Untuk itu, pengamat politik menilai bahwa pendukung masing-masing calon bisa jadi masih akan menjaga fanatismenya meski terjadi dua putaran pemilu.

Oleh karenanya isu jika pemilih dari paslon-paslon akan beralih mendukung paslon yang menang di putaran pertama pemilu pun bisa jadi tidak terwujud. Hal tersebut pun menjadi sorotan tersendiri bagi pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura UTM) Surokim Abdussalam Surokim.

Baca Juga: Pengamat Pertanyakan Protokoler Wawali Armuji saat ke Yai Mim Malang

“Jika pilpres berlangsung dua putaran tentu tidak otomatis dan juga belum tentu yang kalah akan mengeroyok yang menang,” kata Pengamat Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam Surokim, saat dihubungi selalu.id (9/1/2024).

Ia menilai setiap paslon Pilpres 2024 mempunyai voters yang beragam. Sehingga, jika putaran satu nantinya yang kalah akan mendukung salah satu paslon putaran kedua, ia menilai hal itu akan dinamis.

“Voters kita beragam ada logika elit dan logika voters bawah yang tidak selalu linier. Ya memang ada yang strike mengikuti tetapi juga ada yang split tidak mengikuti. Jadi masih selalu dinamis,” ujarnya.

Baca Juga: Plt PDIP Surabaya Tak Mampu Redam Konflik Internal, Ini Saran Pengamat

Tak hanya itu, Surokim menilai nantinya para pemilih yang sudah mendukung kedua paslon Ganjar-Mahfud dan Anies-Cak Imin, tidak menutup kemungkinan memilih untuk golong putih (Golput) untuk menjaga fanatismenya.

“Bisa jadi yang gak sreg akan juga bisa golput khususnya pemilih-pemilih fanatik dan ideologis,” ungkapnya.

Baca Juga: Rombongan Paslon Bupati Sampang Diserang, 1 Orang Tewas, Polda Jatim Buru Pelaku

Meski begitu, dukungan menyatu ini bisa terjadi apabila ada instruksi dari politik elit yang mendukung kedua Paslon. Ia menilai hal itu belum tentu efektif.

“Bisa dilakukan intsruksi, elit tetapi itu juga belum tentu efektif untuk konteks pemilih saat ini yang lebih independen,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.