Kamis, 23 Jul 2026 11:49 WIB

Plt PDIP Surabaya Tak Mampu Redam Konflik Internal, Ini Saran Pengamat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 18 Jul 2025 11:48 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua, Yordan Batara-Goa (Unesa), Ken Bimo Sultoni
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua, Yordan Batara-Goa (Unesa), Ken Bimo Sultoni

selalu.id — Gonjang-ganjing internal DPC PDI Perjuangan Surabaya di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua, Yordan Batara-Goa, belum juga mereda. Tiga bulan sejak ditunjuk DPP PDIP, konflik dan tarik-menarik kepentingan justru kian terasa di tubuh partai.

 

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni, menilai kondisi ini menunjukkan perlunya figur pemimpin yang bukan sekadar loyal, tapi juga memiliki pengaruh kuat di pusat dan di akar rumput.

 

“Masalah internal ini tak bisa diselesaikan jika Plt hanya sebagai pelaksana tugas. Butuh sosok yang punya dukungan DPP, akses ke pusat, pengaruh lokal, dan bisa meredam konflik,” ujar Bimo saat dihubungi selalu.id, Jumat (18/7/2025).

 

Bimo menyebut dua nama yang dianggap berpotensi menggantikan Yordan, yakni Fuad Bernardi dan Eri Cahyadi. Keduanya dinilai memiliki modal politik kuat di internal PDIP Surabaya.

 

“Fuad kuat karena didukung Bu Risma dan punya akses ke pusat, apalagi dia tokoh muda PDIP yang mulai mengakar. Meski pengaruh lokalnya belum sekuat Pak Eri, potensinya besar,” jelas Bimo.

 

Sedangkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, menurut Bimo, memiliki pengaruh lokal yang besar. Namun, peluangnya dinilai kecil karena Eri beberapa kali menolak menjadi Ketua DPC.

 

“Pak Eri memang punya basis dukungan yang kuat, tapi kecenderungannya enggan merangkap jabatan. Jadi secara peluang lebih rendah dibanding Mas Fuad,” imbuhnya.

Baca Juga: PDIP Surabaya Wajibkan 40 Persen Pengurus Ranting dari Gen Z

 

Bimo menambahkan, siapa pun calon yang ditunjuk, harus memenuhi syarat bukan hanya dekat dengan Tri Rismaharini, tetapi juga mendapat restu dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

 

“PDIP Surabaya itu simbol kehormatan partai. Yang akan dipilih pasti sosok yang bisa menjaga marwah partai, bukan hanya populer,” tegasnya.

 

Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, turut berpendapat. Ia menilai posisi Ketua DPC PDIP Surabaya sangat strategis karena kota ini menjadi barometer politik nasional.

Baca Juga: Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

 

“Siapa pun yang ditunjuk pasti senang, walau banyak yang masih malu-malu menyatakan minat secara terbuka. Karena ini posisi strategis, DPP pasti akan selektif,” kata Surokim.

 

Surokim menilai, kedekatan dengan Megawati tetap menjadi faktor kunci. Jika Risma tidak ditunjuk kembali karena mendapat penugasan lain, maka kemungkinan besar orang kepercayaan Risma yang akan mendapat mandat.

 

“Kuncinya tetap di Bu Mega. Kalau bukan Bu Risma langsung, ya orang yang dekat dan dipercaya beliau yang akan ditunjuk DPP,” ujarnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Tidak Konsisten, Tapi Keberuntungan juga Datang

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini keberuntungan juga datang.

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.