Senin, 02 Feb 2026 22:55 WIB

Plt PDIP Surabaya Tak Mampu Redam Konflik Internal, Ini Saran Pengamat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 18 Jul 2025 11:48 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua, Yordan Batara-Goa (Unesa), Ken Bimo Sultoni
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua, Yordan Batara-Goa (Unesa), Ken Bimo Sultoni

selalu.id — Gonjang-ganjing internal DPC PDI Perjuangan Surabaya di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua, Yordan Batara-Goa, belum juga mereda. Tiga bulan sejak ditunjuk DPP PDIP, konflik dan tarik-menarik kepentingan justru kian terasa di tubuh partai.

 

Baca Juga: DPC PDIP Magetan Buka Rekrutmen Anggota Baru, Sasar Generasi Muda

Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni, menilai kondisi ini menunjukkan perlunya figur pemimpin yang bukan sekadar loyal, tapi juga memiliki pengaruh kuat di pusat dan di akar rumput.

 

“Masalah internal ini tak bisa diselesaikan jika Plt hanya sebagai pelaksana tugas. Butuh sosok yang punya dukungan DPP, akses ke pusat, pengaruh lokal, dan bisa meredam konflik,” ujar Bimo saat dihubungi selalu.id, Jumat (18/7/2025).

 

Bimo menyebut dua nama yang dianggap berpotensi menggantikan Yordan, yakni Fuad Bernardi dan Eri Cahyadi. Keduanya dinilai memiliki modal politik kuat di internal PDIP Surabaya.

 

“Fuad kuat karena didukung Bu Risma dan punya akses ke pusat, apalagi dia tokoh muda PDIP yang mulai mengakar. Meski pengaruh lokalnya belum sekuat Pak Eri, potensinya besar,” jelas Bimo.

 

Sedangkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, menurut Bimo, memiliki pengaruh lokal yang besar. Namun, peluangnya dinilai kecil karena Eri beberapa kali menolak menjadi Ketua DPC.

 

“Pak Eri memang punya basis dukungan yang kuat, tapi kecenderungannya enggan merangkap jabatan. Jadi secara peluang lebih rendah dibanding Mas Fuad,” imbuhnya.

Baca Juga: F Bagus Panuntun Jabat Plt Wali Kota Madiun, Khofifah Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu

 

Bimo menambahkan, siapa pun calon yang ditunjuk, harus memenuhi syarat bukan hanya dekat dengan Tri Rismaharini, tetapi juga mendapat restu dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

 

“PDIP Surabaya itu simbol kehormatan partai. Yang akan dipilih pasti sosok yang bisa menjaga marwah partai, bukan hanya populer,” tegasnya.

 

Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, turut berpendapat. Ia menilai posisi Ketua DPC PDIP Surabaya sangat strategis karena kota ini menjadi barometer politik nasional.

Baca Juga: Hadapi Maraknya Korupsi, PDIP Perkuat Sistem Antipolitik Uang

 

“Siapa pun yang ditunjuk pasti senang, walau banyak yang masih malu-malu menyatakan minat secara terbuka. Karena ini posisi strategis, DPP pasti akan selektif,” kata Surokim.

 

Surokim menilai, kedekatan dengan Megawati tetap menjadi faktor kunci. Jika Risma tidak ditunjuk kembali karena mendapat penugasan lain, maka kemungkinan besar orang kepercayaan Risma yang akan mendapat mandat.

 

“Kuncinya tetap di Bu Mega. Kalau bukan Bu Risma langsung, ya orang yang dekat dan dipercaya beliau yang akan ditunjuk DPP,” ujarnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.