Plt PDIP Surabaya Tak Mampu Redam Konflik Internal, Ini Saran Pengamat
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 18 Jul 2025 11:48 WIB
selalu.id — Gonjang-ganjing internal DPC PDI Perjuangan Surabaya di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua, Yordan Batara-Goa, belum juga mereda. Tiga bulan sejak ditunjuk DPP PDIP, konflik dan tarik-menarik kepentingan justru kian terasa di tubuh partai.
Baca Juga: DPC PDIP Magetan Buka Rekrutmen Anggota Baru, Sasar Generasi Muda
Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni, menilai kondisi ini menunjukkan perlunya figur pemimpin yang bukan sekadar loyal, tapi juga memiliki pengaruh kuat di pusat dan di akar rumput.
“Masalah internal ini tak bisa diselesaikan jika Plt hanya sebagai pelaksana tugas. Butuh sosok yang punya dukungan DPP, akses ke pusat, pengaruh lokal, dan bisa meredam konflik,” ujar Bimo saat dihubungi selalu.id, Jumat (18/7/2025).
Bimo menyebut dua nama yang dianggap berpotensi menggantikan Yordan, yakni Fuad Bernardi dan Eri Cahyadi. Keduanya dinilai memiliki modal politik kuat di internal PDIP Surabaya.
“Fuad kuat karena didukung Bu Risma dan punya akses ke pusat, apalagi dia tokoh muda PDIP yang mulai mengakar. Meski pengaruh lokalnya belum sekuat Pak Eri, potensinya besar,” jelas Bimo.
Sedangkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, menurut Bimo, memiliki pengaruh lokal yang besar. Namun, peluangnya dinilai kecil karena Eri beberapa kali menolak menjadi Ketua DPC.
“Pak Eri memang punya basis dukungan yang kuat, tapi kecenderungannya enggan merangkap jabatan. Jadi secara peluang lebih rendah dibanding Mas Fuad,” imbuhnya.
Baca Juga: F Bagus Panuntun Jabat Plt Wali Kota Madiun, Khofifah Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu
Bimo menambahkan, siapa pun calon yang ditunjuk, harus memenuhi syarat bukan hanya dekat dengan Tri Rismaharini, tetapi juga mendapat restu dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
“PDIP Surabaya itu simbol kehormatan partai. Yang akan dipilih pasti sosok yang bisa menjaga marwah partai, bukan hanya populer,” tegasnya.
Pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, turut berpendapat. Ia menilai posisi Ketua DPC PDIP Surabaya sangat strategis karena kota ini menjadi barometer politik nasional.
Baca Juga: Hadapi Maraknya Korupsi, PDIP Perkuat Sistem Antipolitik Uang
“Siapa pun yang ditunjuk pasti senang, walau banyak yang masih malu-malu menyatakan minat secara terbuka. Karena ini posisi strategis, DPP pasti akan selektif,” kata Surokim.
Surokim menilai, kedekatan dengan Megawati tetap menjadi faktor kunci. Jika Risma tidak ditunjuk kembali karena mendapat penugasan lain, maka kemungkinan besar orang kepercayaan Risma yang akan mendapat mandat.
“Kuncinya tetap di Bu Mega. Kalau bukan Bu Risma langsung, ya orang yang dekat dan dipercaya beliau yang akan ditunjuk DPP,” ujarnya.
Editor : AdingURL : https://selalu.id/news-10369-plt-pdip-surabaya-tak-mampu-redam-konflik-internal-ini-saran-pengamat
