Kamis, 04 Jun 2026 07:45 WIB

Ini Jenis Minuman yang Dikonsumsi Personel Band Tewas Usai Manggung di Hotel Vasa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 26 Des 2023 16:02 WIB
Istri korban saat di kamar mayat RSU dr Soetomo Surabaya
Istri korban saat di kamar mayat RSU dr Soetomo Surabaya

selalu.id - Istri drummer yang tewas usai manggung di Hotel Vasa Surabaya mengungkapkan jenis minum alkohol yang diminum suaminya usai kegiatan ngeband.

YS istri drummer mengungkapkan kronologi lengkap tewasnya suaminya berisinial RF itu beranama lengkap William Adolf Refly diduga keracunan usai mengkonsumsi minuman beralkohol di (mihol) di Cruz Lounge Bar Vasa Hotel Surabaya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Saat itu suaminya menjadi penampil di Cruz Lounge Bar Vasa Hotel Surabaya, Jumat (22/12/2023) malam.

Ia tampil bersama dengan 3 korban lainnya yaitu Reza, Mitra dan Indro (sound engineering).

Saat itu, keempat korban band Surabaya ternyata juga mengkonsumsi alkohol bersama dengan 4 teman lainnya.

Sehingga YS menyebut total ada 8 orang yang ikut minum alkohol. Minuman yang dibeli diantaranya 2 buah botol vodka, 1 buah rum putih, dan perasa cranberries dari seorang bartender bernama Arnold.

Pembelian itu dilakukan secara undertable atau tidak melalui kasir Cruz Lounge Bar Vasa Hotel.

"Semua minuman itu disajikan dengan menggunakan pitcher water dan diracik oleh Arnold yang juga bekerja sebagai bartender disitu," kata Yiska, Selasa (26/12/2023).

Saat meminum alkohol, salah satu anggota berisinial ST merasa minuman yang disediakan tidak normal

ST pun menggunakan gelas sloki untuk minum, sedangkan 7 orang lainnya termasuk empat korban band Surabaya itu Refly, Reza, Mitra, dan Indro menggunakan gelas whisky.

Dari cerita ST mengaku rasa minuman racikan Arnold yang ditaruh pitcher ketiga semakin aneh. Saat itu, Reza dan Refly sudah mabuk berat.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

YS menyampaikan, suaminya, Refly, langsung pulang ke rumahnya di Simokerto dengan mengendarai sepeda motor sendirian. Sementara, Reza harus dibopong dan diantarkan teman bandnya untuk pulang.

Sesampainya di rumah, Refly sempat mengeluh bahwa badannya terasa tidak enak. Pikiran Yiska saat itu suaminya merasa tidak enak badan karena terlalu mabuk.

"Namun di hati kecil saya merasa aneh. Karena selama saya mengenal Refly, dia selalu tahu batasan untuk tubuhnya sehingga ga pernah saya lihat mabuk seperti terakhir kemarin," ungkap istrinya.

Saat itu, Refly sempat beberapa kali muntah. Saat itu kondisinya sudah lemas. Namun, ia sempat bekerja sebagai drumer pada Sabtu (23/12/2023) malam.

Anehnya, Refly pulang cepat. Ia kembali pulang ke rumah pada pukul 19.00 WIB dengan kondisi yang lemas.

"Sempat muntah terakhir itu saya kresek dan saya simpan. Sekarang sudah saya berikan ke dokter untuk diperiksa," tutur Yiska.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Kondisi Refly kian memburuk. Ia tidak bisa diajak berkomunikasi. Minggu (24/12/2023) dini hari, Refly dibawa ke RS Adi Husada oleh istrinya.

YS lantas mendengar kabar bahwa Reza meninggal dunia pada pukul 04.00 WIB. Yiska semakin panik. Ia hanya bisa berdoa untuk suaminya. Namun takdir berkehendak lain. Refly menyusul Reza meninggal pada pukul 09.00 WIB

"Dari hasil pemeriksaan dokter jumlah leukosit suami saya tidak normal," kata Yiska.

Sebenarnya, YS sudah mengikhlaskan kepergian suaminya. Ia pun sudah menaruh jenazah suami tercintanya itu di dalam peti mati. Pemakaman baru diagendakan akan dilakukan pada hari ini Selasa (26/12/2023) pagi.

Namun, pada Senin (25/12/2023) siang, anggota Polsek Sukomanunggal dan Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya datang ke rumah Yiska. ia harus menerima kenyataan bahwa jenazah suaminya akan diotopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.