Minggu, 02 Agu 2026 10:24 WIB

'Kisah Kebaya' Busana Tradisional Karya Desainer Asal Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 13 Des 2021 09:27 WIB
acara La Fame Parade Desainer Chapter CNE 2021 di Lagoon Avenue Mall Surabaya, Minggu (12/12/2021) malam.
acara La Fame Parade Desainer Chapter CNE 2021 di Lagoon Avenue Mall Surabaya, Minggu (12/12/2021) malam.

Surabaya (selalu.id) - Desainer asal Surabaya memamerkan 6 karya kebayanya pada acara La Fame Parade Desainer Chapter CNE 2021 di Lagoon Avenue Mall Surabaya, Minggu (12/12/2021) malam.

Sedkitnya 6 karya kebaya Ayu Mega (33) yang diberi tema 'Kisah Kebaya' dipamerkan dalam acara tersebut. Kebaya-kebaya itu didesain secara elegan dan menonjolkan kekhasan Indonesia.

Baca Juga: 2 Oknum Petugas DLH Surabaya Peras Pedagang di Kawasan Tugu Pahlawan, Ini Tampangnya

"Kita fokus kebaya tradisional Indonesia. Tapi, tahun 2022 itu kita keluarkan 6 koleksi karya terbaru. Dimana warna-warna itu masih dominan di tahun 2022," ujar Ayumi sapaan akrabnya, saat ditemui di acara La Fame Parade Desainer Chapter CNE 2021.

Dari 6 desain itu, ada satu kebaya yang ia pernah pakai, yaitu kebaya ekor yang cocok digunakan untuk wedding atau pengantin. 5 diantara desain itu untuk semua acara formal.

Selain itu, untuk bahan desain Kebayanya menggunakan bahan brokat, bahan tersebut bisa digunakan untuk semua kalangan.

Semua bahan yang digunakan, kata dia, adalah bahan lokal, hal tersebut karena ia ingin menggaungkan tradisi budaya Indonesia.

Baca Juga: Wujudkan Tata Kelola Bersih dan Transparan di Sektor Energi, PGN Gandeng Kejati Jatim

"Kita gabungkan dengan batik sebagai bawahan. Kalau batiknya, karena kita mengeluarkan 6 koleksi tidak jauh dari nuansa bunga atau sekar jagad," ujarnya.

Sementara, lanjut ia, untuk warna-warna yang ia gunakan adalah pastel, hal ini agar meskipun kebaya adalah busana tradisional, dengan warna pastel kebaya akan terlihat lebih modern.

"Anak muda masih bisa pakai. Sehingga Harapannya juga anak muda itu tidak ragu untuk memakai kebaya untuk semua acara, Jadi jangan meninggalkan budaya kita untuk mencintai budaya itu sendiri," ujar Ayumi.

Baca Juga: Soal Polemik Pajak, Manajemen Rumah Makan AG Ny Suharti Surabaya Tegaskan Kooperatif

Lebih lanjut ia menambahkan, dengan desain yang tampilkan tersebut kebaya tak hanya sebagai sebuah busana yang dikenakan saat pernikahan atau tunangan saja, akan tetapi kebaya juga bisa digunakan di berbagai acara formal lainnya.

"Harapannya dari enam koleksi kebaya yanh saya tampilkan, bisa dipakai juga untuk acara-acara itu," harapnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Perketat Peredaran Miras, Pemkab Sidoarjo Libatkan Seluruh Camat dalam Operasi Gabungan

Temuan di Graha Kota menjadi salah satu yang paling menonjol dalam operasi itu. Dari bagian depan, bangunan tersebut tampak beroperasi sebagai toko vape.

Sasar 400 UMKM di 9 Kecamatan, Anggaran Program Bedah Warung di Sidoarjo Naik jadi Rp10 Juta

Penyesuaian nominal tersebut dilakukan seiring dimulainya periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang baru.

Perketat Pengawasan Miras, Pemkab Sidoarjo Tutup Tiga Tempat Penjualan di KNV

Berdasarkan dokumen yang ditunjukkan kepada petugas, izin usaha yang dimiliki hanya sebagai distributor, bukan untuk kegiatan penjualan ritel.

Menko AHY Resmikan 166 Rumah Revitalisasi Kampung Nelayan di Campurejo Gresik

“Bukan hanya rumah yang dibangun, tetapi juga ada saluran air bersih, IPAL, tandon air, jalan-jalan lingkungan, dan berbagai fasilitas," kata AHY.

Eks Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono Divonis 10 Tahun dalam Kasus Korupsi Dindik Jatim

Majelis menyatakan Hudiyono terbukti turut serta dalam perbuatan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara bersama mantan Kadispendik Jawa Timur dan Jimmy.

Polisi Buru Pelaku Pembacokan Anggota PSHT di Ambyar Superclub Surabaya

Polrestabes Surabaya berkomitmen memproses seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam tindak pidana tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.