Senin, 02 Feb 2026 05:24 WIB

Konsep Baru Tunjungan Romansa, Pengunjung Akan Merasakan Sensasi Suasana Eropa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Des 2021 23:11 WIB
tenan yang ada di Jalan Tunjungan
tenan yang ada di Jalan Tunjungan

Surabaya (selalu.id) - Pemerintah Kota Surabaya menambahkan satu konsep untuk mempercantik kawasan Tunjungan Romansa. Diklaim konsep ini akan menmabah suasana kawasan Tunjungan seperti negara-negara Eropa.

Kepala Dinas Pariwisata, Antiek Sugiharti, menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya sedang mematangkan konsep kemungkinan bagi tenant atau restaurant di sekitar Jalan Tunjungan untuk menyediakan tempat makan dan minum di pedestrian.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Konsep kita kan di jalan Tunjungan warga bisa menikmati jalanan sekaligus makan dan minum. Jadi tenant itu bisa menyediakan makan minum di pinggir jalan," ujar Antiek, Jumat (10/12/2021).

Antiek mengakui, konsep itu akan memberikan sensasi seperti makan di jalanan yang ada di Eropa. Dengan begitu, pengunjung Jalan Tunjungan diharapkan bertambah.

Namun, kata dia, saat ini pihaknya masih melaksanakan proses uji coba. Sehingga tenant belum diizinkan menata kursi dan meja di pinggir jalan.

"Sekarang masih uji coba. Nanti kita sediakan kursi dan meja itu dari Pemkot," terangnya.

Bila program itu sudah dijalankan, maka pihaknya akan menambah booth makanan dan minuman untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Prinsipnya gimana toko itu bisa hidup supaya jadi tempat yang bagus. Sementara booth untuk UMKM baru ada di depan toko peralatan kantor. Bisa ditambah lagi," ujarnya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Antiek juga ingin agar toko-toko yang berada di jalan Tunjungan itu dibuka. Supaya pemandangan jalanannya keliatan bagus. Namun, toko-toko tersebut banyak yang tutup.

"Karena sementara mereka (toko-toko) tutup kita minta ijin ke mereka. Seperti yang sudah ada itukan kita ijinkan, kita kasih booth," jelasnya.

Pembukaan program baru ini sebagai respon atas banyaknya pengunjung di Jalan Tunjungan. Ia menyebut mayoritas pengunjung berusia 15 hingga 40 tahun.

"Kalau weekday ada 1000 sampai 2500 pengunjung. Meningkat saat weekend, bisa sampai 5000 hingga 6000 ribu orang," ungkapnya.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Selain itu, pengunjung juga paling banyak datang pada pukul 18.00 WIB hingga 21.00 WIB. Mereka kebanyakan datang untuk menikmati penampilan seniman di pinggir jalan.

"Pengunjung ada yang datang sekeluarga. Ambil momen degan berfoto, makan, duduk-duduk gitu," jelasnya.

Ia juga mengakui tiap 2 Minggu, pihaknya terus melakukan evaluasi dan pengembangan konsep. Tujuannya, agar warga senang dan tetap bisa menjaga protokol kesehatan.

"Harapannya Jalan Tunjungan ini hidup lagi dengan warga yang patuh protokol kesehatan," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

Konflik Lahan di Jember Masih Rawan, DPRD Dorong Peran Posbakum Desa

Konflik tersebut tidak hanya terjadi di kawasan pedesaan, tetapi juga merambah wilayah perkotaan dan berpotensi memicu gesekan sosial di tengah masyarakat.