Minggu, 06 Sep 2026 10:03 WIB

Konsep Baru Tunjungan Romansa, Pengunjung Akan Merasakan Sensasi Suasana Eropa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Des 2021 23:11 WIB
tenan yang ada di Jalan Tunjungan
tenan yang ada di Jalan Tunjungan

Surabaya (selalu.id) - Pemerintah Kota Surabaya menambahkan satu konsep untuk mempercantik kawasan Tunjungan Romansa. Diklaim konsep ini akan menmabah suasana kawasan Tunjungan seperti negara-negara Eropa.

Kepala Dinas Pariwisata, Antiek Sugiharti, menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya sedang mematangkan konsep kemungkinan bagi tenant atau restaurant di sekitar Jalan Tunjungan untuk menyediakan tempat makan dan minum di pedestrian.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Konsep kita kan di jalan Tunjungan warga bisa menikmati jalanan sekaligus makan dan minum. Jadi tenant itu bisa menyediakan makan minum di pinggir jalan," ujar Antiek, Jumat (10/12/2021).

Antiek mengakui, konsep itu akan memberikan sensasi seperti makan di jalanan yang ada di Eropa. Dengan begitu, pengunjung Jalan Tunjungan diharapkan bertambah.

Namun, kata dia, saat ini pihaknya masih melaksanakan proses uji coba. Sehingga tenant belum diizinkan menata kursi dan meja di pinggir jalan.

"Sekarang masih uji coba. Nanti kita sediakan kursi dan meja itu dari Pemkot," terangnya.

Bila program itu sudah dijalankan, maka pihaknya akan menambah booth makanan dan minuman untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Prinsipnya gimana toko itu bisa hidup supaya jadi tempat yang bagus. Sementara booth untuk UMKM baru ada di depan toko peralatan kantor. Bisa ditambah lagi," ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Antiek juga ingin agar toko-toko yang berada di jalan Tunjungan itu dibuka. Supaya pemandangan jalanannya keliatan bagus. Namun, toko-toko tersebut banyak yang tutup.

"Karena sementara mereka (toko-toko) tutup kita minta ijin ke mereka. Seperti yang sudah ada itukan kita ijinkan, kita kasih booth," jelasnya.

Pembukaan program baru ini sebagai respon atas banyaknya pengunjung di Jalan Tunjungan. Ia menyebut mayoritas pengunjung berusia 15 hingga 40 tahun.

"Kalau weekday ada 1000 sampai 2500 pengunjung. Meningkat saat weekend, bisa sampai 5000 hingga 6000 ribu orang," ungkapnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Selain itu, pengunjung juga paling banyak datang pada pukul 18.00 WIB hingga 21.00 WIB. Mereka kebanyakan datang untuk menikmati penampilan seniman di pinggir jalan.

"Pengunjung ada yang datang sekeluarga. Ambil momen degan berfoto, makan, duduk-duduk gitu," jelasnya.

Ia juga mengakui tiap 2 Minggu, pihaknya terus melakukan evaluasi dan pengembangan konsep. Tujuannya, agar warga senang dan tetap bisa menjaga protokol kesehatan.

"Harapannya Jalan Tunjungan ini hidup lagi dengan warga yang patuh protokol kesehatan," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.