Rabu, 22 Jul 2026 00:08 WIB

Konsep Baru Tunjungan Romansa, Pengunjung Akan Merasakan Sensasi Suasana Eropa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Des 2021 23:11 WIB
tenan yang ada di Jalan Tunjungan
tenan yang ada di Jalan Tunjungan

Surabaya (selalu.id) - Pemerintah Kota Surabaya menambahkan satu konsep untuk mempercantik kawasan Tunjungan Romansa. Diklaim konsep ini akan menmabah suasana kawasan Tunjungan seperti negara-negara Eropa.

Kepala Dinas Pariwisata, Antiek Sugiharti, menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya sedang mematangkan konsep kemungkinan bagi tenant atau restaurant di sekitar Jalan Tunjungan untuk menyediakan tempat makan dan minum di pedestrian.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Konsep kita kan di jalan Tunjungan warga bisa menikmati jalanan sekaligus makan dan minum. Jadi tenant itu bisa menyediakan makan minum di pinggir jalan," ujar Antiek, Jumat (10/12/2021).

Antiek mengakui, konsep itu akan memberikan sensasi seperti makan di jalanan yang ada di Eropa. Dengan begitu, pengunjung Jalan Tunjungan diharapkan bertambah.

Namun, kata dia, saat ini pihaknya masih melaksanakan proses uji coba. Sehingga tenant belum diizinkan menata kursi dan meja di pinggir jalan.

"Sekarang masih uji coba. Nanti kita sediakan kursi dan meja itu dari Pemkot," terangnya.

Bila program itu sudah dijalankan, maka pihaknya akan menambah booth makanan dan minuman untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Prinsipnya gimana toko itu bisa hidup supaya jadi tempat yang bagus. Sementara booth untuk UMKM baru ada di depan toko peralatan kantor. Bisa ditambah lagi," ujarnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Antiek juga ingin agar toko-toko yang berada di jalan Tunjungan itu dibuka. Supaya pemandangan jalanannya keliatan bagus. Namun, toko-toko tersebut banyak yang tutup.

"Karena sementara mereka (toko-toko) tutup kita minta ijin ke mereka. Seperti yang sudah ada itukan kita ijinkan, kita kasih booth," jelasnya.

Pembukaan program baru ini sebagai respon atas banyaknya pengunjung di Jalan Tunjungan. Ia menyebut mayoritas pengunjung berusia 15 hingga 40 tahun.

"Kalau weekday ada 1000 sampai 2500 pengunjung. Meningkat saat weekend, bisa sampai 5000 hingga 6000 ribu orang," ungkapnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Selain itu, pengunjung juga paling banyak datang pada pukul 18.00 WIB hingga 21.00 WIB. Mereka kebanyakan datang untuk menikmati penampilan seniman di pinggir jalan.

"Pengunjung ada yang datang sekeluarga. Ambil momen degan berfoto, makan, duduk-duduk gitu," jelasnya.

Ia juga mengakui tiap 2 Minggu, pihaknya terus melakukan evaluasi dan pengembangan konsep. Tujuannya, agar warga senang dan tetap bisa menjaga protokol kesehatan.

"Harapannya Jalan Tunjungan ini hidup lagi dengan warga yang patuh protokol kesehatan," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.