Selasa, 21 Jul 2026 14:30 WIB

Wisata Mangrove Surabaya Berbenah Menuju Nol Sampah Plastik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Feb 2020 18:49 WIB

Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memberlakukan larangan bagi pengunjung membawa plastik di Mangrove Wonorejo dan Gunung Anyar. Pemberlakukan larangan ini sebagai langkah untuk menjaga kelangsungan hidup mangrove.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DKPP Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, sejak 1 Januari 2020, pihaknya telah memberlakukan larangan membawa plastik bagi setiap pengunjung Taman Hutan Raya (Tahura) di Surabaya. Karena itu, pihaknya menyiapkan petugas screening pada akses masuk untuk memeriksa setiap pengunjung yang datang.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

“Larangan (membawa plastik) sudah berjalan 1 bulan yang lalu di semua Tahura. Dan ini memang keinginan Ibu Wali Kota untuk mengkampanyekan masalah plastik,” kata Irvan di Mangrove Wonorejo, Kamis (27/2/2020).

Bagi pengunjung yang diketahui membawa plastik, baik itu botol kemasan minuman ataupun makanan yang dibungkus plastik, maka mereka tidak diperbolehkan untuk masuk di area Tahura. Namun, pengunjung masih diperbolehkan membawa tumbler sebagai pengganti botol minum kemasan.

“Jadi semua pengunjung akan discreening di setiap pintu masuk oleh petugas,” katanya.

Menurutnya, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelangsungan Tahura yang ada di Surabaya, khususnya ekosistem Mangrove. Selain itu, langkah ini dilakukan untuk menumbuhkan awareness masyarakat agar lebih peduli lagi terhadap lingkungan. Alhasil, dalam setiap Minggu, pihaknya dapat mengumpulkan dua sampai tiga tong sampah plastik.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Mangrove ini harus diselamatkan dari sampah plastik. Karena (plastik) ini dapat mengganggu kelangsungan mangrove yang ada di Surabaya," ujarnya.

Akan tetapi, larangan ini tak hanya berlaku pada setiap pengunjung yang datang, untuk sentra kuliner pun juga demikian. Namun, bedanya, pengunjung harus menghabiskan makanan atau minuman di tempat dan tidak boleh dibawa masuk ke area mangrove.

Pria yang juga menjabat Kepala Satpol PP Kota Surabaya ini juga memastikan, bahwa petugas DKPP juga rutin terjun untuk memunguti sampah yang ada di kawasan mangrove. Pasalnya, keberadaan sampah plastik ini akan berdampak pada lingkungan.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

“Setiap hari kita juga menerjunkan petugas untuk memunguti sampah di kawasan mangrove,” kata Irvan.

Bahkan, untuk melindungi habitat mangrove, Irvan mengungkapkan, pihaknya juga melakukan penggantian tali rafia ke tali ijuk yang dulu digunakan sebagai penyangga tanaman mangrove. Upaya ini dilakukan agar tanaman mangrove ini dapat tumbuh dengan sehat dan bebas dari plastik.

"Penanaman pohon diganti dengan ijuk, yang dulunya pakai tali rafia diganti," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.