Sabtu, 06 Jun 2026 03:59 WIB

Wisata Mangrove Surabaya Berbenah Menuju Nol Sampah Plastik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Feb 2020 18:49 WIB

Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memberlakukan larangan bagi pengunjung membawa plastik di Mangrove Wonorejo dan Gunung Anyar. Pemberlakukan larangan ini sebagai langkah untuk menjaga kelangsungan hidup mangrove.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DKPP Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan, sejak 1 Januari 2020, pihaknya telah memberlakukan larangan membawa plastik bagi setiap pengunjung Taman Hutan Raya (Tahura) di Surabaya. Karena itu, pihaknya menyiapkan petugas screening pada akses masuk untuk memeriksa setiap pengunjung yang datang.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

“Larangan (membawa plastik) sudah berjalan 1 bulan yang lalu di semua Tahura. Dan ini memang keinginan Ibu Wali Kota untuk mengkampanyekan masalah plastik,” kata Irvan di Mangrove Wonorejo, Kamis (27/2/2020).

Bagi pengunjung yang diketahui membawa plastik, baik itu botol kemasan minuman ataupun makanan yang dibungkus plastik, maka mereka tidak diperbolehkan untuk masuk di area Tahura. Namun, pengunjung masih diperbolehkan membawa tumbler sebagai pengganti botol minum kemasan.

“Jadi semua pengunjung akan discreening di setiap pintu masuk oleh petugas,” katanya.

Menurutnya, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kelangsungan Tahura yang ada di Surabaya, khususnya ekosistem Mangrove. Selain itu, langkah ini dilakukan untuk menumbuhkan awareness masyarakat agar lebih peduli lagi terhadap lingkungan. Alhasil, dalam setiap Minggu, pihaknya dapat mengumpulkan dua sampai tiga tong sampah plastik.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

"Mangrove ini harus diselamatkan dari sampah plastik. Karena (plastik) ini dapat mengganggu kelangsungan mangrove yang ada di Surabaya," ujarnya.

Akan tetapi, larangan ini tak hanya berlaku pada setiap pengunjung yang datang, untuk sentra kuliner pun juga demikian. Namun, bedanya, pengunjung harus menghabiskan makanan atau minuman di tempat dan tidak boleh dibawa masuk ke area mangrove.

Pria yang juga menjabat Kepala Satpol PP Kota Surabaya ini juga memastikan, bahwa petugas DKPP juga rutin terjun untuk memunguti sampah yang ada di kawasan mangrove. Pasalnya, keberadaan sampah plastik ini akan berdampak pada lingkungan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

“Setiap hari kita juga menerjunkan petugas untuk memunguti sampah di kawasan mangrove,” kata Irvan.

Bahkan, untuk melindungi habitat mangrove, Irvan mengungkapkan, pihaknya juga melakukan penggantian tali rafia ke tali ijuk yang dulu digunakan sebagai penyangga tanaman mangrove. Upaya ini dilakukan agar tanaman mangrove ini dapat tumbuh dengan sehat dan bebas dari plastik.

"Penanaman pohon diganti dengan ijuk, yang dulunya pakai tali rafia diganti," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.