Paviliun Wonderfull Indonesia Targetkan Potensi Devisa Negara 1,75 Triliun
- Penulis : Dony Maulana
- | Kamis, 09 Nov 2023 13:22 WIB
selalu.id - Paviliun Wonderful Indonesia dalam Worl Travel Market (WTM) London tahun ini, menargetkan penjualan sebanyak 91.000 pax dan potensi devisa mencapai Rp1,75 trilliun. Target ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang nyata bagi industri pariwisata dan masyarakat Indonesia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, fokus ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas dari kunjungan wisatawan asing atau manca negara (wisman) agar bisa lebih lama tinggal di Indonesia.
Baca Juga: Gandeng Artotel, Kemenekraf Populerkan Game Buatan Anak Negeri
"Secara tidak langsung, hal ini juga akan berdampak baik bagi produk-produk ekonomi kreatif di 5 Destinasi Super Prioritas," ujar Sandiaga.
Hal senada juga turut disampaikan oleh Deputi Bidang Pemasaran, Ni Made Ayu Marthini yang mengatakan, dalam rangka menambah variasi aktivitas wisatawan berkunjung ke Indonesia, Kemenparekraf juga meyakini pentingnya penyelenggaraan event bagi kesuksesan promosi pariwisata Indonesia.
Baca Juga: Menparekraf Dorong Generasi Muda Perkuat Sektor Ekraf
"Selain mengembangkan lima destinasi super prioritas, kami percaya bahwa 'events led tourism' dapat membantu pariwisata Indonesia kembali ke masa sebelum pandemi," katanya saat dikonfirmasi selalu.id pada Kamis, (9/11/2023).
Sementara itu, lanjut Ni Made Ayu Marthini menjelaskan, Paviliun Wonderful Indonesia saat ini menempati lahan seluas 171 m2 bekerja sama dengan industri dan mitra di hall S10-220. Seperti diketahui, kali ini Indonesia mengangkat tema “Exploring New Destinations of Wonders” pada acara tersebut.
Baca Juga: Sandiaga Uno Masuk Bursa Pilgub Jatim, PKB Jajaki Koalisi PPP?
Tema ini tidak lain merupakan sebagai bentuk konsistensi Indonesia dalam mempromosikan 5 Destinasi Super Prioritas 'beyond' Bali, yang juga memiliki daya tarik yang mempesona, otentik, dan unik baik dari segi lanscape maupun budaya sekitar.
Editor : Ading