Senin, 07 Sep 2026 04:07 WIB

Akan Ada Hari Tanpa Bayangan di Surabaya Pada 12 Oktober, Begini Penjelasan BMKG

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 08 Okt 2023 09:46 WIB
Ilustrasi matahari
Ilustrasi matahari

selalu.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya Jawa Timur akan mengalami hari Tanpa Bayangan.

Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto mengatakan bahwa fenomena ini terjadi ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi. Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala atau titik zenit. Akibatnya bayangan benda tegak akan terlihat menghilang, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan,"kata Teguh, melalui informasi BMKG, Minggu (8/12/2023).

Nantinya pada tanggal 12 Oktober 2023 di sejumlah Kota di Jawa Timur yakni Pamekasan, Sampang, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto Lamongan, Bojonegoro, Ngawi, dan Surabaya akan terjadi hari tanpa bayangan.

"Di Surabaya akan terjadi pukul 11.15 WIB,"ujarnya.

Teguh menjelaskan, terjadinya hari tanpa bayangan ini karena bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Sehingga posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5o LU s.d. 23,5o LS. Hal ini disebut sebagai gerak semu harian matahari,"jelasnya.

Pada tahun ini, kata dia, matahari tepat berada di khatulistiwa pada 21 Maret 2023 pukul
04.24 WIB dan 23 September 2023 pukul 13.50 WIB.

Adapun pada 21 Juni 2023 pukul 21.57
WIB matahari berada di titik balik Utara dan pada 22 Desember 2023 pukul 10.27 WIB matahari berada di titik balik Selatan.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Lebih lanjut Teguh juga menjelaskan bahwa terjadinya peristiwa hari tanpa bayangan itu posisi Indonesia berada di sekitar ekuator.

"kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat matahari berada di khatulistiwa,"terangnya.

Di kota-kota lain, tambahnya, kulminasi utama terjadi saat deklinasi matahari sama dengan lintang kota tersebut. Khusus untuk kota Jakarta, fenomena ini terjadi pada 5 Maret 2023, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 12.04 WIB, dan pada 9 Oktober 2023, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11.40 WIB.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.